VOKASI NEWS – Industri perhotelan di Indonesia mengalami pertumbuhan signifikan, khususnya di Jawa Timur yang mencatat penambahan 272 hotel baru pada 2024. Dalam kondisi kompetitif ini, strategi pemasaran yang efektif menjadi kunci untuk mempertahankan okupansi dan meningkatkan daya tarik akomodasi. Salah satu strategi yang berkembang pesat adalah influencer marketing, terutama melalui platform TikTok. Platform TikTok saat ini memiliki 12,6 juta akun influencer yang mempromosikan berbagai produk dan jasa melalui aplikasi TikTok.
Salah satu brand yang sudah menerapkan metode influencer marketing adalah Bobocabin Coban Rondo by Bobobox. Bobocabin Coban Rondo merupakan akomodasi inovatif berbasis konsep smart cabin in nature di Malang yang menyuguhkan pengalaman menginap unik dengan fasilitas modern di tengah pemandangan alam yang menenangkan. Target pasar utamanya adalah wisatawan milenial dan Gen Z yang aktif menggunakan media sosial, termasuk TikTok. Influencer yang memiliki popularitas, kredibilitas, daya tarik, dan kekuatan mempengaruhi menjadi saluran utama dalam membangun kesadaran merek dan memotivasi keputusan pembelian calon tamu.
BACA JUGA: [Strategi Content Marketing Sosial Media dengan Model Pendekatan AIDA]
Penelitian Pengaruh Influencer Marketing Terhadap Brand
Penelitian yang dilakukan oleh Aldi Ferdiansyah dalam “Pengaruh Influencer Marketing pada Aplikasi Tiktok Serta Brand Image dan Implikasinya Terhadap Keputusan Pembelian Bobocabin Coban Rondo Sebagai Akomodasi” menunjukan bahwa Influencer marketing memiliki pengaruh positif terhadap pertumbuhan brand terutama pada tingkat okupansi dan brand image bagi brand di industri akomodasi. Review yang diberikan influencer memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan para calon tamu untuk memilih akomodasi. Integrasi promosi melalui influencer yang kredibel dan brand image yang kuat menciptakan sinergi positif dalam mempercepat proses pengambilan keputusan konsumen.
Pada penelitian yang telah dilakukan ditemukan bahwa peran influencer sangat berpengaruh. Hal ini terutama sebagai jembatan komunikasi efektif antara brand dan audiens sangat penting dalam membangun ketertarikan awal terhadap produk. Sementara brand image yang terbentuk memberikan keyakinan bagi calon tamu dalam memilih akomodasi. Kombinasi keduanya meningkatkan loyalitas pelanggan serta membantu Bobocabin dalam mempertahankan daya saing di pasar yang semakin kompetitif.
Dengan kemajuan digital dan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan media sosial, pemanfaatan influencer marketing melalui aplikasi seperti TikTok serta penguatan brand image menjadi kunci utama dalam strategi pemasaran industri perhotelan di Indonesia. Khususnya untuk akomodasi dengan konsep inovatif seperti Bobocabin Coban Rondo. Penelitian ini memberikan wawasan empiris yang berharga bagi akademisi dan praktisi dalam mengoptimalkan pemasaran digital untuk meningkatkan keputusan pembelian konsumen.
***
Penulis: Aldi Ferdiansyah
Editor: Oky Sapto Mugi Saputro