VOKASI NEWS – Penggunaan obat pada kelompok lanjut usia memerlukan perhatian khusus karena perubahan fungsi tubuh dapat memengaruhi respons terhadap terapi. Selain obat oral seperti tablet dan kapsul, terdapat bentuk sediaan obat lain yang digunakan pada kondisi tertentu, yaitu patch transdermal dan inhalasi. Kedua bentuk sediaan ini digunakan untuk membantu penghantaran obat secara lebih tepat sesuai kebutuhan kesehatan dan kondisi pasien lanjut usia (Kementerian Kesehatan RI, 2022).
Kelompok lanjut usia sering menghadapi tantangan dalam penggunaan obat, seperti kesulitan menelan dan penggunaan beberapa jenis obat dalam waktu bersamaan. Selain itu, penurunan fungsi organ juga dapat memengaruhi efektivitas terapi.
Oleh karena itu, pemilihan bentuk sediaan obat menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan pengobatan. Penggunaan sediaan khusus yang sesuai dapat membantu meningkatkan kenyamanan sekaligus mendukung kepatuhan terapi pada kelompok lanjut usia (Kua dkk., 2021).
Mengenal Patch Transdermal
Patch transdermal merupakan sediaan obat berbentuk tempelan pada kulit yang bekerja dengan menghantarkan zat aktif secara perlahan ke dalam tubuh. Sediaan ini memungkinkan obat diserap secara bertahap sehingga efek terapinya lebih stabil.
Sistem ini digunakan untuk membantu menjaga kadar obat tetap stabil dalam darah serta mengurangi kebutuhan pemberian obat berulang. Pada kelompok lanjut usia, patch transdermal dapat menjadi pilihan pada kondisi tertentu, terutama apabila terdapat kesulitan penggunaan obat oral atau kebutuhan terapi jangka panjang (Prausnitz & Langer, 2021).
Pemanfaatan patch transdermal juga memerlukan perhatian terhadap kondisi kulit dan aturan penggunaan. Area penempelan perlu dijaga kebersihannya dan penggantian patch dilakukan sesuai petunjuk agar efektivitas terapi tetap optimal. Penggunaan yang tidak sesuai dapat memengaruhi jumlah obat yang terserap maupun meningkatkan risiko iritasi pada kulit (Goldštajn dkk., 2023).
Namun Masih banyak lansia yang keliru menempelkan patch transdermal (plester obat) langsung di atas kulit yang terluka, memar. Agar penyerapan obat optimal dan mencegah iritasi lanjutan, plester sebaiknya ditempelkan pada area kulit utuh yang berada tepat di sebelah area yang bermasalah tersebut.
Sebagai upaya meningkatkan pengetahuan kesehatan masyarakat, mahasiswa D3 Keperawatan Fakultas Vokasi UNAIR menyelenggarakan kegiatan edukasi mengenai sediaan obat khusus bagi kelompok lansia. Kegiatan ini dilaksanakan di Dusun Bulu Gondang, Desa Bulu Margi, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan. Kegiatan ini menggunakan media edukasi berupa papan obat dan leaflet yang dirancang dengan tampilan sederhana, serta mudah dipahami oleh peserta.
Penggunaan Inhalasi pada Lansia
Sediaan inhalasi merupakan metode pemberian obat melalui saluran pernapasan menggunakan alat tertentu, seperti inhaler atau nebulizer. Bentuk sediaan ini banyak digunakan pada gangguan pernapasan kronis, termasuk penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Sediaan ini juga umum digunakan pada pasien asma, terutama pada kelompok lanjut usia. Penggunaan inhalasi bertujuan membantu penghantaran obat langsung menuju saluran napas sehingga efek terapi dapat berlangsung lebih cepat dan terarah (Wen dkk., 2024).
Ketepatan penggunaan alat inhalasi menjadi faktor penting agar obat dapat masuk ke saluran napas secara optimal. Pada kelompok lanjut usia, keterbatasan koordinasi gerakan, penglihatan, atau daya ingat dapat memengaruhi teknik penggunaan inhaler. Oleh sebab itu, pemahaman mengenai langkah penggunaan alat, waktu pemakaian, serta kebersihan perangkat menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan terapi (Molimard dkk., 2021).
Salah satu contoh inhalasi adalah produk seperti Fresh Care yang sering digunakan lansia untuk meredakan hidung tersumbat. Namun, sebagian lansia masih menggunakan dengan cara yang kurang tepat, yaitu memasukkan inhaler ke dalam lubang hidung. Padahal, uap dari inhaler tersebut cukup dihirup karena memiliki kekuatan yang cukup kuat untuk memberikan efek terapi.
Cukup dihirup dari jarak 1–2 cm saja, molekul menthol dan camphor sudah bisa terbang masuk ke hidung dan sampai ke saraf otak untuk membuat napas terasa lega. Memasukkan ujung inhaler ke dalam hidung tidak akan mempercepat hilangnya sumbatan. Justru, hal tersebut dapat menyebabkan iritasi, rasa perih, hingga perdarahan karena uapnya terlalu kuat untuk jaringan hidung.
Bijak Memahami Sediaan Obat Khusus
Pemahaman mengenai patch transdermal dan inhalasi dapat membantu meningkatkan literasi kesehatan pada kelompok lanjut usia. Penggunaan sediaan obat yang sesuai kondisi kesehatan, memiliki izin edar, dan digunakan berdasarkan anjuran tenaga kesehatan dapat membantu memperoleh manfaat terapi secara optimal. Dengan pemahaman yang baik, penggunaan sediaan obat khusus dapat dilakukan secara lebih aman, nyaman, dan sesuai
kebutuhan kesehatan.
[BACA JUGA: Siap Amankan Nyawa: Pelatihan Berharga Bagi Mahasiswa D3 Keperawatan Dalam Kesiapsiagaan Gawat Darurat]
Penulis: Mahmudhotin Anifah
Pembimbing: Hafna Ilmy Muhalla
Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)
Sumber:
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman Pelayanan Kefarmasian pada Lansia.
Kua, C. H., et al. (2021). Medication Management in Older Adults. Journal of Clinical Medicine.
Prausnitz, M. R., & Langer, R. (2021). Transdermal Drug Delivery. Nature Biotechnology.
Goldštajn, M., dkk. (2023). Clinical Considerations in Transdermal Therapy Among Older Adults. Drugs & Aging.
Wen, F., dkk. (2024). Rate of Correct Inhaler Usage and Related Factors in Elderly Patients with COPD. PubMed.
Molimard, M., dkk. (2021). Assessment of Handling of Inhaler Devices in Older Adults. Respiratory Medicine.



