VOKASI NEWS – Pencegahan stunting memerlukan peningkatan pengetahuan orang tua mengenai pemenuhan gizi dan kelengkapan imunisasi. Pengetahuan pemantauan tumbuh kembang anak juga sangat penting. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) 8 Universitas Airlangga menyelenggarakan program di Dusun Rabunan, Desa Batur, Probolinggo. Program yang diselenggarakan berupa Pendampingan Posyandu Balita dan Edukasi Pencegahan Stunting. Acara pengabdian masyarakat berlangsung pada Jumat, 17 Juli 2026. Program dilaksanakan sebagai bentuk kolaborasi mahasiswa, kader Posyandu, dan tenaga kesehatan desa. Langkah ini mendukung pelayanan kesehatan balita dan pencegahan stunting sejak usia dini.
Rangkaian kegiatan diawali pukul 09.00 WIB dengan pendampingan pelaksanaan Posyandu. Mahasiswa membantu kader dalam pengukuran tinggi dan berat badan. Hasil pemeriksaan didokumentasikan pada Kartu Menuju Sehat (KMS) dan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Kegiatan Posyandu juga melaksanakan pelayanan imunisasi bagi balita yang telah memasuki jadwal vaksinasi sesuai ketentuan. Kehadiran mahasiswa membantu pelayanan berlangsung secara tertib dan efisien.
Edukasi Interaktif dan Media Pangan Bergizi
Setelah pelayanan Posyandu, kegiatan berlanjut dengan sesi edukasi pencegahan stunting. Acara dibuka sambutan Ketua KKN-BBK 8, Kepala Desa, dan Bidan. Menurut penegasan Bidan Desa Batur, pencegahan stunting tidak hanya makanan bergizi. Pencegahan juga didukung pemantauan kesehatan rutin dan kelengkapan imunisasi. Langkah ini melindungi anak dari penyakit yang memengaruhi tumbuh kembang.
Materi edukasi disampaikan komunikatif menggunakan media food model dan leaflet. Peserta diajak mengenali contoh menu bergizi seimbang dan keberagaman pangan. Peserta juga mempelajari kebiasaan sederhana harian untuk pertumbuhan balita. Suasana penyuluhan berlangsung hidup dengan antusiasme tinggi para ibu. Para ibu bertanya seputar pola makan, pemilihan bahan makanan bergizi dan jadwal imunisasi. Selain itu, mereka juga menanyakan cara mengatasi balita yang sulit makan. Diskusi dua arah membuat penyampaian materi menjadi lebih interaktif.
Pemberian Makanan Tambahan dan Sinergi Berkelanjutan
Sebagai bentuk dukungan gizi balita, mahasiswa membagikan susu dan biskuit. Makanan tambahan diberikan kepada seluruh balita peserta kegiatan Posyandu. Pemberian makanan tambahan menjadi pelengkap dalam mendukung asupan gizi anak, bersamaan dengan penerapan pola makan sehat di lingkungan keluarga.
Mahasiswa KKN-BBK 8 Universitas Airlangga berharap edukasi menjadi bekal orang tua. Edukasi diterapkan dalam pola asuh, gizi, dan kepatuhan imunisasi. Sinergi mahasiswa, kader kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat menciptakan kesadaran bersama. Pencegahan stunting memerlukan upaya berkelanjutan demi generasi yang berkualitas.
Penulis: Isnaini Chantika Yuliandari
Editor: Nawal Eka Paramita (Tim Vokasi Branding)



