Kurangi Rasa Takut Anak, Mahasiswa Keperawatan Vokasi Unair Edukasi Pengambilan Sampel Darah

VOKASI NEWS – Mahasiswa D-III Keperawatan VOKASI UNAIR mengedukasi anak tentang pengambilan sampel darah melalui permainan dan simulasi untuk mengurangi rasa takut.

Prosedur pengambilan sampel darah merupakan salah satu tindakan medis yang paling sering dilakukan dalam pelayanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan laboratorium hingga penegakan diagnosis penyakit. Namun, bagi sebagian anak, prosedur ini sering kali menimbulkan rasa takut dan cemas. Apabila tidak ditangani dengan baik, ketakutan tersebut dapat berkembang menjadi trauma medis yang membuat anak enggan menjalani tindakan serupa di kemudian hari.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa D-III Keperawatan VOKASI UNAIR menggelar kegiatan edukasi mengenai pengambilan sampel darah bagi anak usia sekolah dasar. Edukasi dikemas secara interaktif dan menyenangkan agar anak lebih memahami prosedur medis sekaligus mengurangi kecemasan saat menghadapi pemeriksaan darah. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

Pentingnya Mengenalkan Prosedur Medis Sejak Dini

Pengambilan sampel darah merupakan prosedur untuk mengambil darah dari sistem peredaran darah, baik melalui vena maupun kapiler. Prosedur ini dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk membantu diagnosis, memantau perkembangan penyakit, serta mengevaluasi keberhasilan pengobatan. Tindakan tersebut menjadi bagian penting dalam berbagai pelayanan kesehatan.

Anak usia 6–10 tahun berada pada tahap perkembangan kognitif dan motorik yang pesat. Oleh karena itu, prosedur medis perlu dijelaskan dengan metode yang sesuai. Pada rentang usia ini, anak lebih mudah memahami informasi melalui media visual, aktivitas interaktif, dan pengalaman langsung. Pendekatan tersebut dinilai lebih efektif dibandingkan penjelasan secara verbal.

Belajar Tanpa Takut Melalui Permainan

Salah satu penyebab utama kecemasan anak terhadap pengambilan darah adalah kurangnya informasi mengenai prosedur yang akan dijalani. Oleh karena itu, mahasiswa menghadirkan pendekatan yang lebih menyenangkan melalui video animasi, alat peraga medis, dan simulasi permainan peran.

Anak diperkenalkan dengan berbagai peralatan medis, seperti jarum suntik mainan dan tourniquet tiruan, sehingga mereka dapat mengenali bentuk dan fungsi alat tanpa merasa terancam. Selain itu, mahasiswa memberikan penjelasan secara bertahap mengenai setiap tahapan pengambilan sampel darah agar anak merasa lebih siap ketika harus menjalani prosedur yang sebenarnya.

Simulasi Meningkatkan Pemahaman Anak

Selain menyaksikan video edukasi, anak-anak diajak mengikuti simulasi permainan peran sebagai dokter dan perawat. Melalui kegiatan tersebut, mereka mempraktikkan tahapan sederhana pengambilan sampel darah menggunakan alat peraga.

Pendekatan berbasis permainan ini membantu anak memahami prosedur medis dengan cara yang menyenangkan sekaligus membangun pengalaman positif. Dengan demikian, rasa takut terhadap tindakan medis dapat berkurang dan digantikan dengan rasa ingin tahu serta keberanian.

Edukasi Berhasil Meningkatkan Pengetahuan Anak

Kegiatan edukasi dilaksanakan di Jalan Zamrud V, Perumahan Graha Bunder Asri, Gresik, dan diikuti oleh sepuluh anak usia sekolah dasar. Rangkaian kegiatan meliputi ice breaking, pemutaran video edukasi, pengenalan alat peraga medis, simulasi permainan peran, hingga sesi tanya jawab.

Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan. Sebelum mengikuti edukasi, hanya dua dari sepuluh peserta yang memahami prosedur pengambilan sampel darah, sementara delapan anak mengaku takut terhadap jarum suntik.

Setelah kegiatan berlangsung, sembilan dari sepuluh anak mampu menjelaskan tahapan dasar pengambilan sampel darah dengan benar. Selain itu, jumlah anak yang masih merasa takut terhadap jarum suntik berkurang menjadi tiga orang.

Membangun Keberanian Anak Menghadapi Tindakan Medis

Melalui program edukasi ini, diharapkan anak-anak memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai tujuan dan proses pengambilan sampel darah sehingga tumbuh rasa percaya diri ketika harus menjalani pemeriksaan medis.

Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa D-III Keperawatan VOKASI UNAIR dalam mendukung promosi kesehatan, meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, serta membangun kesiapan mental anak menghadapi prosedur medis sejak usia dini.

[BACA JUGA: Penerapan Optical Character Recognition dalam Sistem Digitalisasi Arsip Dokumen Gudang PT INKA]

Penulis: Mia Silvi Angelina

Editor: Inviana (Tim Vokasi Branding)