Mahasiswa D3 Keperawatan VOKASI UNAIR Edukasi Santri Darrut Taqwa 3 tentang Pencegahan Skabies

VOKASI NEWS – Penyakit kulit skabies atau kudis menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu diwaspadai di lingkungan dengan aktivitas dan interaksi bersama yang tinggi. Untuk meningkatkan kesadaran mengenai pencegahannya, mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan VOKASI UNAIR memberikan edukasi kesehatan kepada 25 santri Pondok Pesantren Darrut Taqwa 3, Kebomas, Gresik, pada 2 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Project Keperawatan Medikal Bedah dengan tema “Pencegahan Penyakit Kulit: Skabies pada Remaja di Pondok Pesantren Darrut Taqwa 3, Kebomas, Gresik”. Edukasi dilaksanakan oleh mahasiswa kelompok 4 kelas GR-3A di bawah pengampu Dr. Hafna Ilmy Muhalla, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.M.B.

Pemilihan santri sebagai sasaran edukasi didasarkan pada pentingnya pemahaman mengenai kesehatan kulit dan langkah pencegahan skabies di lingkungan pesantren. Kepadatan hunian dan aktivitas bersama menjadi kondisi yang perlu diperhatikan dalam menjaga kebersihan diri serta mencegah penularan penyakit kulit.

Kenali Penyebab dan Gejala Skabies

Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, dan penyampaian tujuan edukasi. Sebelum materi diberikan, para santri mengikuti pre-test untuk mengetahui pemahaman awal mengenai skabies.Mahasiswa kemudian memberikan teaching secara interaktif mengenai pengertian, penyebab, tanda dan gejala, cara penularan, faktor risiko, pencegahan, hingga penanganan skabies.

Dalam penyampaian materi, peserta dikenalkan dengan skabies sebagai penyakit kulit menular yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei var. hominis. Salah satu gejala yang perlu diperhatikan adalah rasa gatal yang intens, terutama pada malam hari, yang dapat disertai ruam atau lesi pada kulit. Penjelasan tersebut diberikan agar para santri dapat lebih mengenali tanda-tanda skabies dan memahami pentingnya mengambil langkah yang tepat ketika menemukan gejala yang mengarah pada penyakit tersebut.

Hindari Berbagi Barang Pribadi

Mahasiswa juga menjelaskan bahwa penularan skabies dapat terjadi melalui kontak langsung maupun penggunaan barang pribadi secara bersama-sama. Karena itu, peserta diajak memperhatikan kebiasaan sehari-hari di lingkungan pesantren. Para santri diingatkan untuk tidak saling berbagi pakaian, handuk, selimut, maupun perlengkapan pribadi lainnya. Kebiasaan menjaga kebersihan diri dan perlengkapan pribadi menjadi bagian penting dalam upaya mencegah penularan.

Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai faktor risiko dan langkah pencegahan. Peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan, merawat pakaian serta perlengkapan pribadi, dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Leaflet dan Banner Dukung Edukasi

Agar materi lebih mudah dipahami, mahasiswa menggunakan media edukasi berupa leaflet dan banner. Media tersebut membantu peserta memperoleh informasi mengenai skabies secara lebih ringkas dan visual. Sesi diskusi dan tanya jawab juga diberikan setelah penyampaian materi. Para santri memiliki kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan serta membahas kebiasaan sehari-hari yang berkaitan dengan kesehatan kulit.

Setelah sesi teaching dan diskusi, peserta mengerjakan post-test sebagai bagian dari evaluasi kegiatan. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian kesimpulan dan dokumentasi bersama. Seluruh kegiatan dirancang berlangsung selama 90 menit, mulai pukul 15.30 hingga 17.00 WIB.

Kolaborasi Mahasiswa dalam Edukasi Kesehatan

Pelaksanaan kegiatan didukung pembagian tugas dalam tim mahasiswa. Rahma Fitria Anifa Muazaroh bertindak sebagai Ketua Pelaksana yang mengoordinasikan kegiatan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan. Siti Haliza Putri dan Salwa Putri Rahmadani bertanggung jawab pada bagian acara. Aidah Suroyya menangani publikasi dan dokumentasi, Rizky Kusuma pada bagian perlengkapan, serta Siti Muberokah pada bagian konsumsi.

BACA JUGA: Mahasiswa TRP UNAIR Perluas Wawasan Radiologi Lewat PKL Internasional di Malaysia

Sementara itu, Silfia Nur Azizah menangani hubungan masyarakat dan perizinan, sedangkan Nabilla Ary Surya Wijaya bertanggung jawab pada sekretariat dan bendahara. Pembagian peran tersebut mendukung kelancaran rangkaian edukasi kepada para santri.

Dorong Kesadaran Menjaga Kesehatan Kulit

Melalui kegiatan ini, mahasiswa D-III Keperawatan VOKASI UNAIR berupaya meningkatkan pemahaman santri mengenai pentingnya mengenali skabies dan menerapkan langkah pencegahannya dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi tersebut menjadi salah satu bentuk penerapan ilmu keperawatan dalam aspek promotif dan preventif. Pengetahuan mengenai kebersihan diri, kebersihan lingkungan, dan pencegahan penularan diharapkan dapat diterapkan para santri dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi mahasiswa, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk mengaplikasikan pembelajaran Keperawatan Medikal Bedah melalui edukasi kesehatan secara langsung. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran keperawatan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga dapat diterapkan melalui kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

***

Penulis: Kelompok 4 Keperawatan Medikal Bedah, GR-3A

Pembimbing: Dr. Hafna Ilmy Muhalla, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.M.B.

Editor: Inviana (Tim Vokasi Branding)