Mahasiswa Vokasi UNAIR Raih Penghargaan pada International Future Leaders Competition 2026

VOKASI NEWS – Samuel, mahasiswa Program Studi D-III Bahasa Inggris Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (UNAIR), berhasil mengharumkan nama almamater. Ia meraih tiga penghargaan sekaligus dalam ajang International Future Leaders Competition (IFLC) 2026. Kompetisi internasional ini diselenggarakan oleh Sentosa Foundation. Penyelenggaraannya bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Sastra Arab Universitas Gadjah Mada (UGM). Ajang ini mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Para peserta mempresentasikan inovasi di bidang riset, kewirausahaan, serta pembangunan berkelanjutan.

Business Plan Culinary: Camilan Sehat Berbahan Kentang

Samuel mengikuti dua kategori lomba dalam ajang tersebut. Ia mengusung inovasi berbasis penelitian yang berorientasi pada penyelesaian tantangan global. Pendekatan yang digunakan bersifat aplikatif dan berkelanjutan.

Pada kategori Business Plan – Culinary, Samuel mempresentasikan konsep camilan sehat berbahan dasar kentang. Camilan ini diperkaya dengan protein alternatif berkelanjutan. Inovasi tersebut dikembangkan sebagai solusi atas meningkatnya kebutuhan pangan bergizi. Di sisi lain, konsep ini juga menjadi upaya mengurangi ketergantungan terhadap protein hewani konvensional. Protein hewani konvensional membutuhkan sumber daya alam dalam jumlah besar. Produksinya pun menghasilkan emisi karbon yang tinggi.

Inovasi ini memanfaatkan bahan pangan lokal dengan konsep produksi yang lebih ramah lingkungan. Konsep tersebut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 2, yaitu Zero Hunger. Dukungan ini terlihat dari upaya mendorong peningkatan kualitas gizi masyarakat. Selain itu, inovasi ini turut mendukung SDGs poin 12, yaitu Responsible Consumption and Production. Dukungan tersebut diwujudkan melalui praktik produksi dan konsumsi pangan yang lebih berkelanjutan. Atas capaian ini, Samuel meraih Juara III pada kategori Business Plan – Culinary. Ia juga memperoleh Favorite Poster Award berkat kualitas presentasi dan kreativitas poster yang ditampilkan.

Essay Tourism and Culture: Promosi Wisata Pesisir Surabaya

Samuel juga berkompetisi pada kategori Essay – Tourism and Culture. Karyanya berjudul SMART MARINE TOUR: An English-Based Interactive Media for Surabaya Coastal Tourism for Foreign Tourists to Minimize Poverty. Karya ini dikembangkan sebagai media promosi pariwisata pesisir Surabaya. Media ini memanfaatkan konten berbahasa Inggris, media interaktif, dan strategi promosi digital. Tujuannya adalah memperkenalkan potensi wisata Pantai Kenjeran kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

SMART MARINE TOUR tidak hanya berfokus pada promosi destinasi wisata. Karya ini juga mengangkat cerita masyarakat pesisir. Selain itu, karya ini memperkenalkan kuliner khas seperti lontong kupang, sate kerang, ikan asap, dan berbagai produk hasil laut lainnya. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata. Di sisi lain, inovasi ini juga diharapkan memperluas peluang ekonomi bagi nelayan, pelaku UMKM, dan masyarakat pesisir. Peluang ekonomi ini muncul seiring peningkatan kunjungan wisatawan.

Konsep tersebut sejalan dengan SDGs poin 8, yaitu Decent Work and Economic Growth. Kesesuaian ini terlihat dari penguatan sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi lokal. Konsep ini juga sejalan dengan SDGs poin 1, yaitu No Poverty, melalui pemberdayaan masyarakat berbasis potensi daerah. Berkat dampak sosial yang ditawarkan, karya ini berhasil meraih Bronze Medal pada kategori Essay – Tourism and Culture.

Pengalaman Berharga di Panggung Internasional

Bagi Samuel, partisipasi dalam IFLC 2026 menjadi pengalaman berharga. Ajang ini memberinya kesempatan bertukar gagasan dengan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu. Kompetisi ini turut meningkatkan kompetensinya dalam bidang riset, kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama tim. Kemampuannya berbicara di depan forum internasional pun semakin terasah. Kesempatan mempresentasikan inovasi di hadapan dewan juri internasional menjadi tantangan tersendiri. Tantangan ini terutama dirasakan saat menyampaikan solusi secara efektif dalam waktu yang terbatas.

Keberhasilan meraih tiga penghargaan sekaligus pada ajang IFLC 2026 menjadi bukti nyata. Mahasiswa vokasi mampu menghasilkan inovasi yang unggul secara akademik. Inovasi tersebut juga bermanfaat nyata bagi masyarakat. Prestasi ini menunjukkan komitmen Fakultas Vokasi Universitas Airlangga dalam mendorong mahasiswa untuk terus berinovasi dan berprestasi di tingkat internasional. Capaian ini turut mencerminkan kontribusi nyata dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan melalui solusi yang aplikatif dan berdampak bagi masyarakat.

[BACA JUGA: ONPOSH 2026 Himpunan Mahasiswa D-IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja Wujudkan Pengabdian di Desa Lebakjabung]


Penulis: Samuel

Editor: Nadya Tika (Tim Branding Vokasi)