VOKASI UNAIR

Memahami Perilaku Tidak Aman dan Dampaknya Terhadap Keselamatan Kerja

VOKASI NEWS – Perilaku tidak aman menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan kerja, mencerminkan kegagalan individu dalam mematuhi prosedur keselamatan yang dapat berakibat fatal di lingkungan kerja.

Perilaku diartikan sebagai seluruh pengalaman yang dimiliki seseorang melalui interaksi antar manusia/lingkungan yang diwujudkan dalam bentuk pengetahuan, sikap, dan tindakan. Dalam konteks keselamatan terdapat istilah perilaku tidak aman yang diungkapkan oleh seorang ahli yaitu H.W. Heinrich. Heinrich mengungkapkan perilaku tidak aman merupakan perilaku negatif seseorang seperti penggunaan peralatan kerja yang masih dalam perbaikan dan penggunaan alat kerja yang tidak sebagaimana fungsinya. 

Secara general perilaku tidak aman adalah akibat dari kegagalan manusia dalam mengikuti prosedur di area kerja sehingga menyebabkan kecelakaan kerja. Salah satu teori yang diungkapkan oleh H.W. Heinrich adalah teori domino atau susunan domino sejajar yang diartikan sebagai faktor penyebab terjadinya kecelakaan.

Teori Pembentukan Perilaku Menurut Lawrence Green

“Perilaku manusia terbentuk dari beberapa kontribusi faktor yang berperan”

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Lawrence Green pada tahun 1980. Teori Lawrence Green merupakan model teori yang menjelaskan terkait analisa perilaku manusia berdasarkan tingkat kesehatannya. Kesehatan sendiri menjadi faktor penting dalam pembentukan perilaku seseorang. Perilaku kesehatan dipengaruhi oleh dua faktor diantaranya faktor perilaku dan faktor diluar pelaku. Faktor perilaku menjadi salah satu faktor untuk mencapai terbentuknya motivasi seseorang untuk mengubah perilaku ke arah perilaku kesehatan yang positif. 

Dalam teori domino dijelaskan jika perilaku tidak aman (unsafe action) merupakan salah satu faktor penyumbang kecelakaan kerja yang dapat ditiadakan. Perilaku tidak aman erat kaitannya dengan kecelakaan kerja mengingat perilaku pekerja menentukan keselamatan pekerja tersebut. Berdasarkan konteks perilaku tidak aman, terdapat beberapa faktor yang berkaitan dengan pembentukan perilaku yang diungkapkan Lawrence Green. Faktor tersebut diantaranya; faktor predisposisi, faktor pemungkin, dan faktor penguat. 

Faktor predisposisi merupakan faktor yang mendasari pemikiran seseorang untuk melakukan sebuah perilaku, seperti usia, masa kerja, dan pengetahuan. Jenis faktor ini dapat diartikan sebagai faktor yang mendahului sebuah perilaku seseorang, seperti pelatihan, beban kerja, dan ketersediaan APD. Sedangkan faktor penguat merupakan faktor yang memperkuat perilaku seseorang, seperti pengawasan, reward dan punishment, dan dukungan. Lawrence Green menekankan bagaimana pentingnya memahami interaksi antar faktor yang mempengaruhi perilaku manusia. Hal tersebut berguna menciptakan perilaku kesehatan yang aman dan seimbang.

Keterkaitan antara Perilaku Tidak Aman dan Pembentukan Perilaku

Beberapa faktor diatas berperan dalam membentuk perilaku seseorang. Dalam hal ini perilaku tidak semata-mata terbentuk begitu saja. Berdasarkan beberapa faktor yang berkaitan dengan pembentukan perilaku diatas, maka diperlukan adanya kesinambungan antara seluruh faktor guna menciptakan perilaku selamat. Sebagai contoh pada faktor predisposisi yaitu pengetahuan, perilaku yang tidak dilandasi dengan pengetahuan maka tidak akan bertahan lama. Perilaku dan pengetahuan memiliki keterkaitan yang linear dimana pengetahuan mempengaruhi pandangan seorang pekerja dalam bertindak dan mematuhi prosedur K3. 

BACA JUGA: Faktor Apa Saja yang Bisa Mempengaruhi Kepatuhan Pekerja Konstruksi pada Penggunaan Alat Pelindung Diri?

Pada faktor pemungkin terdapat faktor ketersediaan APD, faktor ini berkaitan dengan fasilitas yang didapatkan oleh pekerja selama bekerja. Fasilitas yang memadai dapat mendukung keberlangsungan pekerja untuk melakukan perilaku aman di area kerja. Begitu pula pada faktor penguat yaitu pengawasan, melalui pengawasan kerja kesadaran pekerja terhadap bahaya di sekitar area kerja akan meningkat. Dengan adanya pengawasan kerja diharapkan dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab yang membentuk kebiasan pekerja untuk berperilaku aman di area kerja.

Upaya Mengurangi Terjadinya Perilaku Tidak Aman di Area Kerja

  1. Pendataan ulang kebutuhan pelatihan K3 sesuai dengan keahlian pekerja guna meningkatkan pengetahuan pekerja sesuai dengan bidang masing-masing.
  2. Pelaksanaan manajemen APD sesuai dengan Permenakertrans Nomor 8 Tahun 2010 sebagai upaya penyediaan fasilitas pekerja agar dapat bekerja dengan aman.
  3. Pelaksanaan pengawasan K3 seperti safety patrol yang dilakukan secara rutin dan terjadwal.
  4. Pembuatan media pelaporan berupa google forms untuk temuan negatif atau ketidaksesuaian yang berkaitan dengan pekerja, lingkungan, maupun peralatan kerja.

***

Penulis: Alya Dwi Lisnawati

Editor: Puspa Anggun Pertiwi

Share Media Sosmed

Pilihan Kategori

Name Link
Form permohonan peliputan, publikasi dan penerbitan
Panduan Prosedur Peliputan
Panduan Penulisan Artikel

Pastikan karya kamu sesuai panduan yang ada ya voks, tetap semangat!