VOKASI NEWS – Inovasi meja pemeriksaan X-ray Portable yang dirancang oleh Mahasiswa D4 TRP untuk optimalisasi proteksi radiasi sinar-X pada pasien bayi.
Proteksi radiasi merupakan tindakan yang dilakukan untuk mencagah dan atau mengurangi pengaruh paparan radiasi baik bagi pasien, petugas dan lingkungan hidup. Sinar-X merupakan salah satu jenis radiasi yang dimanfaatkan dalam bidang kesehatan, salah satunya dalam bidang radiografi (foto rontgen). Sinar-x ini merupakan gelombang elektromagnetik dengan panjang gelombang sangat pendek, memiliki frekuensi tinggi sehingga mampu menembus benda-benda.
Pemeriksaan radiografi pada pasien bayi umumnya melibatkan orang lain untuk immobilisasi pasien saat penyinaran berlangsung. Apabila tidak ada bantuan untuk memegangi pasien, kerap kali terjadi pengulangan pemeriksaan. Melalui inovasi meja pemeriksaan x-ray portable ini, diharapkan dapat mengurangi pengulangan pemeriksaan dan tidak melibatkan orang lain dalam immobilisasi pasien.
Desain Meja Pemeriksaan X-Ray Portable untuk Bayi
Desain rancang bangun meja pemeriksaan x-ray portable ini terdiri dari: fiksasi kepala, fiksasi tangan, fiksasi ekstremitas bawah, meja pasien; kaki meja lipat, serta cassette holder.

Fiksasi kepala tidak menempel meja (lepas-pasang) agar dapat difungsikan sesuai kondisi pasien, misalnya tidak digunakan pada pasien dengan klinis Hydrochepalus. Kaki meja dibuat seperti meja lipat. Alasan dibuatnya kaki meja terlipat adalah karena tidak semua ruang radiologi (seperti ruang mobile x-ray atau ruang radiologi IGD) menyediakan meja pemeriksaan. Adapun meja pasien terbuat dari bahan akrilik bening yang dapat dengan mudah ditembus berkas sinar-x. Meja pemeriksaan ini dapat dengan mudah dipindahkan sesuai kebutuhan.
Tujuan Dibuatnya Meja Pemeriksaan X-Ray Portable untuk Pasien Bayi
Meja pemeriksaan ini didesain agar mumpuni digunakan terhadap pasien bayi, tidak menimbulkan luka ataupun rasa sakit, serta menghasilkan citra yang optimal. Meja pemeriksaan ini dibuat portable untuk dapat dipindahkan sesuai kebutuhan. Alat fiksasi yang terpasang pada meja dapat membantu immobilisasi pasien sehingga orang lain tidak terpapar radiasi saat pemeriksaan berlangsung. Hal ini merupakan sebuah inovasi yang dibuat dengan tujuan proteksi radiasi.
BACA JUGA: KNV 2024, Kolaborasi 3 Bidang Soroti Potensi Kecerdasan Buatan Era Digital
Seperti disebutkan di atas, sinar-x mampu menembus benda-benda termasuk tubuh manusia. Sinar-x mampu menimbulkan efek bahaya radiasi. Oleh karenanya, upaya mengoptimalkan proteksi radiasi adalah hal yang sudah seharusnya dilakukan oleh orang-orang di bidangnya.
***
Penulis : Nur Mustika jalilah
Program Studi : D4 Teknologi Radiologi Pencitraan
Editor : Oky Sapto Mugi Saputro – Tim Branding Fakultas Vokasi UNAIR