Mahasiswa Vokasi UNAIR Melestarikan Budaya Melalui Tari Bedhaya Airlangga

VOKASI NEWS – Alunan gamelan yang magis memecah keheningan malam di Gedung Cak Durasim, Surabaya, saat Dinda Aulia Rahma, mahasiswa Program Studi D4 Manajemen Perkantoran Digital Fakultas Vokasi Universitas Airlangga, melangkah anggun ke tengah panggung.

Penampilan tersebut bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan bagian dari perhelatan yang digelar Unit Kegiatan Tari dan Karawitan (UKTK) Universitas Airlangga. Melalui pementasan ini, mahasiswa berupaya menunjukkan bahwa kemajuan teknologi tidak seharusnya melunturkan kecintaan terhadap tradisi budaya Indonesia.

Budaya Sebagai Jati Diri dan Warisan yang Tak Boleh Padam

Budaya Indonesia merupakan penanda jati diri bangsa yang tidak boleh kehilangan makna di tengah arus globalisasi. Keberagaman suku dan tradisi melahirkan berbagai bentuk ekspresi budaya, mulai dari gerak tari, alunan gamelan, hingga wastra tradisional, yang merepresentasikan sejarah dan nilai luhur leluhur. Apabila kekayaan tersebut dibiarkan memudar, maka bukan hanya aspek estetika yang hilang, melainkan juga identitas bangsa yang membedakan Indonesia di mata dunia.

Keberlanjutan budaya sangat bergantung pada peran generasi muda dalam mengadaptasikan tradisi ke dalam kehidupan modern. Budaya tidak semestinya berhenti sebagai artefak museum atau seremoni semata, melainkan terus hidup dan berkembang tanpa kehilangan esensi. Kolaborasi antara kecanggihan teknologi dan seni tradisional menjadi wujud keberhasilan pelestarian budaya yang relevan dengan perkembangan zaman.

Harmoni Gerak dalam Tari Bedhaya Airlangga

Pada 2 Desember 2025, UKTK menyelenggarakan pagelaran seni tahunan di Taman Budaya Cak Durasim. Kegiatan ini menampilkan karya tari kreasi baru bertajuk Tari Bedhaya Airlangga. Tarian tersebut terinspirasi dari nilai luhur dan semangat ksatria yang menjadi identitas Universitas Airlangga. Bedhaya Airlangga memadukan kelembutan gerak tari tradisional dengan pesan kontemporer tentang kebijaksanaan dan keteguhan hati.

Dedikasi Mahasiswa Vokasi dalam Pelestarian Budaya

Di antara para penari, penampilan Dinda Aulia Rahma menarik perhatian penonton. Mahasiswa Fakultas Vokasi ini menunjukkan bahwa kesibukan akademik di bidang digital tidak menjadi penghalang untuk aktif melestarikan seni tradisional. Persiapan dilakukan melalui latihan intensif selama berbulan-bulan demi tampil optimal di panggung.

Partisipasi mahasiswa vokasi dalam pagelaran ini mencerminkan peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan budaya. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana pengalihgenerasian nilai-nilai budaya agar tetap lestari dan relevan.

Esensi dan Tujuan Pelestarian Budaya

Pagelaran seni ini bertujuan memperkuat identitas budaya di lingkungan civitas akademika dan masyarakat luas. UKTK menghadirkan Tari Bedhaya Airlangga sebagai respons atas menurunnya minat generasi muda terhadap seni tari klasik dan karawitan. Melalui kemasan pertunjukan yang profesional, kolaborasi antara penari dan pemusik mahasiswa mampu menghadirkan karya yang kontekstual tanpa meninggalkan akar tradisi.

Keberhasilan pagelaran Tari Bedhaya Airlangga di Gedung Cak Durasim diharapkan menjadi pemantik bagi unit kegiatan mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berinovasi dalam pelestarian budaya. Seni tidak hanya untuk dipertontonkan, tetapi juga untuk dihidupi. Melalui pementasan ini, nilai-nilai budaya kembali dihadirkan dan dihayati di tengah masyarakat Kota Surabaya.

[BACA JUGA: Tak Kalah Prestasi, Mahasiswa Vokasi UNAIR Berhasil Raih Wakil 1 Duta UNAIR 2025]

***

Penulis: Tim Vokasi Branding