Lansia di Kelurahan Ketapang Lor Meningkatkan Pemahaman Mereka tentang Penggolongan Obat Herbal

VOKASI NEWS – Sebanyak 25 lansia di Desa Ketapang Lor, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, mengikuti edukasi mengenai penggolongan obat bahan alam pada 1 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang jamu, Obat Herbal Terstandar (OHT), dan fitofarmaka. Pemahaman tersebut penting untuk mendukung penggunaan obat herbal yang aman dan rasional.

Sebelum edukasi dimulai, peserta menjalani pemeriksaan kesehatan dasar. Pemeriksaan meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, dan tekanan darah. Mayoritas peserta berusia 60–70 tahun, yaitu 21 orang atau 84 persen dari total peserta yang hadir.

Edukasi Menggunakan Media yang Ramah Lansia

Penyampaian materi dilakukan menggunakan media pembelajaran sederhana yang disesuaikan dengan karakteristik peserta lansia, seperti papan informasi obat dan leaflet edukatif. Papan informasi digunakan untuk menjelaskan klasifikasi obat bahan alam beserta contoh produknya, sedangkan leaflet diberikan sebagai bahan bacaan yang dapat dipelajari kembali di rumah.

Materi yang disampaikan mencakup pengenalan jamu, OHT, dan fitofarmaka, manfaat penggunaan obat bahan alam, serta perbedaan tingkat pembuktian ilmiah pada masing-masing golongan. Edukasi dilakukan melalui metode ceramah, diskusi interaktif, dan sesi tanya jawab sehingga peserta dapat memahami informasi secara lebih mendalam.

Pemahaman Peserta Mengalami Peningkatan

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan edukasi. Sebelum penyuluhan, sebagian besar peserta memiliki tingkat pengetahuan pada kategori cukup. Pada materi jamu, sebanyak 92 persen peserta berada pada kategori cukup. Sementara itu, pada materi OHT dan fitofarmaka masing-masing mencapai 84 persen dan 96 persen pada kategori yang sama.

Setelah kegiatan selesai, seluruh peserta atau 100 persen responden menunjukkan tingkat pengetahuan yang baik pada ketiga materi tersebut. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan berhasil meningkatkan pemahaman lansia mengenai penggolongan obat bahan alam.

Mendorong Kemandirian Kesehatan Masyarakat

Pelaksanaan kegiatan tidak terlepas dari sejumlah tantangan, seperti perbedaan tingkat pemahaman peserta serta keterbatasan pendengaran dan penglihatan yang umum dialami kelompok lansia. Namun, penggunaan media visual yang sederhana dan penyampaian materi secara perlahan membantu peserta memahami informasi dengan lebih baik.

Melalui kegiatan ini, lansia di Desa Ketapang Lor diharapkan semakin memahami perbedaan antara jamu, OHT, dan fitofarmaka sehingga mampu memilih serta menggunakan produk herbal sesuai kebutuhan. Peningkatan literasi kesehatan tersebut menjadi langkah penting dalam mendukung kemandirian masyarakat untuk menjaga kesehatan secara aman dan bertanggung jawab.

[BACA JUGA: Anak-anak Gresik Antusias Pelajari Penggunaan Obat Cair yang Tepat]

Penulis: Wulan Agustian

Pembimbing: Susilo Harianto

Editor: Alkeshar (Tim Branding Vokasi)