Masih Bingung Bedakan Obat? Mahasiswa D-III Keperawatan UNAIR Edukasi Warga Desa Pucuk

Edukasi membedakan jenis obat bagi warga Desa Pucuk

VOKASI NEWS – Tidak sedikit masyarakat yang masih kesulitan membedakan jenis obat yang beredar di pasaran. Padahal, setiap jenis obat memiliki aturan penggunaan, tingkat keamanan, dan fungsi yang berbeda. Pemahaman yang kurang mengenai hal tersebut dapat meningkatkan risiko kesalahan penggunaan obat dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, mahasiswa D-III Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga menggelar edukasi mengenai penggolongan obat di Desa Pucuk. Kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat memahami berbagai jenis obat serta pentingnya penggunaan obat yang aman, tepat, dan rasional dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, peserta diajak mengenali perbedaan setiap golongan obat, memahami aturan penggunaannya, serta mengetahui fungsi obat berdasarkan sistem tubuh yang menjadi target kerjanya.

Pentingnya Membedakan Jenis Obat

Dalam kegiatan edukasi, peserta diperkenalkan pada berbagai golongan obat yang beredar di Indonesia, mulai dari obat bebas, obat bebas terbatas, obat keras, hingga narkotika. Setiap golongan memiliki aturan penggunaan yang berbeda sesuai tingkat keamanan dan potensi efek sampingnya.

Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menggunakan obat sesuai kebutuhan dan anjuran tenaga kesehatan. Pengetahuan tersebut diperlukan untuk mencegah kesalahan penggunaan obat, penyalahgunaan obat, serta risiko yang dapat muncul akibat penggunaan yang tidak tepat.

Mengapa Setiap Obat Memiliki Fungsi Berbeda?

Selain memahami golongan obat, peserta mendapatkan materi mengenai pengelompokan obat berdasarkan sistem tubuh yang menjadi target kerjanya. Materi mencakup obat pada sistem pernapasan, kardiovaskular, persarafan, pencernaan, muskuloskeletal, endokrin, integumen, hingga sistem imun.

Mahasiswa juga menjelaskan bahwa setiap kelompok obat memiliki fungsi, mekanisme kerja, indikasi, dan efek samping yang berbeda. Oleh karena itu, penggunaan obat perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing individu.

Edukasi Tingkatkan Pemahaman Masyarakat

Kegiatan edukasi memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat Desa Pucuk. Sebelum kegiatan berlangsung, sebagian peserta masih mengalami kesulitan membedakan obat bebas, obat bebas terbatas, obat keras, dan obat yang hanya dapat diperoleh melalui apotek.

Setelah mendapatkan materi dan mengikuti sesi diskusi, peserta menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai logo obat, aturan penggunaan, serta cara memperoleh obat secara aman dan tepat.

Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti edukasi. Sebelum kegiatan, 15 dari 18 peserta atau 83,3 persen memiliki pemahaman yang baik mengenai materi yang diberikan. Setelah edukasi berlangsung, seluruh peserta mampu menjawab pertanyaan dengan benar sehingga menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap materi penggolongan obat.

Mendorong Penggunaan Obat yang Aman dan Rasional

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya penggunaan obat yang aman, tepat, dan rasional. Pemahaman yang baik mengenai penggolongan obat dapat membantu masyarakat lebih cermat saat memilih, menggunakan, maupun menyimpan obat.

Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, kegiatan edukasi ini juga menjadi upaya untuk meningkatkan literasi kesehatan di tingkat desa. Dengan pengetahuan yang lebih baik, masyarakat diharapkan mampu mengurangi risiko kesalahan penggunaan obat dan mendukung terciptanya perilaku pengobatan yang lebih bertanggung jawab.

[BACA JUGA: Kenali Fungsi Obat, Mahasiswa D-III Keperawatan UNAIR Edukasi di Ecopark Gresik]

Penulis: Kelompok 3 GR-2D

Editor: Cheiza Xaviera (Tim Branding Vokasi)