Mengasah Kompetensi K3 melalui Kegiatan Magang Industri di PT SPINDO

VOKASI NEWS – Mahasiswa D-IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja Universitas Airlangga menjalani Magang Industri di PT SPINDO Surabaya. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi teknis, profesionalisme, dan kesiapan kerja di industri manufaktur.

Magang Industri menjadi salah satu kegiatan penting bagi mahasiswa D-IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja Universitas Airlangga. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung mengenai dunia kerja. Program tersebut dilaksanakan pada 4 Februari hingga 30 April 2026 di PT SPINDO Surabaya. Selama pelaksanaannya, mahasiswa mempelajari sistem manajemen keselamatan yang diterapkan di industri manufaktur.

Pada awal kegiatan, mahasiswa mempelajari penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Sistem tersebut telah diterapkan secara terintegrasi di lingkungan industri manufaktur. Selain itu, mahasiswa juga mempelajari tata tertib kerja pabrik. Mahasiswa mengikuti safety induction secara menyeluruh sebelum memasuki area produksi.

Mahasiswa ditempatkan secara bergantian di beberapa area kerja dan divisi operasional. Selanjutnya, mahasiswa mempelajari proses identifikasi bahaya dan penilaian risiko. Kegiatan tersebut menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC) serta Hazard and Operability Study (HAZOP). Selain itu, mahasiswa juga mempelajari penerapan Loss Causation Model untuk menganalisis akar penyebab insiden serta mengevaluasi standar keselamatan operasional.

Pengalaman Lapangan dalam Pembentukan Profesionalisme

Pada aspek kesehatan kerja, mahasiswa mempelajari implementasi program Fit to Work bagi para pekerja pabrik. Praktik tersebut meliputi pemeriksaan tekanan darah, denyut nadi, dan suhu tubuh. Pemeriksaan dilakukan sebelum pekerja memulai aktivitas fisik maupun pekerjaan berisiko tinggi.

Selain memperoleh keterampilan teknis, mahasiswa juga mempelajari analisis data kesehatan dan keselamatan. Analisis tersebut mendukung strategi penurunan angka kecelakaan kerja di perusahaan.

Pengalaman lainnya diperoleh melalui kegiatan inspeksi keselamatan rutin. Mahasiswa mempelajari prosedur tanggap darurat, mitigasi risiko mesin, serta evaluasi kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Ketelitian menjadi aspek penting dalam setiap proses pengawasan. Kelalaian sekecil apa pun dapat berdampak pada keselamatan pekerja.

Mahasiswa juga mengkaji efektivitas program Fit to Work dalam mendukung target zero accident. Oleh karena itu, kegiatan tersebut memberikan pemahaman mengenai pentingnya kepatuhan terhadap prosedur keselamatan. Pemahaman tersebut diperlukan untuk melindungi aset terpenting perusahaan, yaitu para pekerja.

Menambah Wawasan Profesionalisme Mahasiswa

Selama magang berlangsung, mahasiswa memperoleh keterampilan teknis di bidang K3 manufaktur. Selain itu, mahasiswa juga mengembangkan kemampuan komunikasi dengan operator mesin, membangun kerja sama lintas departemen, serta menerapkan etika profesi K3 di lingkungan industri. Seluruh praktisi Health, Safety, and Environment (HSE) bersama pembimbing lapangan turut memberikan arahan selama proses pembelajaran.

Magang Industri di PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (SPINDO) menjadi pengalaman berharga dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Pengalaman tersebut menjadi bekal untuk menjadi praktisi K3 yang profesional, tanggap, teliti, dan bertanggung jawab. Selain itu, kompetensi tersebut diharapkan mampu mendukung terciptanya budaya keselamatan di dunia industri.

[BACA JUGA: Eye Health Education Improves Community Awareness]

Penulis: Austin Hilmy Putra Sasmita

Editor: Sinta Rahmah (Tim Vokasi Branding)