Mahasiswa Vokasi UNAIR Teliti Perasan Lemon sebagai Antikoagulan Alternatif

VOKASI NEWS – Penelitian mahasiswa VOKASI UNAIR mengungkap potensi perasan lemon termodifikasi sebagai antikoagulan alternatif pada pemeriksaan koagulasi darah.

Antikoagulan merupakan komponen penting dalam pemeriksaan laboratorium koagulasi. Fungsinya adalah menjaga sampel darah tetap stabil selama proses analisis. Selama ini, natrium sitrat 3,2 persen menjadi standar pada pemeriksaan Prothrombin Time (PT) dan Activated Partial Thromboplastin Time (APTT). Namun, meningkatnya kebutuhan pemeriksaan koagulasi dan gangguan pasokan yang pernah terjadi mendorong pencarian bahan alternatif dengan fungsi serupa.

Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa D-IV Teknologi Laboratorium Medik VOKASI UNAIR meneliti potensi perasan lemon (Citrus limon L.) yang dimodifikasi menggunakan natrium hidroksida (NaOH). Bahan tersebut dikaji sebagai kandidat antikoagulan alternatif. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi apabila pasokan antikoagulan standar mengalami keterbatasan.

Menguji Aktivitas Antikoagulan dari Lemon

Lemon dipilih karena mengandung asam sitrat, asam askorbat, serta flavonoid yang diketahui memiliki aktivitas antikoagulan dan antitrombotik. Dalam penelitian ini, perasan lemon terlebih dahulu disaring, kemudian pH-nya disesuaikan hingga berada pada kisaran fisiologis 7,35–7,45 menggunakan larutan NaOH. Selanjutnya, larutan dibuat dalam tiga variasi konsentrasi, yaitu 30 persen, 32,5 persen, dan 35 persen.

Penelitian menggunakan sampel darah vena dari sepuluh laki-laki sehat. Sampel dibagi menjadi kelompok yang menggunakan natrium sitrat sebagai pembanding dan kelompok yang menggunakan perasan lemon termodifikasi. Evaluasi dilakukan melalui pemeriksaan Clotting Time (CT), PT, APTT, serta pengamatan morfologi eritrosit menggunakan apusan darah tepi.

Hasil Mendekati Antikoagulan Standar

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perasan lemon termodifikasi memiliki aktivitas antikoagulasi. Pada pemeriksaan CT, konsentrasi 32,5 persen menghasilkan nilai yang paling mendekati natrium sitrat tanpa menunjukkan perbedaan yang bermakna.

Sementara itu, pada pemeriksaan PT ditemukan adanya perbedaan signifikan antar kelompok, dengan konsentrasi 30 persen memberikan hasil yang paling mendekati natrium sitrat. Adapun hasil pemeriksaan APTT tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan, dan konsentrasi 32,5 persen memiliki selisih rerata paling rendah dibandingkan konsentrasi lainnya.

Pengamatan morfologi eritrosit memperlihatkan dominasi sel berbentuk ekinosit, skistosit dalam jumlah rendah, serta ghost cell yang hanya ditemukan pada konsentrasi 35 persen. Temuan tersebut menunjukkan bahwa penyesuaian pH menggunakan NaOH mampu mengurangi pengaruh keasaman lemon terhadap sel darah sekaligus mempertahankan aktivitas antikoagulannya.

Berpotensi Mendukung Laboratorium Pendidikan

Penelitian ini masih bersifat eksploratif sehingga memerlukan validasi lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih besar. Meski demikian, hasil awal menunjukkan bahwa bahan alami seperti lemon memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kandidat antikoagulan alternatif, khususnya untuk kebutuhan laboratorium pendidikan maupun penelitian.

Selain menjadi inovasi dalam pengembangan antikoagulan berbasis bahan alam, penelitian ini juga membuka peluang pemanfaatan bahan yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis dibandingkan bahan kimia sintetis. Temuan tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi penelitian lanjutan di bidang hematologi dan laboratorium medik.

Penelitian mengenai potensi perasan lemon sebagai antikoagulan alternatif ini merupakan bagian dari skripsi mahasiswa D-IV Teknologi Laboratorium Medik VOKASI UNAIR yang berfokus pada pengembangan inovasi bahan alami untuk mendukung pemeriksaan laboratorium koagulasi.

[BACA JUGA: Apa Kata Publik soal Core Tax di Media Sosial?]

Penulis: Ibrahim Ahmad Yasin

Pembimbing: Belgis, S.Si.,M.Si., dan Amalia Ajrina S.Si.,M.Si.

Editor: Nadya (Tim Vokasi Branding)