Kenali Obat Sebelum Mengonsumsinya: Meningkatkan Literasi Kesehatan dari Lingkungan Keluarga

VOKASI NEWS – Pemahaman mengenai penggolongan obat masih menjadi tantangan di masyarakat. Ketika anggota keluarga mengalami demam, batuk, atau keluhan kesehatan ringan lainnya, obat sering menjadi pilihan pertama untuk membantu pemulihan. Namun, tidak semua masyarakat memahami perbedaan jenis obat, aturan penggunaan, maupun risiko yang dapat muncul apabila obat digunakan secara tidak tepat.

Kurangnya pemahaman tersebut dapat mendorong penggunaan obat berdasarkan pengalaman pribadi atau rekomendasi orang lain tanpa mempertimbangkan keamanan dan ketepatan penggunaannya. Oleh sebab itu, mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga menggelar edukasi penggolongan obat bagi ibu-ibu PKK RT 01/RW 06 Pakal Nagan Baru, Kecamatan Pakal, Surabaya.

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan literasi kesehatan masyarakat sekaligus mendorong penggunaan obat yang lebih aman, tepat, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Pentingnya Peran Ibu dalam Penggunaan Obat Keluarga

Ibu rumah tangga dipilih sebagai sasaran utama kegiatan karena memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan keluarga. Selain mengatur kebutuhan rumah tangga, ibu juga sering menjadi pihak pertama yang mengambil keputusan ketika anggota keluarga mengalami gangguan kesehatan.

Oleh karena itu, pemahaman yang baik mengenai penggolongan obat diharapkan dapat membantu keluarga menggunakan obat secara lebih bijak. Dengan demikian, risiko kesalahan penggunaan obat dapat diminimalkan sejak dari lingkungan rumah.

Edukasi Penggolongan Obat Secara Interaktif

Sebelum penyampaian materi, peserta mengikuti pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal mengenai penggolongan obat. Selanjutnya, peserta memperoleh edukasi yang disampaikan secara interaktif melalui diskusi dan tanya jawab.

Materi yang diberikan meliputi berbagai golongan obat yang umum ditemukan di masyarakat, seperti obat bebas, obat bebas terbatas, obat keras, Obat Wajib Apotek (OWA), psikotropika, dan narkotika. Selain itu, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai arti simbol atau logo yang tertera pada kemasan obat.

Melalui pemahaman tersebut, peserta dapat mengenali jenis obat dengan lebih mudah sekaligus memahami tingkat kehati-hatian yang diperlukan dalam penggunaannya. Tidak hanya itu, peserta juga memperoleh informasi mengenai dosis, waktu penggunaan, serta pentingnya mengikuti petunjuk penggunaan obat secara benar.

Meningkatkan Kesadaran tentang Efek Samping Obat

Selain membahas penggolongan obat, kegiatan ini juga memberikan edukasi mengenai efek samping obat. Peserta memperoleh pemahaman bahwa setiap obat memiliki manfaat sekaligus potensi efek samping apabila digunakan tidak sesuai aturan.

Karena itu, masyarakat perlu lebih cermat dalam menggunakan obat dan tidak ragu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila memiliki pertanyaan terkait penggunaannya. Dengan langkah tersebut, penggunaan obat dapat menjadi lebih aman dan efektif.

Antusiasme Peserta dalam Sesi Diskusi

Suasana kegiatan semakin aktif ketika sesi diskusi dimulai. Peserta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai penggunaan obat yang sering ditemukan di rumah. Beberapa topik yang dibahas meliputi perbedaan obat generik dan obat bermerek, pemilihan obat untuk keluhan ringan, serta keamanan penggunaan obat pada anak dan lansia.

Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap kesehatan keluarga. Selain menjadi sarana edukasi, kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman yang bermanfaat bagi seluruh peserta.

Membangun Literasi Kesehatan dari Lingkungan Keluarga

Melalui edukasi penggolongan obat, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya penggunaan obat yang aman, tepat, dan rasional. Pengetahuan tersebut dapat menjadi bekal untuk mengambil keputusan yang lebih baik dalam menjaga kesehatan keluarga.

Pada akhirnya, keluarga merupakan lingkungan pertama dalam membentuk perilaku hidup sehat. Ketika anggota keluarga memahami penggolongan obat dan cara penggunaannya dengan benar, maka penggunaan obat yang lebih bijak dapat terwujud. Dengan demikian, literasi kesehatan masyarakat dapat terus meningkat dan mendukung terciptanya keluarga yang sehat serta mandiri.

[BACA JUGA: Kenali Sebelum Mengonsumsi: Edukasi Penggolongan Obat Tingkatkan Kesadaran Masyarakat]

Penulis : Kelompok 2 GR 2C

Dosen Pembimbing: Dr. Susilo Harianto, S.Kep., Ns., M.Kep.

Editor: Sinta Rahmah (Tim Vokasi Branding)