VOKASI NEWS – Program Student Outbound Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (UNAIR) berlangsung pada 14–20 Juni 2026 di Melaka, Malaysia. Program ini tidak hanya menghadirkan pengalaman akademik di Universiti Teknologi MARA (UiTM). Selain itu, program ini juga membuka kesempatan mengenal budaya, industri kreatif, dan warisan sejarah negeri jiran.
Melalui kegiatan tersebut, rangkaian dirancang sebagai pembelajaran lapangan. Pembelajaran ini memperluas wawasan internasional mahasiswa. Di samping itu, kegiatan ini memperkuat apresiasi terhadap budaya lokal. Dengan demikian, peserta memperoleh pengalaman akademik sekaligus pemahaman tentang budaya, masyarakat, dan pariwisata.
Belajar dari Industri Batik Berbasis Pemberdayaan
Pertama, salah satu destinasi adalah Alina Batik di Legasi Sutera Emas Enterprise, Melaka. Kegiatan diawali dengan pemaparan usaha. Usaha ini diakui Kementerian Pembangunan Perusahaan dan Koperasi (KUSKOP) Malaysia. Usaha tersebut berfokus pada pemberdayaan sosial. Selain itu, Alina Batik memberikan ruang kerja bagi ibu tunggal. Selain itu, penyandang disabilitas (OKU) juga terlibat dalam proses produksi. Oleh karena itu, nilai budaya berjalan seiring dengan misi sosial.
Selanjutnya, peserta mengamati proses pembuatan batik secara langsung. Proses tersebut meliputi pencantingan, pewarnaan, dan penyelesaian akhir. Tak hanya itu, peserta juga mencoba praktik mewarnai motif batik. Kegiatan ini melatih ketelitian, kreativitas, dan kesabaran. Perwakilan Alina Batik menjelaskan nilai karya batik. Setiap karya memiliki nilai ekonomi. Selain itu, batik juga menjadi media pelestarian budaya. Sebagai tambahan, pengelola menyampaikan, “Setiap helai batik membawa cerita tentang tradisi dan harapan bagi para perajinnya.”
Mengenal Kuliner Tradisional dan Wisata Religi Melaka
Selain itu, kegiatan dilanjutkan di Hanuris Food Industry di Melaka Halal Hub, Serkam, Merlimau. Perusahaan ini memproduksi belacan dan cencalok dengan merek MAMA. Produk tersebut dipasarkan ke berbagai wilayah Malaysia dan mancanegara. Melalui kunjungan ini, peserta memahami pelestarian resep tradisional. Selain itu, peserta melihat pengembangan produk agar tetap kompetitif.
Lebih lanjut, peserta mengamati proses produksi secara langsung. Proses meliputi bahan baku, fermentasi, pengemasan, dan kebersihan. Oleh sebab itu, setiap tahap menjadi penting dalam menjaga mutu produk. Menurut pengelola, keberhasilan industri berasal dari konsistensi rasa autentik. Rasa tersebut diwariskan secara turun-temurun. Di sisi lain, proses produksi tetap mengikuti standar modern. Dengan demikian, tradisi dan inovasi dapat berjalan bersama.
Sementara itu, perjalanan dilanjutkan ke Masjid Selat Melaka di Pulau Melaka. Masjid ini dikenal sebagai masjid terapung. Masjid terlihat mengapung saat air laut pasang. Selain itu, arsitektur Melayu dan Moor berpadu dalam bangunan ini. Suasana menjadi tenang saat matahari senja muncul. Cahaya matahari memantul di permukaan Selat Melaka. Oleh karena itu, masjid ini menjadi simbol religius, sejarah, dan arsitektur.
Jonker Street, Wajah Heritage yang Tetap Hidup
Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan walking tour di Jonker Street, Melaka. Kawasan ini merupakan warisan budaya Kota Melaka. Kegiatan dilakukan bersama dosen, staf UiTM, dan mahasiswa pariwisata UiTM. Bangunan Peranakan tetap dipertahankan di kawasan ini. Selain itu, bangunan digunakan sebagai kuliner, toko suvenir, galeri seni, dan kafe. Kawasan ini ramai oleh wisatawan lokal dan mancanegara.
Pendamping UiTM Alor Gajah menyampaikan pendapat. Jonker Street menjadi daya tarik wisata budaya. Selain itu, kawasan ini tetap produktif secara ekonomi. Dengan demikian, pelestarian heritage berjalan bersama pertumbuhan pariwisata. Pada akhirnya, rangkaian Student Outbound Fakultas Vokasi UNAIR menunjukkan pembelajaran tidak hanya di kelas. Pembelajaran juga terjadi melalui interaksi budaya dan masyarakat.
Selain itu, mahasiswa memperoleh wawasan tentang pelestarian budaya. Lebih lanjut, mahasiswa memahami ekonomi kreatif, industri lokal, dan pariwisata. Dengan demikian, pengalaman ini menjadi bekal wawasan global tanpa meninggalkan nilai budaya.
[BACA JUGA: Beda Bentuk Sediaan Obat, Beda Cara Menggunakan]
Penulis: Hanifah Az Zahra Hasoloan, Nurun Zahrah, Muhammad Rama Firmansyah, Neerzara, Syarifah Alfarizi, Jessica Gavrila Lucita.
Editor: Sinta Rahmah (Tim Vokasi Branding)



