VOKASI NEWS — Meningkatkan pemahaman remaja mengenai penyakit dan tanda-tanda yang perlu diwaspadai menjadi salah satu upaya penting dalam membangun kesadaran kesehatan sejak dini. Berangkat dari hal tersebut, mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan, Fakultas Vokasi, Universitas Airlangga (UNAIR), melaksanakan penyuluhan kesehatan tentang leukemia. Kegiatan ini berlangsung di SMAN 1 Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (10/10/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kelompok 2 GR-3A sebagai bagian dari project Keperawatan Medikal Bedah. Melalui penyuluhan tersebut, mahasiswa berupaya memberikan pemahaman kepada siswa mengenai leukemia, mulai dari pengertian dan jenisnya hingga penyebab dan faktor risikonya. Siswa juga diberikan edukasi mengenai tanda dan gejala leukemia serta pentingnya deteksi dini. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan dalam mengenali gejala leukemia. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat membentuk pemahaman remaja mengenai pentingnya penanganan medis yang tepat sejak dini.
Edukasi Leukemia melalui Penyampaian Materi dan Diskusi
Leukemia merupakan penyakit keganasan pada jaringan pembentuk darah yang dapat mengganggu proses pembentukan sel darah normal. Pemahaman mengenai penyakit ini penting karena beberapa gejalanya dapat menyerupai keluhan kesehatan sehari-hari, seperti mudah lelah, tubuh pucat, atau demam berulang.
Dalam kegiatan penyuluhan, mahasiswa menyampaikan materi dengan bantuan media presentasi. Pembahasan mencakup jenis-jenis leukemia, faktor risiko, tanda dan gejala yang perlu diwaspadai, dampak penyakit, serta upaya menjaga kesehatan dan mengenali kondisi yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Mahasiswa juga menjelaskan bahwa gejala seperti mudah lelah, pucat, demam atau infeksi berulang, mudah memar, sering mimisan, dan nyeri tulang atau sendi tidak selalu menandakan leukemia. Namun, keluhan yang menetap atau berulang perlu mendapat perhatian dan diperiksakan kepada tenaga kesehatan agar penyebabnya dapat diketahui.
Penyampaian materi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif. Sesi ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperjelas informasi yang telah diterima. Mahasiswa juga membagikan leaflet edukasi agar peserta dapat membaca kembali materi setelah kegiatan berakhir.
Hasil Evaluasi Menunjukkan Peningkatan Pemahaman terhadap Leukimia
Untuk mengetahui perubahan pengetahuan peserta, kegiatan dilengkapi dengan pre-test sebelum penyampaian materi dan post-test setelah penyuluhan. Berdasarkan hasil evaluasi yang disampaikan oleh kelompok, hasil post-test menunjukkan pemahaman yang lebih baik dibandingkan pre-test.
Hasil tersebut menggambarkan adanya peningkatan pemahaman siswa setelah mengikuti edukasi. Siswa memperoleh pengetahuan yang lebih baik mengenai leukemia, meliputi pengertian penyakit, tanda dan gejala yang perlu diperhatikan, serta faktor risikonya. Selain itu, siswa memahami pentingnya deteksi dini dan pemeriksaan oleh tenaga kesehatan sebagai upaya mendukung penanganan leukemia secara tepat.
Evaluasi tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan project karena membantu mahasiswa melihat pemahaman peserta setelah menerima materi. Meskipun demikian, hasil pre-test dan post-test hanya menggambarkan perubahan pengetahuan siswa selama kegiatan berlangsung. Hasil tersebut belum dapat digunakan untuk menyimpulkan adanya perubahan perilaku kesehatan dalam jangka panjang.
Menerapkan Ilmu Keperawatan di Lingkungan Sekolah
Bagi mahasiswa keperawatan, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan melalui pendidikan kesehatan secara langsung kepada masyarakat. Selain memperdalam pemahaman mengenai materi yang disampaikan, mahasiswa juga mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama tim, dan penyampaian informasi kesehatan sesuai dengan karakteristik sasaran.
Melalui kegiatan ini, Kelompok 2 GR-3A berharap siswa SMAN 1 Sukomoro semakin memahami leukemia dan tidak mengabaikan keluhan kesehatan yang tidak biasa. Siswa juga diharapkan mampu menyikapi informasi kesehatan secara bijak serta mengetahui pentingnya mencari pertolongan tenaga kesehatan ketika diperlukan.
Penyuluhan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa Fakultas Vokasi UNAIR dalam mendukung peningkatan literasi kesehatan di lingkungan sekolah. Dengan informasi yang tepat dan mudah dipahami, edukasi kesehatan diharapkan dapat membantu remaja membangun kepedulian terhadap kesehatan diri sejak dini.
[BACA JUGA: HIMA Teknologi Veteriner Latih Mahasiswa Baru Tangani Kondisi Darurat pada Hewan]
Pelaksana: Kelompok 2 GR-3A, Program Studi D-III Keperawatan, Fakultas Vokasi, Universitas Airlangga.
Anggota Kelompok: Aulia Wahyuningsih, Armanda Wildan Yanuarta, Saroya Ihsania Balqis, Jelita Novita Sari, Luffiatul Aini, Chantika Claudia Kis Monic, Leli Rohmatus Syahada, dan Halwa Kamilia Febriyanti.
Dosen Pengampu: Dr. Susilo Harianto, S.Kep., Ns., M.Kep.
Penulis: Leli Rohmatus Syahada
Editor: Aghnia Faizatus (Tim Branding Vokasi)


