Membangun Literasi Obat melalui Edukasi Remaja

VOKASI NEWS – Mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan Universitas Airlangga melaksanakan edukasi kesehatan mengenai penggolongan obat berdasarkan dampaknya terhadap sistem tubuh kepada remaja di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi mata kuliah Farmakologi yang bertujuan meningkatkan pemahaman remaja tentang penggunaan obat yang tepat dan rasional.

Program edukasi diikuti oleh 10 remaja. Sebelum materi disampaikan, peserta mengerjakan pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal mengenai penggolongan obat. Hasil evaluasi menunjukkan nilai rata-rata sebesar 51,5, yang menandakan peserta telah memiliki pengetahuan dasar, namun masih memerlukan pemahaman yang lebih mendalam terkait fungsi dan penggunaan berbagai jenis obat.

Pemanfaatan Media Edukasi Inovatif

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memanfaatkan beberapa media edukasi untuk mendukung proses pembelajaran. Selain penyampaian materi secara langsung, tim juga menggunakan papan edukasi dan e-magazine yang dapat diakses melalui barcode.

Pemanfaatan e-magazine berbasis barcode menjadi salah satu inovasi dalam kegiatan ini. Melalui media tersebut, peserta dapat mengakses kembali materi yang telah diberikan kapan saja dan di mana saja. Dengan demikian, proses pembelajaran tidak berhenti setelah kegiatan selesai, tetapi dapat dilanjutkan secara mandiri.

Mengenal Penggolongan Obat Berdasarkan Sistem Tubuh

Materi yang disampaikan mencakup berbagai kelompok obat berdasarkan sistem tubuh yang dipengaruhi, seperti sistem pernapasan, sistem kardiovaskular, sistem saraf, sistem pencernaan, hingga sistem imun.

Selain itu, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya penggunaan obat secara rasional. Pengetahuan tersebut diperlukan untuk mencegah kesalahan penggunaan obat yang berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan.

Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hal tersebut terlihat dari keterlibatan aktif dalam diskusi serta perhatian terhadap materi yang disampaikan.

Hasil Evaluasi Menunjukkan Peningkatan Pengetahuan

Setelah seluruh rangkaian edukasi selesai, peserta kembali mengerjakan post-test sebagai bentuk evaluasi akhir. Hasil evaluasi menunjukkan nilai rata-rata meningkat menjadi 82,5.

Peningkatan sebesar 31 poin tersebut menunjukkan bahwa edukasi mengenai penggolongan obat berhasil meningkatkan pemahaman peserta. Hasil ini juga memperlihatkan bahwa penggunaan metode pembelajaran yang interaktif dan media yang menarik dapat membantu penyampaian informasi kesehatan secara lebih efektif.

Mendorong Literasi Kesehatan Generasi Muda

Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan. Melalui interaksi langsung dengan masyarakat, mahasiswa belajar menyampaikan informasi kesehatan secara efektif dan mudah dipahami.

Selain itu, kegiatan ini memperkuat pemahaman mengenai peran tenaga kesehatan dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, program edukasi serupa diharapkan dapat terus dikembangkan dengan memanfaatkan media yang inovatif sehingga informasi kesehatan dapat menjangkau lebih banyak kalangan, khususnya generasi muda.

[BACA JUGA: Catat, Kelola, Raih: Peran SIA Penerimaan Kas]

Penulis: Talitha Elysia

Pembimbing :  Dr. Susilo Harianto, S.Kep., Ns., M.Kep.

Editor: Sinta Rahmah (Tim Vokasi Branding)