Mahasiswa K3 UNAIR Dilantik Sebagai Ketua Umum UKM Tari dan Karawitan Periode 2026-2027

VOKASI NEWS – Dunia Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) biasanya identik dengan helm proyek, sepatu safety, dan prosedur evakuasi yang kuat. Di tengah deru kesibukan akademik Universitas Airlangga yang kompetitif, muncul sebuah nama yang membuktikan bahwa disiplin sains dan kelembutan seni bisa berjalan beriringan.

Risky Intan Nurhafhifa, mahasiswi program studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Fakultas Vokasi, resmi mengemban amanah besar sebagai Ketua Umum Unit Kegiatan Tari dan Karawitan (UKTK) UNAIR untuk periode 2026-2027. Terpilihnya Intan bukan sekadar regenerasi organisasi biasa. Ini adalah cerita tentang bagaimana seorang calon praktisi keselamatan kerja menerapkan manajemen risiko dan ketelitian dalam melestarikan warisan budaya bangsa.

Dedikasi Intan Sebagai Mahasiswa K3 Vokasi UNAIR Dalam Melestarikan Budaya

Bagi banyak orang, jurusan K3 identik dengan helm proyek, sepatu safety, dan analisis risiko yang kaku. Namun, bagi Intan, K3 adalah tentang menjaga kehidupan, sementara seni adalah tentang merayakan kehidupan. Dedikasinya sebagai mahasiswa K3 memberikan warna baru dalam kepemimpinannya, Intan berhasil menyatukan ketegasan prinsip keselamatan dengan kehalusan budi pekerti seni.

Baginya, melestarikan tari dan karawitan bukan sekadar rutinitas latihan di sanggar, melainkan bentuk pengabdian nyata untuk menjaga identitas bangsa di tengah gempuran modernitas. Dengan etos kerja khas anak Vokasi yang taktis dan terukur, Intan memastikan setiap pementasan tidak hanya estetik secara visual, tetapi juga dikelola dengan manajemen organisasi yang profesional dan berkelanjutan.

Membawa UKTK ke Kancah Nasional

Salah satu target Risky Intan Nurhafhifa, sebagai ketua UKM UKTK dalam periode 2026-2027 kepemimpinannya adalah membawa nama Universitas Airlangga ke panggung nasional. Intan menargetkan UKTK UNAIR untuk dapat berpartisipasi dalam PEKSIMINAS (Pekan Seni Mahasiswa Nasional) pada tahun 2026. Dukungan dari pihak Universitas, khususnya Direktorat Kemahasiswaan dan Dekanat Fakultas Vokasi, menjadi angin segar bagi langkah Intan. Mereka melihat sosok Intan sebagai representasi ideal mahasiswa masa kini, berprestasi secara organisasi tanpa meninggalkan kewajiban akademik. 

Tantangan dan Harapan

Tentu, membagi waktu antara jadwal kuliah praktik K3 yang padat dengan urusan birokrasi organisasi tingkat universitas bukanlah perkara mudah. Intan seringkali harus bergelut dengan laporan praktikum hingga larut malam setelah selesai memimpin rapat kerja. Namun, baginya, kelelahan itu terbayar saat melihat antusiasme mahasiswa baru yang ingin belajar tari maupun karawitan. 

Risky Intan Nurhafhifa adalah representasi dari profil mahasiswa Universitas Airlangga yang ideal: HEBAT (Humble, Excellent, Brave, Agile, Transcendent). Intan rendah hati dalam belajar, unggul dalam akademik, berani mengambil risiko kepemimpinan, tangkas menghadapi perubahan zaman, dan memiliki nilai transenden dalam melestarikan warisan leluhur.

Warisan untuk Masa Depan

Periode 2025-2026 akan menjadi catatan sejarah baru bagi UKM Tari dan Karawitan Universitas Airlangga. Di tangan Intan, diharapkan kesenian tradisional tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang kuno atau tertinggal. Sebaliknya, menjadi identitas yang membanggakan bagi seluruh civitas akademika.

Kepemimpinan Intan mengajarkan kita satu hal penting: bahwa apapun latar belakang keilmuan kita, akar budaya adalah kompas yang menjaga kita tetap berpijak di tengah arus modernisasi. Dari laboratorium K3 menuju panggung tari, Intan sedang menuliskan narasinya sendiri narasi tentang pengabdian, keselamatan, dan keindahan seni yang abadi.

[BACA JUGA: Wujudkan Mimpi ke Korea, Mahasiswa Vokasi Unair Lolos Exchange ke Jeonbuk University]

Penulis: Dinda Aulia Rahma (Tim Vokasi Branding)

Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)