VOKASI UNAIR

Kadar Kolesterol LDL dan Hemoglobin A1c pada Pasien Diabetes Melitus Usia Lansia

VOKASI NEWS – Hemoglobin A1c menjadi kunci penting dalam memantau dan mengendalikan diabetes melitus, memberikan gambaran akurat tentang kadar glukosa darah rata-rata selama dua hingga tiga bulan terakhir.

Diabetes Melitus merupakan kondisi yang terjadi ketika adanya peningkatan kadar glukosa dalam darah. Hal tersebut disebabkan karena pankreas yang tidak dapat memproduksi hormon insulin atau hormon insulin yang dihasilkan tidak cukup. Penderita diabetes melitus yang tertinggi diderita pada rentang usia lansia. Ada beberapa pemeriksaan yang dapat digunakan untuk mengendalikan penyakit DM yaitu kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein) dan kadar hemoglobin A1c. 

BACA JUGA: Identifikasi dan Pengendalian Risiko Penggunaan B3 Dalam Upaya Pencapaian Zero Accident di Industri Kimia

Kolesterol Low Density Lipoprotein adalah salah satu jenis kolesterol yang paling banyak mengangkut kolesterol dan lemak di dalam darah. Sering disebut dengan istilah kolesterol jahat karena dapat menyebabkan pembentukan plak aterosklerosis. Aterosklerosis adalah tumpukan-tumpukan kolesterol yang melekat pada dinding pembuluh darah seperti plak. Aterosklerosis juga dapat terjadi pada penderita diabetes melitus pada saat hiperglikemia yaitu keadaan dimana kadar glukosa dalam darah tinggi. Pada saat hiperglikemia darah akan mengalami kekentalan sehingga transportasi darah ke jaringan akan terhambat.

Peran Hemoglobin A1c Terhadap Penderita DM

Hemoglobin A1c adalah salah satu pemeriksaan yang dilakukan dalam interval waktu 3 bulan sekali bagi penderita diabetes melitus. Pemeriksaan ini digunakan untuk menilai efek perubahan sebelum dan sesudah dilakukannya terapi pemberian obat. Molekul hemoglobin mengikat glukosa yang berada di dalam darah. Usia hemoglobin sesuai dengan glukosa darah yang telah terikat dan tertahan di dalam darah, biasanya bertahan sekitar 2 hingga 3 bulan. Ketika glukosa darah penderita semakin tinggi maka, akan semakin banyak juga glukosa yang berikatan dengan molekul hemoglobin.

Pasien DM harus dapat mengendalikan kadar glukosa darah dalam tubuh. Kadar glukosa darah yang tinggi akan menyebabkan kadar kolesterol LDL meningkat didalam darah. Pada RSUD Haji Provinsi Jawa Timur tahun 2023, sebanyak 100 pasien DM usia lansia melakukan pemeriksaan kolesterol LDL dan HbA1c. Didapatkan kadar kolesterol tinggi pada laki-laki dan perempuan berjumlah 26 pasien dan 52 pasien. Kadar hemoglobin A1c tinggi pada jenis kelamin laki-laki dan perempuan, yang masing-masing berjumlah 32 pasien dan 68 pasien.

Tingginya kadar kolesterol LDL pada usia lansia karena sejalan dengan bertambahnya usia jumlah lemak pada tubuh seseorang meningkat. Hal ini disebabkan karena pola makan yang tidak teratur, metabolisme tubuh yang menurun dan kurangnya aktivitas fisik. Meskipun sebagian besar kolesterol darah dihasilkan dari sintesis liver dan hanya sekitar 30% dari asupan kaya lemak. Akan tetapi sangat berpengaruh pada pola hidup seseorang terhadap risiko terjadinya aterosklerosis.

Sebagian besar kadar hemoglobin A1c pada penderita DM memiliki hasil yang meningkat. Pada usia lansia memiliki resiko lebih besar karena semakin menurunnya fungsi organ tubuh. Mengakibatkan menurunnya fungsi sel beta pankreas dalam memproduksi hormon insulin dan mempengaruhi kadar glukosa darah. Terdapat beberapa hal yang dapat meningkatkan kadar HbA1c yaitu tidak mengontrol jumlah dan jenis makanan yang dikonsumsi. Selain itu, stress dan tidak mengkonsumsi obat secara teratur juga dapat meningkatkan kadar hemoglobin A1c.

***

Penulis: Syahla Fadhilah Bin Smeer

Editor: Puspa Anggun Pertiwi

Share Media Sosmed

Pilihan Kategori

Name Link
Form permohonan peliputan, publikasi dan penerbitan
Panduan Prosedur Peliputan
Panduan Penulisan Artikel

Pastikan karya kamu sesuai panduan yang ada ya voks, tetap semangat!