VOKASI NEWS – Di tengah arus informasi yang semakin cepat dan perkembangan digitalisasi yang pesat, generasi muda Indonesia menghadapi tantangan dalam memahami berbagai informasi mengenai kondisi perekonomian nasional. Kemudahan mengakses informasi melalui telepon pintar membuat berbagai berita ekonomi dapat diperoleh hanya dalam hitungan detik.
Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan tantangan. Tidak semua informasi disajikan secara utuh. Cuplikan singkat, minim konteks, dan kurangnya penjelasan dapat menimbulkan opini publik yang tidak akurat serta pemahaman yang keliru mengenai kondisi ekonomi di kalangan generasi muda.
Selain kemampuan memahami informasi, literasi keuangan juga menjadi hal penting bagi pelajar. Kurangnya pemahaman mengenai pengelolaan keuangan dapat meningkatkan risiko perilaku konsumtif, kesalahan dalam menggunakan layanan keuangan digital, hingga menjadi korban investasi bodong dan pinjaman online ilegal.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis dan kecerdasan finansial menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi sekaligus mengambil keputusan keuangan secara bijak.
Menjawab tantangan tersebut, Himpunan Mahasiswa D-IV Perbankan dan Keuangan Universitas Airlangga menghadirkan Ecolympic (Economy Olympic) 2026. Ajang Olimpiade Ekonomi Tingkat Nasional tersebut ditujukan bagi pelajar SMA/SMK/MA sederajat dari berbagai wilayah di Indonesia.
Mengusung tema “Membangun Generasi Cerdas Finansial sebagai Pilar Ketahanan Ekonomi Indonesia di Masa Depan”, Ecolympic 2026 dirancang sebagai wadah untuk meningkatkan pemahaman ekonomi dan keuangan sekaligus melatih kemampuan peserta dalam menerapkan pengetahuan tersebut pada situasi nyata.
Mengasah Kemampuan Analisis dan Problem Solving
Ecolympic 2026 dikemas sebagai kompetisi yang interaktif dengan semangat kepemudaan. Peserta diajak mengasah kemampuan analisis, memahami isu-isu ekonomi kontemporer, serta menyelesaikan berbagai persoalan secara logis dan kreatif.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga menjadi ruang pertukaran wawasan antarpelajar dari berbagai daerah. Interaksi dalam kompetisi diharapkan dapat menciptakan persaingan yang sehat sekaligus memperluas perspektif peserta dalam menghadapi tantangan ekonomi di era globalisasi.
Secara teknis, Ecolympic 2026 diselenggarakan dengan format hybrid, yaitu perpaduan kegiatan secara daring dan luring. Kegiatan berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 16.00 WIB dengan target peserta sebanyak 100 tim dari seluruh Indonesia. Setiap tim terdiri atas dua siswa yang berasal dari sekolah yang sama. Kedua anggota tim akan berkompetisi bersama sekaligus membawa nama sekolah dalam ajang Olimpiade Ekonomi Tingkat Nasional tersebut.
Rangkaian Kompetisi Ecolympic 2026
Rangkaian Ecolympic 2026 diawali dengan Pendaftaran Gelombang I pada 26 Juni–2 Juli 2026 dan Pendaftaran Gelombang II pada 3–10 Juli 2026. Kompetisi kemudian memasuki Babak Penyisihan yang dilaksanakan secara online pada 25 Juli 2026. Hasil babak penyisihan diumumkan pada 27 Juli 2026. Tim yang berhasil lolos kemudian mengikuti Technical Meeting pada 31 Juli 2026 sebagai persiapan menuju babak berikutnya.
Babak Semifinal dilaksanakan secara online pada 1 Agustus 2026, kemudian hasil semifinal diumumkan pada 5 Agustus 2026. Peserta yang berhasil melaju ke tahap akhir akan mengikuti Babak Final secara offline pada 15 Agustus 2026.
Melalui Ecolympic 2026, Himpunan Mahasiswa D-IV Perbankan dan Keuangan Universitas Airlangga berupaya menghadirkan ruang bagi pelajar untuk memperluas wawasan ekonomi sekaligus meningkatkan kecerdasan finansial. Pengetahuan, kemampuan analisis, dan keterampilan mengambil keputusan keuangan yang diperoleh melalui kompetisi diharapkan dapat menjadi bekal bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.
[BACA JUGA: HIVIS 2026: Cosmic Connection, Bridging Stars, Building Futures]
Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)



