VOKASI NEWS – Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (UNAIR) terus memperkuat komitmen dalam mencetak lulusan kompeten dan siap menghadapi persaingan kerja. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui program sertifikasi kompetensi bagi mahasiswa. Program ini bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Melalui program tersebut, mahasiswa berkesempatan memperoleh pengakuan sesuai bidang keahlian selama perkuliahan. Selain itu, sertifikasi menjadi nilai tambah karena kompetensi lulusan telah diakui berdasarkan standar nasional. Bekal tersebut dapat membantu lulusan ketika memasuki dunia kerja.
Sertifikasi Selaras dengan Kurikulum
Program sertifikasi dapat diikuti oleh mahasiswa yang telah memenuhi persyaratan akademik. Sementara itu, ketentuan peserta disesuaikan dengan kebijakan setiap program studi. Kelayakan peserta ditentukan berdasarkan capaian nilai pada mata kuliah yang relevan.
Dengan sistem tersebut, mahasiswa tidak perlu mengulang pembelajaran dari awal. Kompetensi yang diujikan telah diperoleh selama mengikuti kegiatan perkuliahan. Oleh karena itu, proses sertifikasi menjadi lebih efektif dan selaras dengan kurikulum Fakultas Vokasi UNAIR.
Skema sertifikasi juga dirancang sesuai kompetensi lulusan setiap program studi. Selain itu, setiap skema berkaitan dengan mata kuliah inti serta kebutuhan dunia usaha dan industri. Dengan demikian, sertifikat yang diperoleh dapat mencerminkan kompetensi profesional sesuai bidang mahasiswa.
Pendekatan tersebut mendukung pendidikan vokasi yang berorientasi pada kesiapan kerja. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori selama perkuliahan. Sebaliknya, mahasiswa juga memperoleh pengakuan resmi atas kompetensi yang telah dikuasai.
Biaya Terjangkau dan Skema Beragam
Salah satu keunggulan program sertifikasi terletak pada biaya yang ramah bagi mahasiswa. Fakultas Vokasi UNAIR menyediakan beberapa pilihan pembiayaan sesuai skema sertifikasi. Beberapa skema tersedia gratis atau Rp0 dengan kuota terbatas.
Sementara itu, skema lainnya dapat diikuti dengan biaya sekitar Rp100.000. Biaya tersebut bergantung pada kebijakan serta jenis skema yang dipilih. Dengan dukungan ini, mahasiswa dapat memperoleh sertifikat kompetensi tanpa terbebani biaya tinggi.
Sebagai perbandingan, biaya sertifikasi BNSP melalui LSP eksternal dapat mencapai lebih dari Rp500.000. Bahkan, biaya tersebut dapat bertambah sesuai jenis skema kompetensi. Oleh karena itu, subsidi fakultas membuka kesempatan sertifikasi yang lebih luas bagi mahasiswa.
Selain mengikuti skema program studi, mahasiswa dapat memilih sertifikasi lain sesuai minat dan rencana karier. Fleksibilitas tersebut memberikan kesempatan untuk memperluas kemampuan di luar bidang utama. Dengan bekal yang lebih beragam, peluang mahasiswa untuk bersaing di dunia kerja semakin terbuka.
Kebijakan tersebut menunjukkan dukungan fakultas terhadap pengembangan potensi mahasiswa secara menyeluruh. Jadi, pengembangan mahasiswa tidak hanya berfokus pada kompetensi inti. Minat dan rencana karier juga menjadi bagian penting dalam pemilihan sertifikasi.
Pilihan Sertifikasi Mahasiswa Bahasa Inggris
Mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris memiliki beberapa pilihan skema sertifikasi yang relevan. Skema tersebut meliputi Translator (Penerjemah Tertulis) dan Interpreter (Penerjemah Lisan). Selain itu, mahasiswa dapat memilih skema Executive Assistant dan Customer Service.
Berbagai skema tersebut disusun berdasarkan mata kuliah yang telah ditempuh mahasiswa. Dengan demikian, sertifikasi tetap selaras dengan kompetensi lulusan dan prospek karier. Sertifikat tersebut juga dapat menjadi nilai tambah ketika mahasiswa melamar pekerjaan.
Kepemilikan sertifikat menunjukkan bahwa kompetensi mahasiswa telah melalui proses pengujian. Selain itu, uji kompetensi dilaksanakan berdasarkan standar profesi yang berlaku. Pengakuan tersebut dapat memperkuat kesiapan lulusan sebelum memasuki dunia profesional.
Bekal Nyata Memasuki Dunia Kerja
Program sertifikasi juga memberikan pengalaman asesmen yang umum diterapkan dalam dunia profesional. Peserta mengikuti serangkaian pengujian sesuai standar dan skema yang dipilih. Proses tersebut dapat dilakukan melalui observasi, wawancara, portofolio, atau demonstrasi kemampuan.
Melalui asesmen tersebut, mahasiswa dapat memahami standar kerja yang dibutuhkan industri. Selain memperoleh sertifikat, mahasiswa mendapatkan pengalaman dalam menunjukkan kompetensi profesional. Selanjutnya, pengalaman itu dapat meningkatkan rasa percaya diri ketika memasuki dunia kerja.
Di tengah persaingan kerja, perusahaan tidak hanya mempertimbangkan nilai akademik pelamar. Bukti kompetensi juga menjadi salah satu pertimbangan dalam proses rekrutmen. Oleh sebab itu, sertifikat BNSP dapat melengkapi ijazah saat melamar pekerjaan.
Program sertifikasi kompetensi memperkuat komitmen Fakultas Vokasi UNAIR dalam menghasilkan lulusan profesional dan siap kerja. Integrasi pembelajaran dengan uji kompetensi memberikan pengakuan resmi terhadap kemampuan mahasiswa. Selain itu, biaya terjangkau dan pilihan beragam memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa.
Pada akhirnya, program tersebut memperkuat peran Fakultas Vokasi UNAIR sebagai institusi pendidikan berorientasi pada kesiapan kerja. Lulusan diharapkan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. Dengan demikian, pendidikan vokasi dapat terus menjawab kebutuhan dunia usaha dan industri.
[BACA JUGA: Sepuluh Hari Mengabdi, Sambang Desa 2026 Berdayakan Masyarakat Desa Andonosari]
Penulis: Aaliyah Ramadhani
Editor: Sinta Rahmah (Tim Vokasi Branding)



