VOKASI NEWS – Program Studi D-IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bersama S1 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNAIR dan Department of Environmental and Occupational Health, Faculty of Medicine and Health Sciences, Universiti Putra Malaysia (UPM), menyelenggarakan Joint Class in Occupational Health. Kegiatan berlangsung pada 28 September–2 Oktober 2026.
Sebanyak 11 mahasiswa UPM mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Joint Class in Occupational Health menjadi ruang pembelajaran bersama bagi mahasiswa UNAIR dan UPM. Kegiatan ini mempertemukan perspektif akademik, pengalaman lapangan, serta interaksi lintas budaya dalam bidang K3.
Welcome Ceremony Buka Rangkaian Joint Class
Rangkaian kegiatan diawali dengan Welcome Ceremony di VOKASI UNAIR. Kegiatan tersebut mempertemukan mahasiswa UPM dengan pimpinan fakultas, pengelola Program Studi D-IV K3, dosen, dan mahasiswa UNAIR.
Dekan VOKASI UNAIR Prof. Dian Yulie Reindrawati, S.Sos., M.M., Ph.D., Koordinator Program Studi D-IV K3 Dr. Neffrety Nilamsari, S.Sos., M.Kes., serta Prof. Juliana dari UPM turut memberikan sambutan. Ketiganya menekankan pentingnya kolaborasi akademik dan pertukaran pengalaman. Kolaborasi tersebut dinilai dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai kesehatan kerja.
Guest Lecture Perkuat Pemahaman Kesehatan Kerja
Salah satu agenda utama Joint Class adalah rangkaian guest lecture. Mahasiswa UNAIR dan UPM mengikuti pembahasan mengenai berbagai isu kesehatan kerja. Materi yang diberikan tidak hanya memperkuat pemahaman teori. Mahasiswa juga diajak melihat penerapan konsep kesehatan kerja dalam proses identifikasi dan pengendalian risiko.
Dosen Program Studi D-IV K3 Indah Lutfiya, S.KM., M.Kes., menyampaikan materi mengenai Health Risk Assessment (HRA). Materi tersebut memberikan dasar bagi mahasiswa untuk memahami proses penilaian risiko kesehatan melalui pengamatan terhadap kondisi dan aktivitas kerja. Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan materi “Hygiene Standard and Occupational Exposure Limit” yang disampaikan Dr. Putri Ayuni Alayyannur, S.KM., M.KKK. Materi ini memperkenalkan pentingnya standar higiene dan occupational exposure limit dalam menilai paparan yang berpotensi memengaruhi kesehatan pekerja.
Perspektif lain disampaikan Prof. Juliana Binti Jalaluddin melalui materi “Indoor Air”. Pembahasan mengenai kualitas udara dalam ruang memperluas pemahaman mahasiswa tentang kesehatan kerja. Kesehatan kerja tidak hanya berkaitan dengan kecelakaan atau bahaya yang terlihat secara langsung. Kondisi lingkungan kerja juga dapat memengaruhi kesehatan pekerja.
Pembelajaran semakin interaktif melalui sesi Kahoot yang diikuti mahasiswa dari kedua universitas. Tommy Alvindo dari VOKASI UNAIR serta Raja Nabil dan Khalisa dari UPM menjadi tiga peserta dengan hasil terbaik dalam sesi tersebut.
Industrial Visit Hubungkan Teori dengan Praktik
Pembelajaran kemudian dilanjutkan melalui industrial visit ke PT Fertilizer Inti Technology, JIIPE, Gresik. Kunjungan ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat penerapan K3 secara langsung di lingkungan kerja. Mahasiswa mempelajari sistem manajemen K3, mengikuti safety induction, mengenal program keselamatan perusahaan, serta melihat demonstrasi penggunaan peralatan pengukuran kualitas udara dalam ruang.
Pengalaman lapangan tersebut kemudian dihubungkan dengan materi HRA. Mahasiswa UPM melakukan observasi terhadap kondisi kerja selama kunjungan industri. Hasil observasi digunakan untuk menyusun analisis bahaya dan penilaian risiko kesehatan. Hasil analisis kemudian dipresentasikan di hadapan pihak perusahaan. Presentasi tersebut juga mendapatkan tanggapan dan konfirmasi dari pihak perusahaan.
Proses ini memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya penilaian risiko berdasarkan kondisi aktual di tempat kerja. Mahasiswa juga belajar menyampaikan hasil analisis kepada pihak yang memahami proses kerja secara langsung. Model pembelajaran tersebut membuat HRA tidak hanya dipahami sebagai formulir atau prosedur administratif. Mahasiswa belajar menghubungkan hasil observasi, identifikasi bahaya, penilaian risiko, serta komunikasi hasil penilaian dalam konteks pekerjaan nyata.
Pengalaman tersebut sekaligus melatih kemampuan mahasiswa dalam menyampaikan temuan secara sistematis. Mahasiswa juga belajar mempertanggungjawabkan hasil analisis melalui diskusi bersama praktisi industri.
Dosen UNAIR dan UPM Bertukar Pengetahuan
Pertukaran pengetahuan juga berlangsung melalui diskusi penelitian antara dosen UPM dan dosen Program Studi D-IV K3 VOKASI UNAIR. Forum ini menjadi ruang untuk berbagi pengalaman akademik sekaligus memperluas komunikasi antara kedua institusi. Kehadiran dosen dan mahasiswa dari dua negara dalam satu kelas memberikan pengalaman berbeda dari pembelajaran reguler. Mahasiswa dapat mengenal perspektif lain mengenai isu kesehatan kerja.
Perbedaan cara menyampaikan pendapat dan menyelesaikan tugas juga menjadi bagian dari pengalaman akademik. Interaksi tersebut mendukung kesiapan mahasiswa untuk menghadapi lingkungan kerja yang semakin terbuka secara global.
Belajar K3 Sekaligus Mengenal Budaya Indonesia
Joint Class in Occupational Health tidak hanya menghadirkan pembelajaran K3. Mahasiswa UPM juga mendapatkan kesempatan untuk mengenal lingkungan sosial dan budaya Indonesia melalui rangkaian cultural visit. Kegiatan dimulai dengan eksplorasi Kampus C UNAIR. Mahasiswa mengunjungi kawasan Rektorat dan danau kampus sebelum melanjutkan perjalanan ke sejumlah destinasi di Surabaya.
Destinasi tersebut meliputi Monumen Kapal Selam, wisata perahu Kali Mas, Jalan Tunjungan, dan Kota Lama Surabaya. Mahasiswa juga mengunjungi Batik Benang Raja dan pusat oleh-oleh Bu Rudy untuk mengenal produk budaya serta kuliner khas Jawa Timur. Pengalaman semakin berkesan melalui perjalanan ke Gunung Bromo menggunakan jeep. Mahasiswa menikmati sunrise dan menjelajahi Lautan Pasir, Savana, serta Kawah Bromo.
BACA JUGA: Duduk Bareng Dekan Vol. 1 Jadi Ruang Dialog Mahasiswa VOKASI UNAIR
Rangkaian perjalanan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Taman Dayu dan Masjid Cheng-Ho Pasuruan. Berbagai kegiatan tersebut menghadirkan suasana interaksi yang lebih santai antara mahasiswa UNAIR dan UPM. Mahasiswa dapat berbagi cerita, mengenal budaya masing-masing, dan membangun pertemanan lintas negara. Interaksi tersebut menjadi bagian dari pengalaman belajar yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik.
Melalui perpaduan pembelajaran K3, guest lecture, industrial visit, eksplorasi kampus, dan cultural visit, Joint Class in Occupational Health menjadi pengalaman internasional bagi mahasiswa UNAIR dan UPM. Kegiatan ini mempertemukan pengetahuan, pengalaman lapangan, budaya, dan kebersamaan. Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan K3 dan mempersiapkan diri menghadapi lingkungan kerja dengan perspektif global.
***
Penulis: Indah Lutfiya
Editor: Inviana (Tim Vokasi Branding)



