Mahasiswa KKN-BBK 7 Universitas Airlangga Tutup Pengabdian dengan Membangun “Pojok TOGA” di Desa Sukorejo, Gresik

VOKASI NEWS – Rimbunan tanaman obat kini menghiasi salah satu sudut Desa Sukorejo, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. Area tersebut bernama Pojok Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Pojok TOGA menjadi persembahan terakhir mahasiswa KKN-BBK 7 Universitas Airlangga (UNAIR) kepada masyarakat desa.

Penyerahan Pojok TOGA menandai berakhirnya masa pengabdian mahasiswa di Desa Sukorejo. Program tersebut diharapkan tetap memberikan manfaat meskipun kegiatan Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) telah berakhir. Selain itu, Pojok TOGA menjadi wujud nyata dari rangkaian program kerja mahasiswa.

Pojok TOGA untuk Kesehatan Warga

Pojok TOGA dilengkapi papan kayu bertuliskan “Pojok TOGA BBK-7 UA”. Papan tersebut berdiri di tengah pepohonan yang tumbuh di lingkungan desa. Sementara itu, berbagai tanaman obat keluarga ditanam di sekeliling papan sebagai bagian utama program.

Pemilihan tanaman obat keluarga sebagai kenang-kenangan memiliki alasan tersendiri. TOGA dinilai dapat memberikan manfaat kesehatan jangka panjang bagi masyarakat. Selain itu, tanaman tersebut dapat mendukung kemandirian kesehatan rumah tangga melalui pengobatan herbal sederhana.

Pojok TOGA juga dapat menjadi sarana edukasi lingkungan bagi generasi muda. Melalui area tersebut, masyarakat dapat mengenali berbagai jenis tanaman obat. Selanjutnya, warga dapat mempelajari manfaat serta cara pengolahannya secara sederhana.

Tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan, tanaman obat turut menghijaukan lingkungan Desa Sukorejo. Keberadaan Pojok TOGA juga dapat mempercantik salah satu sudut desa. Dengan demikian, area tersebut dapat berkembang menjadi ruang belajar bersama bagi masyarakat.

Menutup Pengabdian dengan Kebersamaan

Momen penyerahan dan penanaman Pojok TOGA dilengkapi dengan sesi foto bersama. Mahasiswa dan warga mengabadikan kebersamaan di sekitar lokasi penanaman. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa mengenakan seragam KKN berwarna toska.

Kegiatan itu sekaligus menandai berakhirnya perjalanan pengabdian mahasiswa di Desa Sukorejo. Selain itu, penyerahan Pojok TOGA menjadi ungkapan terima kasih kepada seluruh masyarakat. Warga telah memberikan dukungan, keramahan, dan kerja sama selama program berlangsung.

Melalui Pojok TOGA, hubungan baik antara kampus dan desa diharapkan terus terjaga. Program pemberdayaan yang telah dirintis juga diharapkan dapat dikembangkan secara mandiri. Oleh karena itu, perawatan Pojok TOGA selanjutnya diserahkan kepada perangkat desa dan warga sekitar.

Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan Pojok TOGA. Perawatan secara rutin dapat membuat tanaman terus tumbuh dan memberikan manfaat. Dengan begitu, program mahasiswa tidak berhenti setelah masa KKN-BBK berakhir.

Jejak Kolaborasi di Desa Sukorejo

Pojok TOGA menjadi jejak nyata yang ditinggalkan mahasiswa KKN-BBK 7 UNAIR. Kehadirannya menunjukkan bahwa pengabdian dapat diwujudkan melalui program sederhana dan bermanfaat. Selain itu, program tersebut dapat terus dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat.

Pada akhirnya, Pojok TOGA menjadi pengingat atas kolaborasi antara kampus dan Desa Sukorejo. Semangat kebersamaan diharapkan terus tumbuh bersama tanaman obat yang telah ditanam. Dengan demikian, manfaat pengabdian dapat tetap dirasakan oleh masyarakat dalam jangka panjang.

[BACA JUGA: Fakultas Vokasi UNAIR Cetak Mahasiswa Berkompeten Siap Kerja melalui Sertifikasi Kompetensi]

Penulis: Kayla Karina Minna

Editor: Sinta Rahmah (Tim Vokasi Branding)