VOKASI NEWS – Keseimbangan tubuh menjadi salah satu aspek yang mengalami penurunan seiring bertambahnya usia. Kondisi tersebut meningkatkan risiko jatuh yang dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup lansia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa kejadian jatuh masih menjadi salah satu penyebab utama cedera hingga kematian pada kelompok lanjut usia. Oleh karena itu, upaya pencegahan melalui latihan fisik yang tepat menjadi sangat penting.
Latihan Proprioseptif dengan Metode Tandem Walking Exercise
Salah satu bentuk latihan yang dapat diterapkan adalah latihan proprioseptif menggunakan metode Tandem Walking Exercise. Latihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan tubuh mengenali posisi dan gerakan anggota gerak sehingga koordinasi serta keseimbangan tubuh menjadi lebih baik. Aktivasi sistem visual, vestibular, dan proprioseptif selama latihan membantu tubuh mempertahankan stabilitas ketika berjalan maupun melakukan aktivitas sehari-hari. Sumber: WHO (2021); Wang et al. (2025).
Metode Penelitian pada Komunitas Lansia RW 09 Deltasari Indah
Penelitian yang dilakukan di Komunitas Lansia RW 09 Deltasari Indah, Desa Kureksari, Kabupaten Sidoarjo menggunakan desain quasi experimental pre-test post-test control group. Sebanyak 28 lansia dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol dengan masing-masing terdiri atas 14 peserta. Pengukuran keseimbangan dinamis dilakukan menggunakan Timed Up and Go Test (TUG Test) sebelum dan sesudah intervensi. Kelompok perlakuan memperoleh latihan Tandem Walking Exercise selama dua minggu dengan frekuensi tiga kali setiap minggu.
Pengaruh Tandem Walking Exercise terhadap Keseimbangan Dinamis Lansia
Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keseimbangan dinamis setelah pemberian latihan proprioseptif. Rata-rata waktu TUG Test pada kelompok perlakuan menurun dari 11,36 detik menjadi 8,86 detik, sedangkan kelompok kontrol mengalami perubahan dari 10,43 detik menjadi 11,46 detik. Analisis statistik juga menunjukkan perbedaan yang bermakna pada kelompok perlakuan (p < 0,001), sehingga latihan proprioseptif terbukti memberikan pengaruh positif terhadap keseimbangan dinamis lansia.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa latihan sederhana seperti Tandem Walking Exercise berpotensi menjadi salah satu program preventif di lingkungan komunitas lansia. Pelaksanaan latihan secara rutin dapat membantu meningkatkan stabilitas tubuh, mengurangi risiko jatuh, serta mendukung lansia tetap aktif dan mandiri dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Dukungan keluarga, kader kesehatan, dan tenaga kesehatan juga berperan penting agar latihan dapat dilakukan secara aman dan berkelanjutan.
[BACA JUGA: Di Balik Tangis Pertama: Belajar Merawat Kehidupan Baru di Ruang VK RS Universitas Airlangga]
Penulis: Candra Aulia Putri
Pembimbing: M. Fathul Qorib, Devi Arianti
Editor: Aghnia Faiza (Tim Branding Vokasi)


