VOKASI NEWS – Membuka pintu keberkahan ala Himpunan Mahasiswa Kearsipan dan Informasi Digital (HMKID) Fakultas Vokasi UNAIR.
Bakti sosial merupakan program kerja tahunan divisi pengabdian masyarakat HMKID UNAIR yang diselenggarakan pada bulan Ramadhan. Pada tahun 2024, bakti sosial mengangkat tema “Berbagi Bersama Membuka Pintu Keberkahan.” Makna dari tema tersebut adalah mengajak mahasiswa untuk berbagi bersama yang diyakini dapat membuka pintu keberkahan. Guna menyukseskan program kerja tersebut, divisi pengabdian masyarakat membuka donasi (open donation). Hasil donasi dari para donatur dimanfaatkan untuk membeli sembako, dan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Pada tahun 2024 ini divisi pengabdian masyarakat membagikan sembako sejumlah 49 pcs, isi per pcs tersebut adalah 1 plastik beras, 2 mie instan, 2 kopi, 1 gelas minyak goreng. Pembagian sembako tidak menyeluruh ke semua daerah. Daerah yang dipilih adalah Karang Menjangan, Dharmawangsa, dan Srikana. Pembagian sembako dilaksanakan oleh seluruh staf dari divisi pengabdian masyarakat.
Karangmenjangan

Pada daerah Karangmenjangan pemberian sembako diberikan mulai kepada pengemis, tukang becak, tukang parkir, grab, penjual koran. Pembagian sembako berlangsung secara kondusif dan tidak berkeroyok karena terdapat strategi yang kami terapkan untuk mengatasi adanya pengeroyokan massa berebut mengambil sembako hingga ada yang terluka.
Dharmawangsa

Pada daerah Dharmawangsa pemberian sembako diberikan mulai kepada tukang sapu jalan, tukang becak, tukang tambal ban, penjual koran, dan pengemis. Pembagian sembako pada awal pembagian berlangsung secara kondusif dan tidak berkeroyok namun di akhir ada beberapa ibu-ibu yang berebut namun masih bisa kami bagikan secara aman dan teratur dan tidak ada penerima sembako yang terluka.
Srikana

Kegiatan bakti sosial, yang dilakukan oleh departemen pengabdian masyarakat salah satunya dilakukan di daerah Srikana. Kegiatan ini membagikan kantong sembako pada beberapa yang menurut kami layak dibagikan. Pemberian kantong sembako dibagikan kepada ojek online, satpam, pedagang jamu, pedagang makanan, tukang becak, petugas parkir. Tidak ada kejadian yang membuat rusuh, karena sebelum memberikan kantong sembako kami melakukan pengamatan terlebih dahulu. Jadi, dapat disimpulkan kami membagikan kantong sembako sesuai dengan kapasitas seseorang tersebut.
***
Penulis: Anur Rotul Jannah, Dwi Cahyani Utami, Ircham Ali Mahzuri, Fathimah Haamidah Azzahrah, Sendi Prasetiya Wardana, Maulita Intan, Ayu Dwi Kurnia, Dharma Irmansyah, Annisa Aprilia
Editor: Oky Sapto Mugi Saputro – Tim Branding Fakultas Vokasi UNAIR