VOKASI NEWS – Transformasi digital mengubah cara industri perbankan mengembangkan layanan dan menjangkau nasabah. Perkembangan kecerdasan buatan serta teknologi finansial juga membuka peluang untuk memperluas akses keuangan, terutama di negara berkembang. Topik tersebut menjadi pembahasan dalam kuliah tamu internasional yang diselenggarakan Program Studi D-IV Perbankan dan Keuangan VOKASI UNAIR pada Kamis, 24 September 2026.
Mengusung tema “The Future of Banking: Digital Transformation, FinTech, and Financial Inclusion in Emerging Markets”, kegiatan ini berlangsung di Ruang 301, Gedung A, VOKASI UNAIR. Kuliah tamu menghadirkan Dr. Muhammad Masyhuri, pakar sekaligus Associate Professor dari Western Sydney University, Australia, dengan Ellien Meyrani sebagai moderator. Kegiatan ini diikuti mahasiswa mata kuliah Manajemen Pemasaran DJ-1.
AI dan FinTech Mengubah Lanskap Perbankan
Dalam pemaparannya, Dr. Masyhuri menjelaskan perkembangan teknologi yang mendorong perubahan dalam industri perbankan. Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), teknologi finansial (Financial Technology/FinTech), dan keuangan terdesentralisasi (Decentralized Finance/DeFi) menjadi bagian dari perkembangan yang memengaruhi cara lembaga keuangan beroperasi dan memberikan layanan.
Pemanfaatan teknologi tersebut membuka peluang bagi industri perbankan untuk mengembangkan layanan yang lebih adaptif. Di sisi lain, transformasi digital juga mendorong lembaga keuangan untuk terus menyesuaikan strategi dan kompetensi sumber daya manusia dengan kebutuhan industri.
Pembahasan turut menyoroti inklusi keuangan, yakni upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal. Perkembangan teknologi digital dinilai berpotensi membantu menjangkau kelompok masyarakat yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses terhadap layanan perbankan.
Kompetensi Baru untuk Profesional Keuangan
Sesi kuliah berlangsung interaktif melalui tanya jawab dan diskusi mahasiswa. Pembahasan berfokus pada perubahan peran tenaga kerja serta kebutuhan kompetensi di industri keuangan masa depan. Diskusi ini memperlihatkan pentingnya kesiapan mahasiswa dalam menghadapi lingkungan kerja yang semakin terdigitalisasi.
Dr. Masyhuri menekankan bahwa calon profesional perbankan tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan analisis keuangan konvensional. Literasi data, pemahaman teknologi terapan, prinsip keberlanjutan atau Environmental, Social, and Governance (ESG), serta kemampuan menyampaikan narasi bisnis yang kuat juga menjadi kompetensi yang relevan.
“Dunia keuangan sekarang tidak hanya soal mengurus transaksi harian, tetapi bagaimana menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan. Penggunaan AI dan analisis data jadi kunci utama untuk menghadapi tantangan global,” ujar Dr. Masyhuri saat menyampaikan materi.
Pesan tersebut menegaskan bahwa perkembangan teknologi perlu diimbangi kemampuan mengolah informasi, memahami kebutuhan nasabah, dan mengambil keputusan bisnis secara tepat. Perpaduan kompetensi keuangan dan digital menjadi salah satu bekal bagi mahasiswa untuk memasuki industri yang terus berubah.
BACA JUGA: Dental Visit 2026 Jembatani Pembelajaran Mahasiswa TKG VOKASI UNAIR dengan Industri
Perluas Wawasan Mahasiswa melalui Perspektif Global
Kuliah tamu internasional ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal perkembangan industri perbankan dari perspektif akademisi yang berkiprah di tingkat internasional. Materi yang disampaikan menghubungkan pembelajaran di kelas dengan isu aktual, mulai dari transformasi digital hingga perluasan akses layanan keuangan.
Melalui kegiatan ini, Program Studi D-IV Perbankan dan Keuangan VOKASI UNAIR berupaya memperluas wawasan mahasiswa mengenai tren teknologi dan kebutuhan kompetensi di sektor keuangan. Pemahaman tersebut diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan analitis, literasi digital, dan kesiapan menghadapi dinamika industri perbankan global.
***
Editor: M. Alkeshar Rinaldi (Tim Branding Vokasi)



