Mengurangi Volume Kontras dan Flow Rate pada CCTA Tanpa Mengorbankan Kualitas Citra Arteri Koroner

VOKASI NEWS – Penyakit jantung koroner masih menjadi salah satu penyakit dengan tingkat kematian tertinggi di dunia. Oleh karenanya, diperlukan deteksi dini penyakit jantung koroner dengan melakukan pemeriksaan Coronary Computed Tomography Angiography (CCTA). CCTA merupakan pemeriksaan pencitraan yang digunakan untuk mendeteksi kelainan atau penyakit pada arteri koroner jantung.

Pemeriksaan CCTA berperan penting dalam membantu menegakkan diagnosis penyakit arteri koroner secara non-invasif. Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan modalitas CT-Scan minimal 64-slice dengan meninjeksikan media kontras iodin secara intravena.

Risiko Pemeriksaan CCTA

Media kontras yang digunakan bertujuan untuk menunjukkan gambaran arteri koroner dengan jelas dan meningkatkan densitas koroner dari jaringan di sekitarnya. Sayangnya, penggunaan media kontras iodin dinilai dapat menimbulkan adanya risiko. Risiko yang dapat terjadi seperti alergi media kontras dan meningkatnya beban fungsi dari organ ginjal.

Adanya risiko terhadap penggunaan media kontras dalam pemeriksaan CCTA dapat menjadi tantangan dalam prosedur pemeriksaan ini. Meskipun demikian, pemeriksaan CCTA menjadi pemeriksaan yang akurat dan minim risiko dibanding pemeriksaan lainnya seperti angiografi koroner.

Penurunan Volume dan Flow Rate Kontras

CCTA mampu menunjukkan gambaran anatomi dan fisiologi pada arteri koroner dengan tingkat akurasi sebesar 96,5%. Dengan demikian, dilakukan upaya penurunan risiko pada pemeriksaan CCTA dengan menurunkan volume media kontras dan flow rate yang digunakan.

Sayangnya, hal tersebut berdampak pada kualitas citra hasil pemeriksaan CCTA. Penggunaan volume dan flow rate dapat menurunkan kualitas citra arteri koroner. Penurunan penggunaan kontras dapat menurunkan beban kerja ginjal, namun tentunya juga dapat memengaruhi kualitas citra hasil pemeriksaan.

Pada pemeriksaan CCTA selain volume kontras juga perlu diperhatikan flow rate atau laju injeksi. Penggunaan flow rate yang terlalu rendah dalam prosedur CCTA dapat menurunkan risiko ekstravasasi serta lebih aman untuk pasien. Sayangnya, flow rate yang terlalu rendah dapat memengaruhi kontras dan kejernihan.

Maka, pengaturan dan penggunaan volume serta flow rate dalam pemeriksaan CCTA merupakan hal yang harus diperhatikan. Penurunan volume dosis kontras dan penggunaan flow rate yang rendah ditujukan untuk mengurangi risiko pada pasien, namun hal tersebut juga berisiko terhadap kualitas citra hasil pemeriksaan CCTA (Wang et al., 2025; Aversana et al., 2023).

Tujuan Penelitian

Penelitian yang dilakukan bertujuan menganalisis pengaruh reduksi volume kontras dan flow rate terhadap kualitas citra arteri koroner pada CCTA. Penilaian dilakukan dengan menilai kualitas citra untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh pada reduksi volume dan flow rate kontras.

Hal ini dilakukan dengan membandingkan citra dengan volume kontras dan flow rate standar dengan kontras volume dan flow rate rendah. Penilaian mengacu pada apakah penggunaan protokol dosis rendah mampu menghasilkan citra koroner yang masih optimal. Dengan demikian, penelitian ini berfokus pada keseimbangan antara efisiensi penggunaan media kontras dan kualitas citra yang dibutuhkan untuk menegakkan diagnosis.

Hasil Penelitian Reduksi Dosis Kontras terhadap Kualitas Citra

Hasil penelitian menunjukkan penggunaan volume kontras yang lebih rendah dengan penyesuaian flow rate mampu mempertahankan kualitas citra arteri koroner yang optimal. Temuan tersebut menunjukkan bahwa penggunaan media kontras dapat dioptimalkan tanpa harus mengorbankan informasi diagnostik yang diperlukan. Dengan demikian, protokol pemeriksaan CCTA dengan protokol dosis rendah dapat menjadi alternatif pada pasien.

Diharapkan optimalisasi protokol CCTA tidak hanya berfokus pada kualitas citra, tetapi juga pada keselamatan dan kenyamanan pasien. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan protokol CCTA yang mendukung pelayanan radiologi yang lebih aman dan optimal.

[BACA JUGA: Salah Catat, Rugi Ratusan Juta: Kisah Pemeriksaan Pajak Tuan A]

Penulis: Maulidatus Solihah

Pembimbing: Alifatus Wahyu N. M., S.Tr.Kes., M.T dan Fira Khadijah, S.Tr.Kes.,M.Biomed

Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)