VOKASI NEWS – Pemanfaatan energi terbarukan terus menjadi perhatian dalam pengembangan teknologi yang berkelanjutan. Salah satu gagasan tersebut muncul dari mahasiswa Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol (TRIK) Fakultas Vokasi Universitas Airlangga melalui inovasi bernama SAVODUS.
Ide ini dikembangkan oleh Frizka Amelia Sundha bersama dua anggota tim, yaitu Satrio Djati Kusumo dan Wahyuni Ilahi. Konsep SAVODUS memanfaatkan energi angin dari wilayah pesisir. Sistem ini menggunakan konstruksi baling-baling Savonius dan Darrieus dua arah sebagai media pengumpulan energi. Pengembangan konsep tersebut juga memanfaatkan teknologi konversi energi terbarukan. Sistem dirancang untuk memasok kebutuhan listrik berbasis Internet of Things (IoT).
Inovasi ini menjadi salah satu bentuk implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Fokusnya adalah poin ketujuh tentang penyediaan energi yang terjangkau, andal, berkelanjutan, dan modern bagi semua pada tahun 2030.
Pemanfaatan Potensi Angin di Wilayah Pesisir
Gagasan SAVODUS berangkat dari kondisi geografis Surabaya yang berada di wilayah pesisir. Kondisi tersebut dinilai memiliki potensi energi angin yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber listrik alternatif. “Surabaya memiliki rata-rata tekanan udara yang cukup tinggi karena berada di daerah pesisir atau dekat dengan pantai. Angin dari laut seharusnya dapat dimanfaatkan sebagai sumber listrik,” ujar Frizka saat mempresentasikan ide tersebut dalam Final Airlangga Innovation Technology Competition (AITC) 2024.
Melalui rancangan tersebut, tim Savodus berupaya mengoptimalkan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT). Pemanfaatan energi angin diharapkan mampu menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi yang kurang ramah lingkungan.
Perancangan Sistem dan Tantangan Pengembangan
Dalam proses pengembangannya, tim Savodus merancang konsep sistem alat secara bertahap dengan menggunakan perangkat lunak Computer-Aided Design (CAD). Perancangan tersebut bertujuan untuk menggambarkan proses produksi sekaligus integrasi berbagai komponen yang dibutuhkan dalam sistem.
Selain itu, konsep SAVODUS juga mempertimbangkan sejumlah aspek strategis melalui analisis SWOT. Inovasi ini menawarkan sejumlah keunggulan, antara lain menghadirkan pembaruan dalam pemanfaatan energi terbarukan, memiliki rancangan sistem yang terstruktur, serta memungkinkan integrasi dari berbagai bidang teknologi.
Namun, beberapa tantangan juga muncul dalam pengembangan inovasi tersebut. Ketersediaan komponen tertentu masih relatif terbatas di pasaran dan sebagian besar hanya dapat diperoleh melalui platform e-commerce. Selain itu, biaya produksi alat inovatif menjadi salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan dalam proses pengembangan. Apabila ide ini direalisasikan, potensi gangguan dari hewan terbang maupun hewan nokturnal juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi kinerja alat.
Harapan Dukungan untuk Pengembangan Inovasi
Pengembangan ide SAVODUS membutuhkan dukungan dari berbagai pihak agar konsep inovasi dapat diuji dan dikembangkan lebih lanjut. Ketersediaan fasilitas laboratorium menjadi salah satu kebutuhan penting untuk mendukung proses penelitian serta pengujian sistem. Selain itu, dukungan dari mitra, pemangku kepentingan, maupun pemerintah diharapkan dapat membantu proses pengembangan teknologi energi terbarukan yang lebih aplikatif dan berkelanjutan.
Berkat gagasan inovatif tersebut, tim Savodus berhasil meraih Juara 3 dalam kategori Karya Tulis Ilmiah pada Airlangga Innovation Technology Competition (AITC) yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol.
[BACA JUGA: Fakultas Vokasi Universitas Airlangga Memperkuat Sinergi Guna Mewujudkan Wilayah Bebas Korupsi]
Penulis: Cheiza Xaviera
Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)



