Manajemen Perawatan Luka Pasca Operasi Kasus Pyometra Pada Anjing Siberian Husky di Pet Choice Animal Clinic Surabaya

Manajemen Perawatan Luka Pasca Operasi Kasus Pyometra Pada Anjing Siberian Husky di Pet Choice Animal Clinic Surabaya_Dokumen Istimewa

VOKASI NEWS – Manajemen perawatan luka pasca operasi pyometra pada anjing Siberian Husky di Surabaya sebagai bagian dari praktik klinis mahasiswa Veterinary Paramedic Universitas Airlangga.

Program Studi Veterinary Paramedic Fakultas Vokasi Universitas Airlangga mencatat praktik manajemen perawatan luka pasca operasi pada kasus pyometra sebagai bagian dari pembelajaran berbasis klinis. Salah satu kasus yang diamati berlangsung di Pet Choice Animal Clinic Surabaya pada Maret 2025, dengan subjek seekor anjing betina ras Siberian Husky berusia 15 tahun yang didiagnosis pyometra tipe serviks terbuka.

Pyometra merupakan infeksi uterus yang umum terjadi pada anjing betina yang belum disteril, terutama pada usia lanjut. Penyakit ini berisiko menimbulkan gangguan sistemik serius apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Berdasarkan hasil pemeriksaan klinis, laboratorium, dan ultrasonografi, pasien menunjukkan pembesaran uterus berisi cairan purulen disertai kondisi umum yang menurun, seperti anemia, leukositosis, dan indikasi gangguan fungsi ginjal.

Tindakan Bedah dan Perawatan Pasca Operasi

Tim medis melakukan ovariohisterektomi sebagai terapi utama untuk mengangkat sumber infeksi. Prosedur bedah berlangsung tanpa komplikasi intraoperatif. Setelah operasi, pasien menjalani perawatan intensif selama masa rawat inap untuk memastikan stabilisasi kondisi tubuh dan pemulihan luka.

Manajemen pasca operasi mencakup pemberian antibiotik spektrum luas, analgesik, terapi cairan, serta pemantauan tanda vital secara rutin. Perawatan luka dilakukan secara aseptik melalui pembersihan antiseptik, aplikasi salep topikal mupirocin, dan pembalutan steril menggunakan hypafix. Pasien juga menggunakan Elizabethan collar guna mencegah trauma akibat jilatan atau garukan pada area insisi.

Pengamatan harian menunjukkan progres pemulihan yang bertahap. Nafsu makan mulai meningkat pada hari ketiga perawatan, suhu tubuh kembali stabil, dan kondisi umum pasien membaik. Hingga hari ketujuh, luka operasi tetap kering dan bersih tanpa tanda infeksi sekunder. Pasien kemudian dipulangkan dalam kondisi stabil dengan instruksi perawatan lanjutan di rumah.

Relevansi Edukasi dan Praktik Klinis

Kasus ini menegaskan pentingnya manajemen pasca operasi yang komprehensif dalam penanganan pyometra, khususnya pada anjing usia lanjut dengan risiko komplikasi lebih tinggi. Perawatan luka yang tepat, pemantauan intensif, serta terapi medis yang sesuai berperan besar dalam mempercepat proses penyembuhan dan meningkatkan prognosis pasien.

Dari sisi akademik, kegiatan observasi klinis ini memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa Veterinary Paramedic Universitas Airlangga dalam memahami penanganan kasus reproduksi pada hewan. Mahasiswa tidak hanya mempelajari aspek teknis perawatan luka, tetapi juga mengaitkan hasil pemeriksaan klinis dengan pengambilan keputusan medis berbasis bukti.

[BACA JUGA: Dentech Boot Camp 2025 Sukses Digelar, Mahasiswa TKG Asah Keterampilan Digital dan Presisi]

Melalui pembelajaran lapangan, Fakultas Vokasi Universitas Airlangga memperkuat komitmen terhadap pendidikan vokasi yang aplikatif. Kegiatan ini juga relevan dengan kebutuhan layanan kesehatan hewan. Kasus tersebut menjadi pengingat akan pentingnya sterilisasi dini sebagai langkah preventif. Upaya ini bertujuan menurunkan risiko pyometra pada anjing betina yang tidak digunakan untuk reproduksi.

***

Penulis: Nindya Paramita Ardyanty

Editor: Fatikah Rachmadianty