Hubungan Beban dan Koping keluarga dalam Perawatan Pasien Gangguan Jiwa

VOKASI NEWS – Keluarga memegang peran penting dalam mendampingi pasien dengan gangguan jiwa. Perawatan yang berlangsung dalam jangka panjang sering kali menimbulkan beban fisik, emosional, dan sosial bagi keluarga. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kemampuan keluarga dalam memberikan perawatan yang optimal kepada pasien.

Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (UNAIR) melakukan penelitian di Puskesmas Deket, Kabupaten Lamongan, pada Mei 2026. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara beban yang dirasakan keluarga dengan strategi koping yang digunakan saat merawat anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa.

Meneliti Hubungan Beban dan Koping Keluarga

Penelitian menggunakan metode analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang mengukur tingkat beban perawatan serta mekanisme koping keluarga.

Pendekatan tersebut dipilih untuk memberikan gambaran mengenai kondisi keluarga dalam menghadapi tantangan selama proses perawatan pasien gangguan jiwa.

Hasil Penelitian Tunjukkan Hubungan Signifikan

Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara beban dan koping keluarga. Hubungan tersebut bersifat negatif dengan kekuatan korelasi yang kuat.

Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi beban yang dirasakan keluarga, semakin besar kemungkinan keluarga menggunakan mekanisme koping yang maladaptif. Sebaliknya, keluarga dengan beban yang lebih rendah cenderung memiliki strategi koping yang lebih adaptif dalam menghadapi proses perawatan.

Pentingnya Dukungan bagi Keluarga

Hasil penelitian menegaskan pentingnya peran tenaga kesehatan, khususnya perawat, dalam mendampingi keluarga pasien gangguan jiwa. Dukungan tersebut dapat diberikan melalui edukasi kesehatan, pendampingan psikososial, kunjungan rumah, serta intervensi berbasis komunitas.

Berbagai upaya tersebut diharapkan mampu membantu keluarga mengurangi beban perawatan sekaligus meningkatkan kemampuan koping selama mendampingi pasien.

Dukung Kualitas Perawatan Pasien Gangguan Jiwa

Penelitian ini diharapkan menjadi salah satu referensi dalam pengembangan pelayanan keperawatan jiwa di tingkat pelayanan kesehatan primer. Selain itu, hasil penelitian dapat menjadi dasar bagi tenaga kesehatan dalam menyusun program pendampingan yang lebih komprehensif bagi keluarga pasien.

Dengan dukungan yang tepat, keluarga diharapkan mampu menerapkan koping yang adaptif sehingga dapat menjalankan perannya secara optimal. Kondisi tersebut akan memberikan kontribusi positif terhadap proses pemulihan pasien gangguan jiwa.

[BACA JUGA: HIMA Perpajakan Vokasi UNAIR Perkuat Kolaborasi Nasional melalui Campus Visit bersama BEM PKN STAN]

Penulis: Despa Amelia Putri Pariswara

Editor: Inviana (Tim Vokasi Branding)