Kenali Golongan Obat untuk Mewujudkan Penggunaan Obat yang Aman, Tepat, dan Bertanggung Jawab di Masyarakat

VOKASI NEWS – Penggunaan obat yang tepat dan sesuai aturan merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan masyarakat. Namun, masih ditemukan masyarakat yang belum memahami perbedaan golongan obat serta aturan penggunaannya. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kesalahan penggunaan obat yang berpotensi menimbulkan efek samping maupun kegagalan terapi.

Sebagai upaya meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan VOKASI UNAIR melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan mengenai penggolongan obat dan cerdas menggunakan obat. Kegiatan ini menyasar ibu-ibu PKK di Balai Pertemuan RT 01 Graha Bunder Asri, Gresik, pada 18 April 2026.

Meningkatkan Pemahaman Masyarakat tentang Golongan Obat

Kegiatan penyuluhan bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai klasifikasi obat yang beredar di Indonesia. Materi yang disampaikan meliputi obat bebas, obat bebas terbatas, Obat Wajib Apotek atau OWA, obat keras, narkotika, dan psikotropika.

Penyampaian materi dilakukan secara edukatif dan interaktif dengan menggunakan media poster. Media tersebut membantu peserta memahami informasi dengan lebih mudah. Selain menjelaskan karakteristik masing-masing golongan obat, mahasiswa juga memberikan informasi mengenai simbol atau tanda khusus yang terdapat pada kemasan obat.

Obat bebas dijelaskan sebagai obat yang dapat diperoleh tanpa resep dokter dan ditandai dengan lingkaran hijau. Sementara itu, obat bebas terbatas memiliki tanda lingkaran biru. Penggunaan obat bebas terbatas tetap perlu memperhatikan peringatan yang tercantum pada kemasan.

Pentingnya Penggunaan Obat Secara Bijak

Materi penyuluhan juga menekankan pentingnya penggunaan obat secara rasional. Obat Wajib Apotek dapat diperoleh melalui pelayanan apoteker sesuai ketentuan yang berlaku. Adapun obat keras hanya dapat diperoleh dengan resep dokter karena memiliki risiko lebih tinggi apabila digunakan tanpa pengawasan tenaga kesehatan.

Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai narkotika dan psikotropika. Kedua golongan obat tersebut harus digunakan di bawah pengawasan dokter. Penyalahgunaan narkotika dan psikotropika dapat menimbulkan ketergantungan serta berbagai dampak kesehatan lainnya.

Mahasiswa juga menekankan bahwa penggunaan obat yang rasional perlu memperhatikan jenis obat, dosis, aturan pakai, dan jangka waktu penggunaan. Dengan pemahaman tersebut, masyarakat diharapkan tidak sembarangan membeli atau mengonsumsi obat tanpa informasi yang jelas.

Antusiasme Peserta dalam Kegiatan Edukasi

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat respons positif dari peserta. Ibu-ibu PKK menunjukkan antusiasme tinggi selama sesi penyampaian materi maupun diskusi. Berbagai pertanyaan diajukan terkait penggunaan obat yang sering ditemukan di lingkungan keluarga.

Beberapa pertanyaan berkaitan dengan perbedaan tanda pada kemasan obat, aturan pembelian obat, serta kapan masyarakat perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Diskusi tersebut menunjukkan bahwa edukasi mengenai penggolongan obat masih sangat dibutuhkan karena berkaitan langsung dengan kebiasaan penggunaan obat di rumah.

Melalui sesi diskusi, peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya membaca informasi pada kemasan obat sebelum digunakan. Edukasi ini juga mendorong peserta untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila mengalami keraguan dalam penggunaan obat.

Mendukung Peningkatan Literasi Kesehatan

Kegiatan penyuluhan kesehatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi peran mahasiswa keperawatan dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Melalui edukasi yang berkelanjutan, masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam memilih, menggunakan, dan menyimpan obat sesuai ketentuan yang berlaku.

Peningkatan pengetahuan mengenai penggolongan obat diharapkan mampu mendukung penggunaan obat yang aman, efektif, dan rasional. Dengan demikian, masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga kesehatan diri sendiri maupun keluarga.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa D-III Keperawatan VOKASI UNAIR berharap masyarakat semakin memahami bahwa obat tidak boleh digunakan sembarangan. Pemahaman yang baik mengenai golongan obat dapat membantu mencegah kesalahan penggunaan obat di lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar.

[BACA JUGA: Masih Mengira Obat Setengah Padat Hanya Salep?]

Penulis: Dwi Ayu Wulandari

Editor: Inviana (Tim Vokasi Branding)