Menyeimbangkan Akademik dan Karier: Perjalanan Naila Nurshabrina di Dunia Modeling

VOKASI NEWS – Kuliah Tetap Prioritas, Modeling Jadi Karier: Kisah Naila Nurshabrina.

Menempuh pendidikan tinggi sekaligus mengembangkan karier profesional membutuhkan komitmen, disiplin, serta kemampuan mengatur waktu dengan baik. Hal tersebut tercermin pada perjalanan Naila Nurshabrina Dwi Evria, mahasiswi Program Studi Manajemen Pemasaran Fakultas Vokasi Universitas Airlangga. Mahasiswi asal Surabaya yang saat ini berada di semester lima tersebut mampu menjalankan tanggung jawab akademik sekaligus berkarier di dunia modeling.

Minat terhadap dunia modeling telah muncul sejak usia dini. Aktivitas tersebut mulai dijalani sejak masa taman kanak-kanak dan terus berkembang hingga akhirnya menjadi profesi yang ditekuni secara profesional. Dalam perjalanan tersebut, dukungan keluarga menjadi faktor penting. Orang tua memberikan kepercayaan serta pendampingan penuh, baik dalam mengembangkan potensi nonakademik maupun menjaga fokus terhadap pendidikan formal.

Pendidikan sebagai Prioritas Utama

Keputusan memilih Program Studi Manajemen Pemasaran dilandasi oleh pertimbangan mengenai peluang karier dan kebutuhan dunia industri. Bidang pemasaran dinilai memiliki peran penting karena hampir seluruh sektor usaha membutuhkan kemampuan dalam komunikasi, branding, serta pengelolaan pasar. Menurut Naila, meskipun pemasaran bukan pilihan awal, bidang ini memberikan bekal keterampilan praktis yang relevan untuk dunia kerja maupun wirausaha setelah menyelesaikan pendidikan diploma.

Dalam menjalani aktivitasnya, Naila tetap menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama. Kegiatan modeling tidak pernah mengganggu jadwal perkuliahan karena pekerjaan yang diambil disesuaikan dengan waktu luang, terutama pada akhir pekan. Prinsip tersebut menjadi pedoman dalam menjaga keseimbangan antara kewajiban akademik dan pengembangan karier profesional.

Capaian Prestasi Akademik dan Nonakademik

Berbagai prestasi telah diraih sepanjang perjalanan pendidikannya. Pada bidang akademik, Naila pernah meraih medali emas Olimpiade IPA tingkat SMA serta Juara Dua Palang Merah Remaja tingkat Wira. Prestasi tersebut menunjukkan konsistensinya dalam mempertahankan kualitas akademik sejak masa sekolah.

Sementara itu, pada bidang nonakademik, pencapaian membanggakan diraih melalui keberhasilannya menyandang gelar Duta Muda Jawa Timur 2024. Dalam ajang tersebut, Naila juga memperoleh penghargaan Best Catwalk serta berhasil masuk dalam sepuluh besar finalis. Di dunia modeling, lebih dari seratus piagam penghargaan telah berhasil dikumpulkan dari berbagai kompetisi maupun kegiatan profesional.

Saat ini, fokus karier modelingnya diarahkan pada bidang busana pengantin. Selain menjadi sarana untuk menyalurkan minat, bidang tersebut juga berkembang menjadi profesi yang dijalani secara serius dan profesional.

Relevansi Ilmu Manajemen Pemasaran

Pengetahuan dalam bidang manajemen pemasaran memiliki keterkaitan erat dengan dunia modeling, khususnya dalam membangun personal branding. Pemahaman mengenai strategi komunikasi, pengelolaan citra diri, serta hubungan profesional dengan klien dan vendor menjadi modal penting dalam menjalani profesi tersebut.

Penerapan ilmu pemasaran dilakukan melalui pengelolaan portofolio digital, pemanfaatan media sosial secara profesional, serta penerapan etika kerja yang baik. Selain itu, Naila juga memisahkan identitas profesionalnya antara peran sebagai mahasiswa dan sebagai model. Strategi ini dilakukan untuk menjaga profesionalitas pada masing-masing bidang serta memastikan fokus akademik tetap terjaga selama masa perkuliahan.

Dukungan Lingkungan Kampus

Lingkungan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi nonakademik secara positif. Dukungan dari dosen, tenaga kependidikan, serta rekan mahasiswa menjadi motivasi tambahan bagi Naila untuk terus berprestasi.

Kepercayaan yang diberikan untuk terlibat sebagai pembawa acara dalam berbagai kegiatan internal fakultas turut menambah pengalaman dalam bidang komunikasi dan profesionalisme. Selain itu, keterlibatan dalam organisasi kemahasiswaan juga menjadi sarana untuk mengembangkan soft skill, seperti kepemimpinan, kerja sama tim, serta kemampuan manajemen waktu. Berbagai pengalaman tersebut turut membentuk karakter profesional yang adaptif dan bertanggung jawab.

Rencana Pengembangan Karier ke Depan

Setelah menyelesaikan pendidikan, Naila memiliki rencana untuk membangun wedding organizer sambil bekerja dan mengumpulkan modal sebagai langkah awal. Dalam jangka panjang, ia juga berencana mengembangkan agensi modeling serta terlibat lebih jauh dalam industri kreatif.

Seluruh rencana tersebut dijalankan dengan komitmen untuk terus belajar serta berinvestasi pada pengembangan diri, baik dari sisi akademik maupun profesional.

[BACA JUGA: Pancarona Ignite Perkuat Solidaritas Fungsionaris BEM Vokasi UNAIR]

Penulis: Novi Dwi Anggraeni

Pembimbing: –

Editor: Alkeshar (Humas Informasi Vokasi)