VOKASI NEWS – UMKM Tempe Pak Breng, usaha produksi tempe yang berlokasi di Desa Bohar Timur, Kabupaten Sidoarjo, memperoleh pendampingan penyusunan laporan biaya produksi dari mahasiswa Program Studi D-III Akuntansi Fakultas Vokasi Universitas Airlangga. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui program Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama satu bulan, yaitu pada 6 September hingga 6 Oktober 2025.
Selama ini, UMKM Tempe Pak Breng menghadapi tantangan dalam pencatatan biaya produksi secara terperinci. Biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, serta biaya overhead seperti listrik dan air belum dicatat secara rinci. Akibatnya, pemilik usaha mengalami kesulitan menghitung total biaya produksi secara akurat. Kondisi tersebut juga menyebabkan laporan laba rugi belum mencerminkan kondisi keuangan yang sebenarnya.
Proses Pendampingan di Lapangan
Selama pelaksanaan PKL, mahasiswa terlibat langsung dalam kegiatan operasional harian UMKM. Pendampingan dilakukan melalui observasi, wawancara dengan pemilik usaha, partisipasi dalam proses produksi, serta pendokumentasian setiap transaksi keuangan. Selain itu, mahasiswa mencatat pembelian bahan baku, proses produksi, hasil pemotongan tempe, hingga penjualan harian secara sistematis.
UMKM Tempe Pak Breng memproduksi dua jenis tempe, yaitu tempe daun seharga Rp3.500 per unit dan tempe tumpuk seharga Rp5.000 per unit. Choirul Anam selaku pemilik UMKM Tempe Pak Breng menjelaskan bahwa usaha tersebut telah berdiri sejak tahun 2000. Usaha tersebut juga melayani pelanggan tetap, yaitu pedagang sayur keliling di Pasar Mangga Dua Wonokromo. “Setiap hari dagangan selalu habis karena sudah punya pelanggan tetap sejak lama,” ujar Choirul Anam.
Hasil Laporan Biaya Produksi yang Terstruktur
Melalui kegiatan PKL, mahasiswa berhasil menyusun laporan biaya produksi yang lebih terstruktur. Laporan tersebut mencakup klasifikasi biaya variabel dan biaya tetap, pencatatan jumlah produksi, rincian bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, serta biaya overhead pabrik. Selain itu, mahasiswa juga menyusun laporan harga pokok produksi, harga pokok penjualan, dan laporan laba rugi.
Berdasarkan hasil perhitungan, harga pokok penjualan untuk kedua jenis tempe tercatat sebesar Rp12.099.039. Sementara itu, laba bersih yang diperoleh UMKM Tempe Pak Breng pada periode tersebut mencapai Rp8.597.543.
Laporan keuangan yang telah disusun diharapkan dapat membantu UMKM Tempe Pak Breng dalam memantau serta mengelola pengeluaran dengan lebih baik. Selain itu, laporan tersebut juga dapat menjadi dasar dalam menentukan harga jual secara lebih akurat pada masa mendatang.
Kegiatan PKL ini merupakan bagian dari persyaratan akademik Program Studi D-III Akuntansi Fakultas Vokasi Universitas Airlangga sebelum mahasiswa menempuh yudisium. Melalui program tersebut, mahasiswa tidak hanya mengaplikasikan ilmu akuntansi biaya yang dipelajari selama perkuliahan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan pengelolaan keuangan UMKM lokal.
Penulis: Niswa Hananiyah Zafarani
Editor: Sinta Rahmah (Tim Vokasi Branding)



