VOKASI NEWS – Obat adalah suatu bahan tunggal atau kombinasi yang dimanfaatkan dalam sektor kesehatan untuk menghindari, mendiagnosis, meredakan, dan menyembuhkan berbagai penyakit yang menyerang manusia.
Lebih jauh, obat juga berperan dalam memulihkan kondisi fisik, memperbaiki kesehatan, serta mempertahankan keseimbangan proses fisiologis. Di dalam dunia medis, obat tidak hanya digunakan untuk menyembuhkan penyakit. Obat juga memiliki peran penting dalam kegiatan promotif dan preventif guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Pengertian Obat
Obat merupakan zat yang digunakan untuk merubah atau menyelidiki sistem fisiologis serta keadaan patologis dengan maksud untuk memberikan keuntungan terapeutik bagi pihak yang dirawat. Obat dapat berasal dari sejumlah sumber yang berbeda, termasuk bahan alami seperti tumbuhan dan hewan, bahan buatan hasil rekayasa kimia, serta bahan semi-sintetis yang merupakan hasil modifikasi dari zat-zat alami. Keanekaragaman sumber ini membuka peluang untuk pengembangan obat yang semakin manjur dan sesuai dengan keperluan pengobatan.
Menurut Yogi Hernawan (2022), setiap obat dalam bidang farmasi harus memenuhi tiga aspek utama, yaitu keamanan, efektivitas, dan kualitas. Sebelum dapat digunakan oleh masyarakat, obat harus melalui berbagai tahapan penelitian dan uji klinis untuk memastikan keamanan serta manfaatnya.
Oleh karena itu, penggunaan obat perlu dilakukan secara tepat dan rasional. Hal tersebut mencakup kesesuaian indikasi, dosis, cara penggunaan, serta kondisi pasien agar manfaat pengobatan dapat diperoleh secara optimal dengan risiko efek samping yang minimal.
Pentingnya Memahami Penggolongan Obat
Sebagai Upaya meningkatkan pengetauhan Masyarakat, khususnya ibu PKK, mahasiswa D-III Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan edukasi mengenai penggolongan obat. Dalam sektor kesehatan, obat-obatan memiliki fungsi yang krusial dalam mencegah, mengatasi, dan mengontrol berbagai masalah yang muncul dalam tubuh manusia. Setiap kategori obat beroperasi dengan cara yang spesifik dan disesuaikan dengan sistem tubuh yang terpengaruh.
Dengan demikian, penting untuk memahami pengelompokan obat berdasarkan pengaruhnya terhadap sistem tubuh agar penggunaannya bisa lebih tepat dan efektif. Ulasan ini akan membahas pengelompokan obat berdasarkan sistem tubuh yang terlibat. Pembahasan mencakup obat untuk sistem pernapasan, kardiovaskular, saraf, pencernaan, saluran kemih, muskuloskeletal, endokrin, kulit, pendengaran, penglihatan, dan sistem imun.
Selain itu, ulasan ini juga membahas obat yang digunakan dalam pengobatan kanker serta penyakit yang bersifat endemik maupun pandemik. Menurut Putri Nabila (2020), pemahaman mengenai klasifikasi obat dapat membantu masyarakat mengenali fungsi dan peran masing-masing jenis obat dalam upaya menjaga dan meningkatkan kesehatan tubuh.
Pelaksanaan Edukasi Kesehatan
Proses ini dimulai ketika tim edukasi melakukan interaksi langsung dengan para ibu. Pada tahap Sosialisasi ini, sebelum menyajikan materi melaksanakan pre-test untuk menilai tingkat pemahaman awal masyarakat mengenai topik yang akan dibahas. Selain itu, terdapat pertukaran komunikasi melalui diskusi santai yang dirancang untuk meningkatkan partisipasi peserta. Tahap Terminasi ini dimulai ketika tim mulai menyampaikan isi edukasi yang menjelaskan bagaimana obat bekerja dalam sistem tubuh serta penyampaian secara langsung. Pengetahuan dari tim disampaikan dengan cara yang jelas melalui penjelasan, contoh nyata, dan penggunaan media pendukung agar lebih mudah dipahami.
Di fase ini, pengalaman dan informasi diubah menjadi format yang lebih sistematis untuk memudahkan audiens dalam menerima. Pada Tahap Kombinasi, Fase ini terlihat saat semua informasi yang sudah disampaikan digabungkan dengan pemahaman peserta. Setelah materi diselesaikan, tim melaksanakan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan masyarakat dengan membandingkan hasil sebelum dan setelah program edukasi.
Terakhir Tahap Internalisasi, Tahap ini muncul ketika masyarakat mulai merasakan dan memahami pengetahuan yang telah diberikan. Hasil dari tahap ini dapat dilihat melalui peningkatan nilai post-test dan tanggapan peserta terhadap materi yang disajikan. Selain itu, tim juga mendokumentasikan kegiatan dengan foto dan video selama acara berlangsung sebagai bagian dari penguatan dan penyebaran informasi.
Manfaat Edukasi Pada Masyarakat
Melalui kegiatan edukasi ini Ibu-ibu PKK di Desa Pucuk Lamongan mendapat banyak manfaat dari edukasi penggologan obat. Informasi tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat meningkatkan pemahaman mengenai penggunaan obat yang aman dan tepat. Hal ini juga bertujuan untuk meminimalkan risiko kesalahan penggunaan obat serta mendukung tercapainya kesehatan masyarakat yang lebih baik.
Selain itu, edukasi penggolongan obat dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk selalu membaca informasi pada kemasan obat, memahami simbol atau tanda penggolongan obat. Diharapkan juga masyarakat dapat mengerti klasifikasi obat menurut sistem tubuh dan menggunakan obat dengan cara yang aman serta bijaksana.
[BACA JUGA : Mahasiswa D3 Keperawatan Universitas Airlangga Tingkatkan Pengetahuan Ibu Rumah Tangga tentang Penggunaan Sediaan Obat Cair]
Penulis : Vina Oktavia Safitri
Pembimbing: Susilo Harianto
Editor : Vioretha (Tim Vokasi Branding)
Sumber:
Firmansyah, F., & Duppa, M. T. (2022). Potensi Ekstrak Kulit Buah Terong Belanda (Solanum betaceum Cav.) Dalam Sediaan Sirup Sebagai Imunomodulator Pencegah Covid-19 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia, 8(2), 217–230.



