MASTOID 2025: Siapkan Radiografer Era AI dan Semangat Kompetisi Mahasiswa Baru

MASTOID 2025: Siapkan Radiografer Era AI dan Semangat Kompetisi Mahasiswa Baru_Dokumen Istimewa

VOKASI NEWS – Hima D4 Teknologi Radiologi Pencitraan FV UNAIR kembali sukses menyelenggarakan Seminar Nasional Radiologi MASTOID (Medical Imaging Events of Radiography) 2025. Acara yang berlangsung pada Sabtu, 20 Desember 2025 di Auditorium Candradimuka, Kampus C ini mengusung tema besar “Integrating Multimodality Imaging and Artificial Intelligence for Enhanced Diagnostic Precision“. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang diskusi ilmiah, tetapi juga wadah kompetisi bagi mahasiswa baru melalui lomba poster ilmiah.

Urgensi Integrasi AI dalam Radiologi

Pemilihan tema mengenai integrasi Artificial Intelligence / AI, didasari oleh kebutuhan industri kesehatan yang semakin dinamis. Ketua Pelaksana MASTOID 2025, Bravo Mayfell Timothy, dalam sambutannya menekankan pentingnya adaptasi teknologi bagi tenaga radiografer.

“Tema yang kami usung tahun ini bukanlah sekedar tren melainkan sebuah kebutuhan mendesak. Sebagai calon dan praktisi radiografer, mahasiswa dituntut tidak hanya mahir dalam mengoperasikan alat tetapi juga cerdas dalam mengintegrasikan teknologi AI,” ujar Bravo di hadapan para peserta.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Dekan 1 Fakultas Vokasi, Dr. Andi Estetiono S.E., M.M. turut memberikan pandangan mengenai vitalnya topik seminar ini. Beliau menyampaikan bahwa integrasi teknologi sudah menjadi keharusan.

“Saya rasa tema besar ini bukan lagi penting tapi juga sebuah urgensi bagi perkembangan dunia kesehatan khususnya radiologi saat ini. Semoga dengan adanya acara ini, radiografer dan calon radiografer semakin diperlengkapi dan mahir dalam menghadapi tantangan kedepannya,” tutur Dr. Andi Estetiono saat membuka acara secara resmi.

Pemaparan Materi MASTOID 2025 oleh Pakar

Sesi ilmiah diawali dengan pemaparan oleh Aria Eka Putra, A.Md.Rad, selaku Business Dev Executive PT. Mulya Husada Jaya. Membawakan materi bertajuk “Toward Standardization of AI Integration in Multimodality Radiology“. Bapak Eka menyoroti pentingnya pembentukan standar baku dalam integrasi kecerdasan buatan. Ia menekankan bahwa standardisasi alur kerja / workflow merupakan pondasi utama untuk mencapai diagnostik presisi di masa depan. Dengan begitu, teknologi tidak hanya canggih tetapi juga aplikatif dalam sistem rumah sakit.

Diskusi semakin mendalam ketika dr. Paulus Rahardjo, Sp.Rad (K), Dokter Spesialis Radiologi RSUD Dr. Soetomo Surabaya, memberikan perspektif klinis pada sesi kedua. Dalam materinya “The importance of AI-based Multimodality in Improving Diagnostic Accuracy in Musculoskeletal Imaging“, beliau mengupas tuntas peran vital multimodalitas berbasis AI. Penjelasan ini membuka wawasan peserta mengenai deteksi anomali pada pencitraan muskuloskeletal yang membutuhkan akurasi tinggi demi keselamatan pasien.

Rangkaian sesi materi ditutup dengan ulasan teknologi terkini oleh Muhammad Rifai, A.Md.Rad, Clinical Application Specialist dari PT. Konica Minolta. Melalui topik “Artificial Intelligence on Dynamic Digital Radiography“, beliau mendemonstrasikan bagaimana inovasi radiografi digital dinamis bekerja membantu diagnosa. Antusiasme peserta terlihat memuncak pada sesi tanya jawab, di mana banyak pertanyaan kritis dilontarkan terkait implementasi teknis ketiga materi tersebut di lapangan kerja nyata.

Kompetisi Poster “Radiology for Life”

Selain seminar, kemeriahan MASTOID 2025 juga diwarnai dengan pengumuman pemenang Lomba Poster yang mengangkat tema “Radiology for Life”. Kompetisi ini dirancang khusus untuk mahasiswa baru Program Studi D4 Teknologi Radiologi Pencitraan guna mengembangkan semangat dan jiwa kompetisi sejak dini.

Setelah melalui proses penilaian yang ketat, dewan juri menetapkan Titi Saras Purbalaksita sebagai Juara 1. Posisi Juara 2 diraih oleh tim yang terdiri dari Vania Yogi Nadiansa, Muhammad Fadhil Ammar, dan Faisa Ayu Nariswari. Sementara itu, tim Burhan Abidin, Reza Ardian Zabzaraji, dan Dyah Wenes berhasil menempati Juara 3. Penghargaan Juara Harapan diberikan kepada kelompok Indah Amanah, Nisfu Al Laili Nibras Syaima, dan Ika Nur Hasanah. Melalui rangkaian kegiatan seminar dan kompetisi ini, MASTOID 2025 diharapkan mampu mencetak generasi radiografer yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga siap menghadapi era transformasi digital di dunia kesehatan.

BACA JUGA: [Sudut Pandang Tenaga Medis Terhadap Teknologi PACS]

***

Penulis: Bravo Mayfell Timothy Tema

Editor: Puspa Anggun Pertiwi