VOKASI NEWS – Sebagai bagian dari upaya memperluas jejaring global, Program Studi Teknologi Kesehatan Gigi (TKG) Fakultas Vokasi Universitas Airlangga menjalin kerja sama akademik dengan berbagai institusi pendidikan tinggi internasional, termasuk Universiti Putra Malaysia Sarawak (UPM Sarawak). Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan International Community Service di SMAN 19 Surabaya pada Kamis, 10 September 2026, yang menjadi bagian dari agenda Student Inbound.
Mengangkat tema International Academic Benchmarking and Community Engagement for Sustainable Impact, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Student Mobility UPM Sarawak di UNAIR yang dilaksanakan secara luring pada 9–13 September 2026. Program tersebut dirancang tidak hanya sebagai sarana bagi mahasiswa UPM Sarawak untuk memperoleh pengalaman akademik di lingkungan UNAIR. Program ini juga menjadi kesempatan untuk berkontribusi secara langsung melalui kegiatan pengabdian.
Pertemuan mahasiswa UPM Sarawak dan UNAIR dalam kegiatan ini menciptakan ruang pertukaran wawasan, pengalaman, serta nilai-nilai budaya melalui aktivitas edukatif. Paparan terhadap lingkungan pendidikan dan masyarakat dengan karakteristik yang berbeda mendorong mahasiswa untuk memperkaya perspektif dan meningkatkan kemampuan berinteraksi. Pengalaman tersebut juga membangun keterampilan kerja sama dalam konteks internasional. Bagi siswa SMAN 19 Surabaya, keterlibatan mahasiswa internasional memberikan kesempatan untuk memperoleh pengalaman belajar yang berbeda dari lingkungan pembelajaran sehari-hari. Komunikasi secara langsung dengan mahasiswa asal Malaysia turut membuka wawasan siswa terhadap keberagaman latar belakang, cara pandang, dan pengalaman akademik dari negara lain.
Meningkatkan Kepercayaan Diri Berkomunikasi melalui Elevator Pitch
Dalam rangkaian kegiatan Pengabdian Masyarakat Internasional, siswa memperoleh pembelajaran mengenai teknik elevator pitch. Materi ini mengajarkan bagaimana menyampaikan profil diri, gagasan, maupun suatu ide secara efektif dalam waktu singkat dengan penyampaian yang terarah dan mudah dipahami. Keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa untuk berkomunikasi secara lebih percaya diri dalam berbagai kesempatan. Kesempatan tersebut mencakup kegiatan akademik maupun kehidupan sosial. Kehadiran mahasiswa UPM Sarawak turut menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dengan menghadirkan pengalaman berkomunikasi bersama mahasiswa dari lingkungan pendidikan yang berbeda.
Proses pembelajaran juga dilengkapi dengan aktivitas interaksi antara siswa dan mahasiswa dari Indonesia serta Malaysia. Pertukaran pengalaman tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal perbedaan budaya, kebiasaan, serta lingkungan pendidikan secara langsung. Pengalaman belajar tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga menjadi bagian dari pengenalan wawasan global.
Memperluas Wawasan Siswa mengenai Edukasi Kesehatan Gigi
Aspek kesehatan juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Pengabdian Masyarakat Internasional. Melalui keterlibatan Program Studi Teknologi Kesehatan Gigi, Fakultas Vokasi UNAIR, para siswa memperoleh pengetahuan mengenai kesehatan gigi dan mulut. Para siswa juga memperoleh pengetahuan mengenai perkembangan teknologi yang mendukung bidang tersebut. Siswa diperkenalkan pada berbagai aspek pembelajaran, antara lain kegiatan promotif dan preventif serta pendidikan kesehatan gigi dan mulut. Pembelajaran juga mencakup keterampilan klinis serta penerapan teknologi dalam menunjang pelayanan di bidang kesehatan gigi.

Pemaparan tersebut sekaligus memberikan gambaran kepada siswa mengenai karakter pendidikan vokasi yang mengintegrasikan pemahaman konsep dengan kemampuan praktik. Selain memahami aspek kesehatan gigi dan mulut, mahasiswa TKG juga dipersiapkan untuk mampu menerapkan kompetensi melalui kegiatan edukasi dan kontribusi kepada masyarakat.
Melalui pengenalan ini, siswa memperoleh gambaran mengenai inovasi teknologi yang terus berkembang dalam bidang kesehatan gigi serta kesempatan untuk mendalami bidang tersebut melalui jalur pendidikan vokasi. Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas pemahaman siswa mengenai profesi dan keilmuan kesehatan gigi. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan kontribusi pendidikan vokasi dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan sektor kesehatan.
[BACA JUGA: Mahasiswa Perbankan dan Keuangan UNAIR Pelajari Sistem Participation Banking dari Akademisi Turkiye]
Penulis: Atika Nailatusy Syirfah
Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)



