VOKASI UNAIR

Hubungan Kepatuhan Pembatasan Cairan terhadap IDWG pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik Di RSUD Ibnu Sina Gresik

Hubungan Kepatuhan Pembatasan Cairan terhadap Interdialytic Weight Gains (IDWG) pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik yang menjalani Hemodialisis Di RSUD Ibnu Sina Gresik_Canva

VOKASI NEWS – Hubungan Kepatuhan Pembatasan Cairan terhadap Interdialytic Weight Gains (IDWG) pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik yang menjalani Hemodialisis Di RSUD Ibnu Sina Gresik.

Penyakit ginjal kronik merupakan gangguan fungsi ginjal yang progresif dan ireversibel dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit (Jangkup et al., 2015).

Hemodialisis (HD) merupakan terapi pengganti ginjal yang dilakukan dengan mengalirkan darah ke dalam suatu tabung ginjal buatan (dialiser) yang bertujuan untuk mengeliminasi sisa-sisa metabolisme protein dan koreksi gangguan keseimbangan elektrolit antara kompartemen darah dengan kompartemen dialisat melalui membran semipermiabel (Amalia et al., 2021).

Interdialytic Weight Gains (IDWG) merupakan peningkatan volume cairan yang dimanifestasikan dengan peningkatan berat badan sebagai dasar untuk mengetahui jumlah cairan yang masuk selama periode interdialitik. (Making et al., 2022).

Kepatuhan adalah suatu bentuk perilaku yang timbul akibat adanya interaksi antara petugas kesehatan dan pasien. Hal ini bertujuan agar pasien mengerti rencana dengan segala konsekuensinya dan menyetujui rencana tersebut serta melaksanankannya (Kemenkes RI, 2011). Kepatuhan pembatasan cairan merupakan salah satu terapi yang dapat dilakukan pasien untuk mengontrol jumlah cairan yang masuk sesuai dengan jumlah cairan yang keluar. 

Penderita Penyakit Ginjal Kronik di Jawa Timur

Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang dilakukan pada tahun 2020, didapatkan bahwa jumlah pasien yang mengidap penyakit ginjal kronis (PGK) di Indonesia sebanyak 18.613 pasien. Provinsi Jawa Timur sendiri sebesar 0,3% dari jumlah populasi pasien PGK di Indonesia. Pada Unit Hemodialisis RSUD Ibnu Sina, Kabupaten Gresik, pasien yang menjalani hemodialisis semakin meningkat. Berdasarkan data rekam medik tahun 2015 sebanyak 215 pasien. Pada tahun 2016 sebanyak 218 pasien, awal tahun 2017 di RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik berjumlah 221 pasien. Kemudian pada tahun 2018 sebanyak 550 pasien sampai dengan tahun 2019 sebanyak 1.422 pasien (Aditama et al., 2023),

Pada penyakit ginjal tahap akhir urine tidak dapat dikonsentrasikan secara normal sehingga terjadi ketidakseimbangan cairan elektrolit yang mengakibatkan penumpukan cairan disekitar tubuh (Hirmawati, 2014). Pengobatan yang dapat dilakukan pasien penyakit ginjal kronik tahap akhir adalah terapi pengganti ginjal berupa hemodialisis (Supriyadi et al., 2011).

Permasalahan yang sering dialami oleh pasien hemodialisis yaitu penambahan berat badan diantara dua waktu dialisis (IDWG). Hal ini disebabkan karena rasa haus yang berlebihan akibat asupan natrium yang melebihi batasan sehingga menstimulasi pusat haus. Pada akhirnya akan terjadi kelebihan cairan pada periode interdialitik (Making et al., 2022). Kejadian kelebihan cairan pada periode interdialitik akan memberikan dampak yang besar dalam morbiditas dan kelangsungan hidup klien. Efek ini juga dapat mengakibatkan kenaikan berat badan yang cepat (melebihi 5%). Dampaknya bisa menyebabkan edema, ronkhi basah dalam paru-paru, kelopak mata yang bengkak dan sesak nafas dan gejala uremik. Apabila hal ini berlanjut maka dapat mengakibatkan morbiditas dan mortalitas pasien (Utami, 2011).

Metode Penelitian Penyakit Ginjal Kronis yang menjalani Hemodialisis

Desain penelitian ini adalah korelasi yang bertujuan untuk menunjukkan hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. Sedangkan metode pendekatan yang dilakukan menggunakan pendekatan cross sectional yaitu jenis penelitian yang menekankan waktu pengukuran/observasi data variabel independen (kepatuhan pembatasan cairan) dan variabel dependen (interdialytic weight gain).

Penelitian ini dilakukan di Ruang Hemodialisis RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik pada bulan Juni tahun 2024. Populasi yang akan digunakan adalah pasien yang mengalami penyakit ginjal kronik dan sedang menjalani terapi hemodialisis. Hal ini dikarenakan lokasi yang mudah dengan rata-rata perbulan pada tahun 2024 sejumlah 170 pasien. Besar sampel yang digunakan sejumlah 119 responden. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah dengan cara consecutive sampling. 

Hasil Penelitian Mahasiswa di RSUD Ibnu Sina Gresik

Berdasarkan penelitian, didapatkan hasil untuk tingkat kepatuhan pembatasan cairan. Disebutkan bahwa responden dalam penelitian ini memiliki sikap patuh sebanyak 22 responden (18,5%), responden yang cukup patuh sebanyak 62 responden (52,1%) dan responden yang memiliki tidak patuh sebanyak 35 responden (29,4%). 

BACA JUGA: Hubungan Dukungan Sosial Dengan Tingkat Kecemasan Pasien Diabetes Mellitus di RSUD Ibnu Sina Gresik

Untuk nilai interdialytic weight gains (IDWG) responden dalam penelitian ini nilai interdialytic weight gains (IDWG) ringan <3% sebanyak 34 responden (28,6%) nilai interdialytic weight gains (IDWG) sedang 3-3,99% sebanyak 54 responden (45,4%) dan nilai interdialytic wweight gains (IDWG) berat >4% sebanyak 31 responden (26,1%).

***

Penulis: Cindy Wening Drajad Permaydani

Editor: Fatikah Rachmadianty

Share Media Sosmed

Pilihan Kategori

Name Link
Form permohonan peliputan, publikasi dan penerbitan
Panduan Prosedur Peliputan
Panduan Penulisan Artikel

Pastikan karya kamu sesuai panduan yang ada ya voks, tetap semangat!