Keterbatasan Alat Bukan Hambatan: Phased Array Torso Coil sebagai Alternatif MRI Lutut

Perbandingan kualitas citra MRI lutut menggunakan volume knee coil dan phased array torso coil

VOKASI NEWS – Cedera lutut merupakan salah satu kasus muskuloskeletal yang sering dijumpai di fasilitas pelayanan kesehatan. Untuk menegakkan diagnosis secara akurat, Magnetic Resonance Imaging (MRI) menjadi modalitas pilihan. Modalitas ini mampu menampilkan jaringan lunak, seperti ligamen, meniskus, tendon, dan kartilago, dengan sangat baik. Idealnya, pemeriksaan MRI lutut menggunakan volume knee coil. Radiofrequency (RF) coil tersebut dirancang mengikuti anatomi lutut sehingga mampu menghasilkan kualitas citra yang optimal.

Namun, tidak semua rumah sakit memiliki volume knee coil. Keterbatasan sarana ini sering menjadi tantangan karena dapat menghambat pelayanan apabila pemeriksaan hanya bergantung pada satu jenis coil. Kondisi tersebut mendorong perlunya alternatif coil yang tetap mampu menghasilkan kualitas citra diagnostik. Salah satu pilihan yang dapat dimanfaatkan adalah phased array torso coil. Coil ini umumnya telah tersedia pada sebagian besar sistem MRI. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kelayakan phased array torso coil sebagai alternatif pada pemeriksaan MRI lutut.

Evaluasi Kualitas Citra MRI

Penelitian ini mengevaluasi kualitas citra MRI lutut sequence STIR irisan coronal menggunakan empat parameter kuantitatif. Parameter tersebut meliputi Signal-to-Noise Ratio (SNR), Contrast-to-Noise Ratio (CNR), resolusi spasial melalui perhitungan ERS, dan scan time. Keempat indikator tersebut digunakan untuk menggambarkan kemampuan citra dalam menampilkan sinyal, membedakan kontras antarjaringan, serta memperlihatkan ketajaman batas anatomi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada nilai SNR antara penggunaan volume knee coil dan phased array torso coil. Nilai SNR phased array torso coil mencapai sekitar 82,63% dibandingkan volume knee coil. Temuan tersebut menunjukkan bahwa phased array torso coil mampu menghasilkan kualitas sinyal yang mendekati coil khusus lutut.

Perbandingan Parameter Citra

Berbeda dengan nilai SNR, nilai CNR dan resolusi spasial phased array torso coil masih lebih rendah dibandingkan volume knee coil. Phased array torso coil hanya mencapai 48,94% dari nilai CNR yang dihasilkan volume knee coil. Selain itu, nilai ERS yang dicapai hanya sebesar 41,42% dibandingkan volume knee coil.

Sementara itu, penelitian tidak menemukan perbedaan scan time antara penggunaan kedua coil. Kondisi tersebut terjadi karena parameter yang memengaruhi scan time dibuat sama pada kedua pemeriksaan.

Optimasi Penggunaan Coil

Menurut beberapa referensi, perbedaan kualitas citra terutama dipengaruhi oleh desain coil. Desain tersebut menentukan jarak antara organ yang diperiksa dan elemen receive coil. Semakin dekat posisi lutut terhadap elemen coil, semakin tinggi sensitivitas penerimaan sinyal radiofrekuensi. Akibatnya, kualitas sinyal yang diterima menjadi lebih baik. Receive coil yang ditempatkan dekat dengan anatomi juga berpotensi meningkatkan efisiensi penerimaan sinyal. Selain itu, kondisi tersebut mendukung kualitas citra yang lebih optimal (Blink, 2004; Asher et al., 2016; Westbrook & Talbot, 2019).

Berdasarkan temuan tersebut, optimasi dapat dilakukan dengan menempatkan lutut sedekat mungkin dengan phased array torso coil. Fiksasi juga diperlukan agar posisi pasien tetap stabil selama proses pemindaian. Teknik sederhana ini memungkinkan peningkatan kualitas sinyal yang diterima. Dengan demikian, visualisasi struktur anatomi berpotensi menjadi lebih baik.

Rekomendasi Penggunaan Phased Array Torso Coil

Hasil penelitian menunjukkan bahwa phased array torso coil masih dapat direkomendasikan sebagai alternatif pada pemeriksaan MRI lutut sequence STIR irisan coronal apabila volume knee coil tidak tersedia. Hal ini didukung oleh nilai SNR dan scan time yang tidak menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan volume knee coil.

Meskipun demikian, phased array torso coil masih memiliki keterbatasan. Nilai CNR dan resolusi spasial yang dihasilkan lebih rendah dibandingkan volume knee coil. Akibatnya, visualisasi kontras antarjaringan serta detail anatomi berukuran kecil menjadi kurang optimal. Oleh karena itu, penggunaan phased array torso coil perlu disertai optimalisasi posisi lutut terhadap coil agar kualitas citra tetap memadai untuk tujuan diagnostik.

[BACA JUGA: Kenali Stres Kerja dan Langkah Pencegahan]

***

Penulis: Eliza Maharani

Pembimbing: Muhaimin dan Fira Khadijah

Editor: Cheiza Xaviera (Tim Branding Vokasi)