Literasi Obat Padat Meningkat Melalui Edukasi Mahasiswa

VOKASI NEWS – Obat berbentuk tablet dan kapsul menjadi pilihan yang paling sering digunakan masyarakat saat mengatasi berbagai keluhan kesehatan. Namun, tidak semua orang memahami bahwa setiap sediaan obat memiliki aturan penggunaan yang berbeda. Kebiasaan menggerus tablet, membuka kapsul, atau menyimpan obat tanpa memperhatikan petunjuk dapat mengurangi manfaat terapi. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga menggelar edukasi mengenai sediaan obat padat untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat.

Tablet, kapsul, hingga obat supositoria merupakan bentuk sediaan obat padat yang sering digunakan masyarakat. Namun, masih banyak orang yang belum memahami cara penggunaan maupun penyimpanannya. Kesalahan sederhana, seperti menggerus tablet atau membuka kapsul tanpa anjuran tenaga kesehatan, dapat mengurangi efektivitas obat bahkan meningkatkan risiko efek samping. Oleh karena itu, edukasi mengenai sediaan obat padat menjadi langkah penting untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat.

Merespons kondisi tersebut, mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga menggelar penyuluhan mengenai sediaan obat padat di Balai Amerta, Perumahan Graha Amerta Bunder RT 04 RW 18, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, pada Minggu (10/5/2026). Kegiatan ini merupakan implementasi proyek Mata Kuliah Farmakologi yang diampu oleh Dr. Hafna Ilmy Muhalla. Sebanyak 23 ibu-ibu PKK mengikuti kegiatan yang bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai jenis, penggunaan, dan penyimpanan sediaan obat padat.

Mengukur Pengetahuan Peserta Sejak Awal

Sebelum penyampaian materi, peserta mengerjakan pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal. Hasil evaluasi menunjukkan sebagian besar peserta telah mengenal beberapa bentuk sediaan obat. Namun, masih ditemukan kesalahpahaman mengenai cara penggunaan dan penyimpanannya.

Salah satu contoh yang masih belum dipahami peserta ialah penyimpanan obat supositoria. Beberapa peserta belum mengetahui bahwa sediaan tersebut perlu disimpan pada suhu yang sesuai agar tidak mudah meleleh dan tetap menjaga kualitas obat.

Mengenal Berbagai Jenis Sediaan Obat Padat

Pada sesi materi, mahasiswa memperkenalkan berbagai jenis sediaan obat padat yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Materi meliputi tablet salut, kapsul, pil, kaplet, tablet kunyah, tablet effervescent, granul, supositoria, hingga ovula.

Peserta tidak hanya diperkenalkan dengan bentuk fisik masing-masing sediaan. Pemateri juga menjelaskan karakteristik, fungsi, cara penggunaan, serta penyimpanan yang benar. Penjelasan tersebut membantu peserta memahami bahwa setiap sediaan memiliki aturan penggunaan yang berbeda.

Materi disampaikan menggunakan papan edukasi dan leaflet. Media tersebut memudahkan peserta mengenali bentuk-bentuk sediaan obat secara langsung sehingga informasi lebih mudah dipahami.

Diskusi Interaktif Tingkatkan Pemahaman

Suasana penyuluhan berlangsung aktif sejak awal hingga akhir kegiatan. Peserta antusias mengajukan berbagai pertanyaan mengenai penggunaan obat yang sering ditemui di rumah.

Beberapa pertanyaan membahas perbedaan kaplet dan tablet, cara menggunakan tablet effervescent, serta fungsi supositoria dan ovula. Peserta juga berbagi pengalaman mengenai penggunaan obat dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui diskusi tersebut, mahasiswa meluruskan berbagai kesalahpahaman yang masih sering terjadi di masyarakat. Pendekatan komunikasi dua arah membuat peserta lebih mudah memahami materi yang disampaikan.

Edukasi Tingkatkan Literasi Obat Masyarakat

Setelah seluruh materi selesai disampaikan, peserta kembali mengerjakan post-test sebagai bentuk evaluasi. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dibandingkan sebelum mengikuti penyuluhan.

Sebagian besar peserta telah mampu membedakan berbagai jenis sediaan obat padat. Mereka juga lebih memahami cara penggunaan dan penyimpanan obat yang benar sesuai karakteristik masing-masing sediaan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan ibu-ibu PKK dapat menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Pengetahuan yang diperoleh juga diharapkan dapat dibagikan kepada anggota keluarga maupun masyarakat sekitar. Dengan meningkatnya literasi mengenai sediaan obat padat, masyarakat diharapkan mampu menggunakan obat secara lebih aman, tepat, dan rasional.

[BACA JUGA: Meningkatkan Efisiensi Operasional Melalui Evaluasi Prosedur Pembelian Barang pada Batiqa Hotel Darmo Surabaya]

Penulis: Dania

Editor: Inviana (Tim Vokasi Branding)