Fokus Garap Ekowisata Berbasis Sistem Kader Tangguh Bencana dan Perlindungan Infrastruktur: TEP Kelompok 6 Universitas Airlangga Adakan Sosialisasi Awal Program kepada masyarakat Desa Udapi Hilir SP 4 Kabupaten Manokwari.

VOKASI NEWS – Satuan Permukiman 4 (SP4) Kampung Udapi Hilir merupakan kawasan transmigrasi yang berkembang menjadi pusat ekonomi baru. Kawasan tersebut berada di Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari. Selain itu, Udapi Hilir memiliki sejumlah tempat wisata yang dikelola secara perorangan.

Harga kebutuhan sehari-hari dan hasil pertanian yang terjangkau menjadi daya tarik lain SP4. Kondisi tersebut menarik masyarakat dari sekitar kawasan hingga pusat Kabupaten Manokwari. Potensi ekonomi dan wisata itu membuka peluang pengembangan ekowisata berbasis masyarakat.

Namun, pengembangan kawasan perlu disertai kesiapan menghadapi risiko bencana. Hasil audiensi Kelompok 6 TEP Universitas Airlangga (UNAIR) menemukan tiga potensi bencana. Risiko tersebut meliputi banjir, erosi tanah, dan gempa bumi.

Tiga Risiko Bencana di Udapi Hilir

Potensi banjir berkaitan dengan ukuran saluran drainase yang belum memadai. Saat curah hujan meningkat, saluran tersebut berisiko tidak mampu menampung aliran air. Oleh karena itu, kondisi drainase perlu menjadi perhatian dalam pengembangan kawasan.

Sementara itu, erosi tanah ditemukan pada dua titik di sebelah utara kampung. Kedua titik tersebut berada di sekitar lahan pertanian masyarakat. Erosi berpotensi mengurangi luas lahan dan mengganggu akses jalan setapak menuju kawasan pertanian.

Selain banjir dan erosi, Udapi Hilir memiliki potensi gempa bumi. Riwayat kawasan mencatat gempa berkekuatan sekitar magnitudo 7 pada 2010. Meskipun kondisi kampung relatif aman, kesiapsiagaan tetap diperlukan untuk mengurangi risiko.

Temuan tersebut mendorong Kelompok 6 TEP UNAIR menggagas sistem mitigasi berbasis masyarakat. Program tersebut melibatkan berbagai unsur lokal melalui pembentukan kader tangguh bencana. Selain itu, kader akan menjalankan peran sebagai penggerak sadar wisata.

Sosialisasi Libatkan Berbagai Unsur Masyarakat

Sebagai langkah awal, Kelompok 6 TEP UNAIR mengadakan sosialisasi program pada Kamis (13/8/2026). Kegiatan berlangsung selama dua jam di Ruang KOSTRATANI, Kantor Balai Penyuluh Pertanian Distrik Prafi. Forum tersebut memperkenalkan program utama dan pendukung kepada masyarakat.

Sosialisasi melibatkan PKK, karang taruna, penyuluh pertanian, perwakilan UMKM, kelompok tani, dan dasa wisma. Selain itu, kegiatan diikuti perwakilan puskesmas dan BUMDes Udapi Hilir. SMPN 7 Prafi dan SD Inpres 13 juga mengirimkan perwakilan.

Program utama mencakup pembentukan kader tangguh bencana dan sadar wisata. Selanjutnya, tim merencanakan pembangunan pos pantau serta infrastruktur penahan banjir dan longsor. Lanskap pendukung ekowisata juga menjadi bagian dari rencana pembangunan.

Sementara itu, program pendukung berfokus pada peningkatan keterampilan masyarakat. Pelatihannya meliputi pemilahan sampah, pembuatan eco enzyme, serta pemurnian minyak jelantah. Peserta juga akan mempelajari pembuatan lilin aromaterapi dan keripik pisang berlapis cokelat.

Melalui pelatihan tersebut, kader diharapkan memahami langkah mitigasi bencana. Selain itu, keterampilan pengolahan produk dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Dengan demikian, program keselamatan dapat berjalan bersama penguatan ekonomi lokal.

Targetkan 30 Kader Tangguh Bencana

Sosialisasi awal menghasilkan kesediaan berbagai kelompok masyarakat untuk mengirimkan perwakilan. Kelompok 6 TEP UNAIR menargetkan sedikitnya 30 peserta dari berbagai unsur kampung. Selanjutnya, peserta akan bergabung sebagai kader tangguh bencana dan sadar wisata.

Kader akan memperoleh pemahaman mengenai pemetaan wilayah rawan bencana. Selain itu, program mencakup pemasangan rambu jalur evakuasi dan penentuan titik kumpul. Titik kumpul tersebut akan ditempatkan pada beberapa pusat aktivitas masyarakat.

Pembentukan kader juga diarahkan untuk memperkuat kesadaran lingkungan. Sebab, pengembangan ekowisata tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah pengunjung. Pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat menjadi bagian penting dalam pengelolaannya.

Oleh karena itu, program menggabungkan aspek keselamatan, ketahanan lingkungan, dan kesiapsiagaan bencana. Pendekatan tersebut diharapkan dapat melindungi masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan wisata. Pada akhirnya, potensi lokal dapat berkembang tanpa mengabaikan risiko lingkungan.

Dukung Tiga Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Kelompok 6 TEP UNAIR diketuai Neffrety Nilamsari, dosen Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Fakultas Vokasi. Program tersebut mendukung tiga poin Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Program berkaitan dengan SDG 11 mengenai kota dan permukiman berkelanjutan. Selain itu, kegiatan mendukung SDG 13 tentang penanganan perubahan iklim atau climate action. Pelestarian lingkungan dalam program juga selaras dengan SDG 15 tentang ekosistem daratan atau life on land.

Melalui kolaborasi tersebut, Udapi Hilir diharapkan mampu mengembangkan ekowisata yang aman dan berkelanjutan. Kader lokal akan menjadi penggerak kesiapsiagaan sekaligus pengembangan wisata. Dengan demikian, perlindungan masyarakat, lingkungan, dan infrastruktur dapat berjalan secara beriringan.

[BACA JUGA: Jangan Anggap Remeh Dokumen Izin Kerja, Karena Keselamatan Dimulai dari Sana]

Penulis: Mochammad Fahreza A. A. dan Lusia Delila S.

Editor: Sinta Rahmah (Tim Vokasi Branding)