Jam Kerja dan Beban Kerja Fisik Sebagai Faktor Pemicu Kelelahan Kerja Sektor Konstruksi PT X

VOKASI NEWS – Sektor konstruksi merupakan salah satu bidang pekerjaan dengan tingkat risiko keselamatan dan kesehatan kerja yang tinggi. Kondisi tersebut disebabkan oleh tuntutan kemampuan fisik, konsentrasi, serta ketelitian dalam setiap proses pekerjaan. Kelelahan kerja merupakan salah satu permasalahan yang masih sering dijumpai pada sektor konstruksi. Kondisi ini dipengaruhi oleh karakteristik pekerjaan yang membutuhkan kemampuan fisik, konsentrasi, serta ketelitian dalam menyelesaikan setiap aktivitas kerja.

Kondisi tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya jam kerja dan beban kerja fisik yang diterima pekerja. Apabila kedua faktor tersebut tidak dikelola dengan baik, kelelahan kerja dapat menurunkan produktivitas, mengurangi konsentrasi, serta meningkatkan risiko terjadinya kesalahan maupun kecelakaan kerja. Oleh karena itu, pengendalian terhadap jam kerja dan beban kerja fisik menjadi bagian penting dalam penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan kerja.

Hubungan Jam Kerja dan Beban Kerja Fisik terhadap Kelelahan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja memiliki jam kerja yang melebihi batas normal. Selain itu, pekerja juga mengalami beban kerja fisik yang memerlukan perhatian serta tingkat kelelahan kerja pada kategori sedang. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan positif dengan kategori kuat antara jam kerja dan tingkat kelelahan kerja.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa semakin panjang jam kerja yang dijalani pekerja, maka kecenderungan terjadinya kelelahan kerja juga semakin meningkat. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan adanya hubungan positif dengan kategori sedang antara beban kerja fisik dan tingkat kelelahan kerja. Hal tersebut mengindikasikan bahwa semakin tinggi beban kerja fisik yang diterima pekerja, maka kecenderungan mengalami kelelahan kerja juga semakin besar.

Faktor Penyebab Meningkatnya Kelelahan Kerja

Jam kerja merupakan salah satu faktor yang berperan dalam memengaruhi kondisi fisik pekerja. Semakin panjang waktu yang digunakan untuk bekerja, terlebih apabila melebihi batas normal dan tidak diimbangi dengan waktu istirahat yang memadai, maka tubuh akan mengalami penurunan kemampuan dalam mempertahankan performa kerja. Di sisi lain, beban kerja fisik yang tinggi juga meningkatkan kebutuhan energi, konsumsi oksigen, dan denyut nadi sehingga tubuh bekerja lebih keras untuk menyelesaikan aktivitas yang dilakukan.

Strategi Pencegahan Kelelahan Kerja di Lingkungan Konstruksi

Temuan penelitian ini memperlihatkan bahwa pengaturan jam kerja yang sesuai serta pengendalian beban kerja fisik merupakan aspek penting dalam upaya pencegahan kelelahan kerja di PT X. Perusahaan perlu melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan lembur dan memastikan pekerja memperoleh waktu istirahat yang memadai. Selain itu, penggunaan alat bantu kerja perlu dioptimalkan untuk mengurangi beban fisik selama proses pekerjaan berlangsung.

Selain itu, pelaksanaan program peregangan otot sebelum bekerja, pemantauan kondisi kesehatan secara berkala, dan edukasi mengenai pencegahan kelelahan kerja dapat menjadi langkah preventif. Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, sehat, dan produktif.

[BACA JUGA: Postur Kerja dan Pencahayaan Tidak Memadai Picu Keluhan Muskuloskeletal Disorders (MSDs) bagi Pekerja Administratif]

Penulis: Sherly Kurnia Indah Muriani

Pembimbing: Dr. Neffrety Nilamsari,S.Sos., M.Kes

Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)