VOKASI NEWS – Pengalaman magang menjadi salah satu langkah penting dalam perjalanan karier Ichiko Firzal Nafiis Ahmada, alumni Program Studi D4 Manajemen Perkantoran Digital, Universitas Airlangga (UNAIR). Lulus pada 2026, Ichiko kini bekerja sebagai Brand Activation Area LATUBO (Lamongan, Tuban, dan Bojonegoro) di Kalbe Consumer Health. Sebelum mencapai posisi tersebut, ia melewati sejumlah pengalaman kerja, mulai dari menjadi Sales Promotion Intern hingga bekerja di bidang purchasing.
Perjalanan Ichiko menunjukkan bahwa pengalaman profesional tidak selalu dibangun melalui satu jalur karier yang lurus. Kesempatan untuk mencoba bidang berbeda, menyelesaikan tanggung jawab akademik, dan beradaptasi dengan lingkungan kerja menjadi bagian dari proses yang membawanya memasuki industri pemasaran.
Merintis Karier dari Pengalaman Magang
Ichiko memulai perjalanan profesionalnya melalui program magang di Saka Farma Laboratories, bagian dari Kalbe Farma, sebagai Sales Promotion Intern. Pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk mengenal lingkungan kerja perusahaan sekaligus memahami aktivitas promosi dan pemasaran secara langsung.
Bagi mahasiswa yang tengah mempersiapkan diri memasuki dunia kerja, magang dapat menjadi ruang untuk menguji kemampuan yang diperoleh selama kuliah. Mahasiswa tidak hanya belajar memahami prosedur dan tanggung jawab pekerjaan, tetapi juga dituntut berkomunikasi, bekerja sama, mengelola waktu, dan menyelesaikan persoalan yang muncul dalam pelaksanaan tugas.
Dalam perjalanan magangnya, Ichiko berhasil meraih Juara 2 Best Intern Innovation di Saka Farma Laboratories (Kalbe Farma). Penghargaan tersebut menjadi salah satu pencapaian penting dalam tahap awal perjalanan profesionalnya.
Prestasi itu menandai pengalamannya dalam mengikuti program magang, sebelum kemudian melanjutkan perjalanan karier melalui sejumlah tanggung jawab pekerjaan yang berbeda. Namun, perkembangan karier Ichiko tidak berhenti pada penghargaan tersebut. Ia juga perlu menghadapi tantangan dalam menyelesaikan pendidikan sekaligus menjalankan tanggung jawab profesional.
Menyeimbangkan Pekerjaan dan Penyelesaian Skripsi
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Ichiko adalah membagi waktu antara tanggung jawab magang dan penyelesaian skripsi. Kedua hal tersebut menuntut perhatian, energi, serta kedisiplinan dalam mengatur prioritas.
Menjalani pekerjaan sambil menyelesaikan tugas akhir bukan perkara sederhana. Di satu sisi, tanggung jawab magang harus dijalankan dengan baik. Di sisi lain, penyelesaian skripsi tetap menjadi bagian penting dari perjalanan akademiknya.
Pengalaman itu menjadi proses pembelajaran bagi Ichiko untuk mengembangkan kedisiplinan, rasa tanggung jawab, dan kemampuan mengelola waktu. Keterampilan tersebut tidak hanya berguna untuk menyelesaikan pendidikan, tetapi juga relevan ketika menghadapi tuntutan pekerjaan di lingkungan profesional.
Setelah menjalani magang, Ichiko sempat bekerja selama kurang lebih tiga bulan sebagai Purchasing di CV Berkah Pratama Sejahtera. Pekerjaan tersebut menjadi pengalaman profesional berikutnya sebelum ia menyelesaikan proses wisuda.
Perpindahan dari sales promotion ke purchasing memberinya kesempatan mengenal tanggung jawab pekerjaan yang berbeda. Jika pengalaman magang berkaitan dengan promosi dan pemasaran, pekerjaan purchasing memperluas pengalamannya ke bidang pengadaan.
Perjalanan tersebut memperlihatkan bahwa pengalaman kerja awal dapat menjadi ruang untuk mengenali proses bisnis dari sudut pandang yang beragam. Bekal itu kemudian relevan ketika Ichiko kembali menekuni bidang pemasaran.
Kembali ke Bidang Marketing sebagai Brand Activation
Setelah memperoleh pengalaman di bidang purchasing, Ichiko mendapatkan kesempatan bergabung dengan Kalbe Consumer Health sebagai Brand Activation Area LATUBO, yang mencakup wilayah Lamongan, Tuban, dan Bojonegoro.
Dalam posisi tersebut, ia terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan berbagai kegiatan brand activation. Aktivitas yang ditanganinya meliputi koordinasi dengan berbagai pihak serta dukungan terhadap penyelenggaraan acara berskala besar, seperti konser, fun run, kegiatan komunitas, dan kegiatan promosi lainnya.
Pekerjaan brand activation menuntut kemampuan menghubungkan merek dengan konsumen melalui aktivitas yang melibatkan interaksi langsung. Pelaksanaannya memerlukan koordinasi, komunikasi, pengelolaan kegiatan, serta kemampuan menyesuaikan strategi dengan karakteristik acara dan masyarakat yang menjadi sasaran.
Selain mendukung penyelenggaraan kegiatan, Ichiko bertanggung jawab membantu pencapaian target aktivitas dan penjualan di wilayah kerjanya. Tanggung jawab ini membuat pekerjaannya tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan acara, tetapi juga dengan kontribusi kegiatan promosi terhadap sasaran bisnis perusahaan.
Dalam menjalankan tugas tersebut, ia berinteraksi dengan masyarakat, komunitas, dan pelaku usaha di wilayah Lamongan, Tuban, dan Bojonegoro. Kegiatan yang dijalankan menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkenalkan dan mengaktivasi produk kepada konsumen di wilayah tersebut.
Pengalaman di bidang sales promotion saat magang, pekerjaan purchasing, dan tanggung jawab sebagai Brand Activation membentuk rangkaian pengalaman profesional yang beragam. Ketiganya memberikan konteks berbeda mengenai kegiatan bisnis, mulai dari promosi hingga pengadaan dan pelaksanaan aktivitas pemasaran.
Bekal Kuliah yang Relevan dengan Dunia Kerja
Selama menempuh pendidikan D4 Manajemen Perkantoran Digital di UNAIR pada 2022–2026, Ichiko tidak hanya mengikuti kegiatan perkuliahan. Ia juga aktif dalam Himpunan Mahasiswa Perkantoran Digital dan mengikuti berbagai program kerja organisasi. Selain itu, ia pernah mengikuti Konferensi Nasional Vokasi.
Keterlibatan dalam organisasi mahasiswa memberinya kesempatan untuk belajar melalui kegiatan di luar kelas. Pengalaman tersebut relevan dengan kebutuhan dunia kerja yang menuntut kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, mengatur tanggung jawab, dan beradaptasi dengan orang lain.
Ichiko mengidentifikasi sejumlah keterampilan yang diperolehnya selama kuliah, antara lain pemecahan masalah (problem solving), manajemen risiko, komunikasi, manajemen waktu, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan dan situasi baru.
Keterampilan tersebut memiliki relevansi dalam pekerjaan brand activation yang melibatkan beragam pihak dan membutuhkan koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan. Perencanaan acara, misalnya, memerlukan antisipasi terhadap kemungkinan kendala, pengaturan sumber daya, serta komunikasi agar kegiatan dapat berjalan sesuai tujuan.
Meski demikian, pengalaman Ichiko juga menunjukkan bahwa kesiapan memasuki dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh pengetahuan akademik. Kesempatan untuk menerapkan pengetahuan, menghadapi situasi nyata, dan belajar dari tanggung jawab profesional menjadi bagian dari proses pengembangan diri.
Belajar dari Proses, Bukan Hanya Hasil
Bagi Ichiko, pengalaman kuliah memberikan pelajaran mengenai tanggung jawab, komunikasi, kerja sama, penyelesaian masalah, pengelolaan risiko, dan kemampuan beradaptasi. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal yang dapat terus dikembangkan seiring bertambahnya pengalaman kerja.
Ia juga memiliki prinsip hidup yang diungkapkan melalui pepatah Jawa, “Sepiro Gedenhing Sengsoro Yen Tinompo Amung Dadi Cobo.” Prinsip tersebut dapat dimaknai sebagai pengingat bahwa sebesar apa pun kesulitan yang dihadapi, seseorang perlu berusaha menghadapinya sebagai bagian dari ujian kehidupan.
[BACA JUGA: Alen Prahadinata Alumni K3 UNAIR: Dari Vokasi ke Puncak Pimpinan K3 Industri]
Pandangan itu sejalan dengan pengalamannya ketika harus membagi waktu antara magang dan penyelesaian skripsi, kemudian menjalani pekerjaan di bidang purchasing sebelum berkarier di Kalbe Consumer Health. Perjalanan tersebut tidak hanya menghadirkan pencapaian, tetapi juga kesempatan untuk belajar menghadapi tuntutan yang berbeda.
Kepada mahasiswa, Ichiko berpesan agar masa kuliah dimanfaatkan untuk belajar sebanyak mungkin, baik melalui perkuliahan maupun organisasi, kegiatan kampus, magang, dan pengalaman di luar kampus. Ia juga mendorong mahasiswa untuk tidak takut mencoba hal baru karena setiap pengalaman dapat menjadi bekal dalam menghadapi dunia kerja.
Sementara itu, kepada calon mahasiswa, ia menekankan pentingnya memilih bidang yang ingin dipelajari dengan sungguh-sungguh dan menjalani prosesnya secara konsisten. Menurutnya, pengembangan kemampuan diri dan keberanian mengambil kesempatan perlu berjalan seiring dengan kesediaan untuk menikmati proses belajar.
Harapan di Masa Mendatang untuk Mahasiswa
Perjalanan Ichiko dari mahasiswa D4 Manajemen Perkantoran Digital hingga menjadi Brand Activation di Kalbe Consumer Health memperlihatkan pentingnya membangun pengalaman secara bertahap. Penghargaan saat magang menjadi salah satu pencapaian, sementara pengalaman kerja lintas bidang dan kemampuan mengelola tanggung jawab menjadi bagian lain dari proses perkembangannya.
Bagi mahasiswa yang sedang mempersiapkan diri memasuki dunia profesional, kisah tersebut memberikan satu pelajaran: pengalaman tidak harus selalu datang dari kesempatan yang sama atau jalur yang telah direncanakan sejak awal. Kemauan belajar, keberanian mencoba, dan konsistensi menjalani proses dapat menjadi bekal untuk membuka peluang berikutnya.
Penulis: Erindah Dimisyqiyani, S.AB., M.A.B.
Editor: Vioretha (Tim Branding Vokasi)



