VOKASI NEWS – Jejak Emas Mahasiswa Lintas Karsa (JEMARI) 2026 resmi menutup seluruh rangkaian kegiatan melalui talkshow inspiratif dan awarding pemenang pada Minggu, 27 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi puncak rangkaian perlombaan esai yang ditujukan bagi siswa SMA/SMK/sederajat dan mahasiswa perguruan tinggi.
Mengusung tema “Generasi Kritis di Era Viral: Literasi Digital dan Kesadaran Sosial”, JEMARI 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi gagasan. Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk memahami pentingnya bersikap kritis, bijak, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media digital.
Perjalanan JEMARI 2026 hingga Babak Final
Rangkaian JEMARI 2026 diawali dengan babak penyisihan yang berlangsung secara daring pada Agustus 2026. Peserta kemudian melanjutkan perjuangan menuju babak final yang digelar melalui presentasi dan penilaian pada Sabtu, 26 September 2026.
Para finalis selanjutnya hadir dalam puncak acara pada Minggu, 27 September 2026. Rangkaian penutup dikemas melalui talkshow dan pemberian penghargaan kepada para pemenang sebagai bentuk apresiasi atas gagasan yang telah mereka tuangkan dalam kompetisi.
Bahas Tantangan Literasi Digital di Era Viral
Sesi talkshow menghadirkan Shintya Iftitah Dzikrullah, Wakil Presiden BEM Universitas Airlangga periode 2026, yang membahas pentingnya literasi digital dalam menghadapi perkembangan ruang digital. Literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi. Peserta diajak memahami pentingnya kemampuan untuk memahami, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi digital secara bijak, kritis, aman, dan beretika.
Pembahasan juga mengangkat cara kerja algoritma dalam menentukan konten yang muncul di hadapan pengguna. Reaksi emosional pengguna dapat memengaruhi konten yang direkomendasikan, sementara konten kontroversial berpotensi memperoleh perhatian lebih besar. Fenomena echo chamber turut menjadi perhatian. Kondisi tersebut dapat membuat seseorang lebih sering menerima informasi atau sudut pandang yang serupa dengan pandangannya sendiri. Jika tidak disadari, kondisi ini dapat mempersempit empati dan memperkuat sekat perbedaan di ruang digital.
Dorong Generasi Muda Lebih Bijak Merespons Isu SARA
Dalam menghadapi isu keberagaman serta SARA di ruang digital, peserta diajak membangun pengendalian emosi dan kesadaran diri. Salah satu langkah yang ditekankan ialah menyaring informasi sebelum memberikan reaksi. Peserta juga diajak memberikan jeda sebelum merespons informasi yang memicu emosi serta tidak ikut memperluas penyebaran konten negatif. Sikap tersebut dinilai penting agar ruang digital tidak semakin dipenuhi informasi yang dapat memperkeruh perbedaan.
Pembahasan literasi digital kemudian dikaitkan dengan peran mahasiswa dalam kehidupan sosial. Mahasiswa memiliki kapasitas intelektual, akses terhadap pengetahuan, serta potensi untuk berkontribusi dalam menyikapi berbagai persoalan di masyarakat. Peran tersebut tercermin melalui konsep Agent of Change, Social Control, Moral Force, Guardian of Value, dan Iron Stock. Konsep tersebut menempatkan mahasiswa sebagai generasi yang memiliki peran dalam membawa perubahan, mengawal kehidupan sosial, serta menjaga nilai-nilai yang berkembang di masyarakat.
BACA JUGA: Tingkatkan Potensi Mahasiswa, Metaverse 4.0 Wadahi Seminar Strategis dan Kompetisi Inovatif
Awarding Jadi Penutup Rangkaian JEMARI 2026
Usai talkshow, kegiatan dilanjutkan dengan awarding bagi para pemenang JEMARI 2026. Pemberian penghargaan menjadi bentuk apresiasi atas proses, kreativitas, dan gagasan yang telah dituangkan peserta selama mengikuti rangkaian perlombaan. Puncak kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama yang melibatkan para penerima penghargaan, finalis, panitia, serta pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan JEMARI 2026.
Berakhirnya rangkaian JEMARI 2026 membawa pesan bahwa generasi muda, khususnya mahasiswa, memiliki ruang untuk berkontribusi dalam membangun lingkungan digital yang lebih bijak dan inklusif. Melalui gagasan, literasi, dan kesadaran sosial, generasi muda diharapkan mampu menghadirkan dampak positif bagi masyarakat.
***
Penulis: Az-Zahra Ayudyni
Editor: Inviana (Tim Vokasi Branding)



