Mahasiswa Universitas Airlangga Tingkatkan Edukasi mengenai Penggolongan Obat dan Penggunaan Obat Rasional pada Remaja

VOKASI NEWS – Upaya meningkatkan literasi kesehatan di kalangan generasi muda terus dilakukan melalui berbagai kegiatan edukatif. Salah satunya dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Vokasi Program Studi Keperawatan Universitas Airlangga melalui edukasi mengenai penggolongan obat berdasarkan sistem tubuh. Kegiatan tersebut ditujukan kepada remaja tingkat SMA hingga mahasiswa di wilayah Hendrosalam, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik.

Edukasi Penggolongan Obat bagi Generasi Muda

Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Jumat, 1 Mei 2026. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya pada remaja, mengenai berbagai golongan obat serta pentingnya penggunaan obat secara aman dan rasional. Edukasi ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pengetahuan masyarakat terkait jenis-jenis obat, aturan penggunaan, hingga risiko yang dapat muncul akibat penggunaan obat yang tidak tepat.

Remaja dipilih sebagai sasaran utama karena sedang berada pada fase pembentukan kebiasaan dan perilaku kesehatan. Di era digital saat ini, berbagai informasi mengenai obat dapat dengan mudah diperoleh melalui media sosial maupun internet. Namun, tidak semua informasi yang beredar memiliki dasar ilmiah yang benar. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kesalahan penggunaan obat apabila tidak diimbangi dengan pengetahuan yang memadai.

Mengenal Penggolongan Obat Berdasarkan Sistem Tubuh

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai berbagai golongan obat berdasarkan sistem tubuh, mulai dari obat pada sistem pernapasan, kardiovaskular, persarafan, pencernaan, hingga obat yang digunakan pada penyakit endemik dan pandemik. Selain mengenal fungsi dan manfaat obat, peserta juga diberikan pemahaman mengenai aturan penggunaan, efek samping, serta pentingnya menggunakan obat sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Agar materi lebih mudah dipahami, tim mahasiswa memanfaatkan berbagai media edukasi, seperti papan obat dan e-magazine yang dirancang secara menarik dan ceria. Melalui media yang ditampilkan, peserta dapat mengenali contoh-contoh obat yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari serta memahami perbedaan antar golongan obat dengan lebih jelas.

Metode Interaktif Tingkatkan Pemahaman Peserta

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan melibatkan peserta dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan seputar penggunaan obat bebas, obat keras, antibiotik, hingga cara memperoleh informasi obat yang benar. Diskusi tersebut menjadi sarana penting untuk meluruskan berbagai kesalahpahaman yang masih sering ditemui di masyarakat.

Untuk mengukur efektivitas kegiatan, tim pelaksana melakukan pre-test sebelum penyampaian materi dan post-test setelah edukasi selesai. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai penggolongan obat dan penggunaannya. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan dengan pendekatan interaktif dan penggunaan media kreatif mampu membantu peserta memahami materi secara lebih baik.

Membangun Kesadaran Penggunaan Obat yang Rasional

Selain meningkatkan pengetahuan, kegiatan ini juga bertujuan menanamkan kesadaran mengenai pentingnya penggunaan obat secara rasional. Penggunaan obat yang rasional berarti obat digunakan sesuai kebutuhan, indikasi, dosis, dan aturan yang tepat. Pemahaman tersebut menjadi penting untuk mencegah berbagai risiko, seperti efek samping yang tidak diinginkan, kegagalan terapi, hingga penyalahgunaan obat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap para peserta tidak hanya memahami materi yang diberikan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan bekal pengetahuan yang lebih baik, remaja diharapkan dapat menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya. Mereka juga diharapkan mampu menyebarkan informasi kesehatan yang benar kepada keluarga, teman sebaya, dan masyarakat.

Kegiatan edukasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Melalui pendekatan edukatif yang sederhana namun aplikatif, literasi kesehatan masyarakat diharapkan terus meningkat. Peningkatan tersebut diharapkan dapat mendorong terbentuknya budaya penggunaan obat yang aman, tepat, dan bertanggung jawab.

[BACA JUGA: Kenali Obat, Lindungi Keluarga]

Penulis: Niranthy Zahra Celiathirza Putri

Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)