Menilik Perbedaan VITEK MS PRIME dan VITEK 2 Compact di Laboratorium Mikrobiologi Klinik

VOKASI NEWS – Identifikasi mikroorganisme menjadi salah satu tahapan penting dalam pemeriksaan laboratorium mikrobiologi klinik. Proses ini membantu tenaga kesehatan mengenali mikroorganisme yang berkaitan dengan infeksi sehingga informasi hasil pemeriksaan dapat mendukung penanganan pasien secara tepat.

Perkembangan teknologi menghadirkan berbagai instrumen untuk menunjang proses tersebut. Dua di antaranya adalah VITEK MS PRIME dan VITEK 2 Compact dari bioMérieux. Keduanya mendukung identifikasi mikroorganisme, tetapi menggunakan prinsip kerja yang berbeda.

VITEK MS PRIME mengandalkan analisis profil protein melalui teknologi spektrometri massa, sedangkan VITEK 2 Compact memanfaatkan reaksi biokimia untuk mengenali karakteristik mikroorganisme. Perbedaan pendekatan ini memperlihatkan bagaimana teknologi laboratorium mengembangkan metode identifikasi sesuai kebutuhan pemeriksaan.

VITEK MS PRIME: Identifikasi Berbasis Profil Protein

VITEK MS PRIME menggunakan teknologi Matrix-Assisted Laser Desorption/Ionization–Time of Flight Mass Spectrometry (MALDI-TOF MS). Teknologi ini mengenali mikroorganisme dengan menganalisis profil spektrum massa protein dari sampel.

Dalam prosesnya, instrumen menggunakan energi laser untuk melepaskan dan mengionisasi molekul dari sampel. Selanjutnya, sistem mengukur waktu tempuh ion berdasarkan rasio massa terhadap muatan. Hasil pengukuran membentuk spektrum massa yang kemudian dibandingkan dengan basis data referensi untuk menentukan identitas mikroorganisme.

Pendekatan berbasis profil protein memungkinkan proses identifikasi berlangsung relatif cepat setelah sampel memenuhi persyaratan pemeriksaan. Kecepatan tersebut menjadi salah satu keunggulan MALDI-TOF MS dalam mendukung alur kerja laboratorium mikrobiologi klinik. Meski demikian, ketepatan hasil identifikasi tetap bergantung pada kualitas preparasi sampel, kecukupan basis data, serta kemampuan sistem mengenali karakteristik mikroorganisme yang diperiksa.

VITEK 2 Compact: Identifikasi Berdasarkan Reaksi Biokimia

Berbeda dari VITEK MS PRIME, VITEK 2 Compact menggunakan pendekatan biokimia untuk mengidentifikasi mikroorganisme. Sistem ini memanfaatkan kartu identifikasi khusus yang berisi berbagai substrat untuk menguji aktivitas metabolisme mikroorganisme. Selama pemeriksaan, mikroorganisme memberikan respons terhadap substrat tertentu. Instrumen kemudian membaca perubahan reaksi tersebut dan mengolahnya melalui perangkat lunak serta basis data untuk menentukan identitas mikroorganisme.

Selain mendukung identifikasi, VITEK 2 Compact juga dapat menjalankan pengujian kepekaan antimikroba atau antimicrobial susceptibility testing (AST) menggunakan kartu yang sesuai. Pemeriksaan ini membantu mengetahui respons mikroorganisme terhadap antimikroba yang diuji. Informasi AST memiliki peran penting dalam mendukung pertimbangan klinis, terutama ketika tenaga kesehatan perlu menentukan pilihan terapi antimikroba berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium.

Membandingkan Keunggulan Berdasarkan Kebutuhan Klinis

Perbedaan prinsip kerja membuat kedua instrumen memiliki karakteristik dan keunggulan masing-masing. VITEK MS PRIME menawarkan identifikasi berbasis profil protein dengan waktu analisis yang relatif singkat. Sementara itu, VITEK 2 Compact mengandalkan pola reaksi biokimia dan menyediakan kemampuan pengujian kepekaan antimikroba dalam sistem yang sama.

Sejumlah penelitian telah membandingkan kinerja MALDI-TOF MS dan VITEK 2 dalam identifikasi mikroorganisme. Guo et al. (2014), misalnya, melaporkan tingkat kesalahan identifikasi spesies sebesar 5,56% pada MALDI-TOF MS dan 6,24% pada VITEK 2 dalam penelitian terhadap 1.025 isolat.

Penelitian lain terhadap 100 isolat menemukan tingkat identifikasi pada tingkat genus masing-masing sebesar 96% untuk MALDI-TOF MS dan 97% untuk VITEK 2. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa kinerja identifikasi dapat berbeda menurut tingkat taksonomi, karakteristik isolat, serta metode dan basis data yang digunakan.

Karena itu, laboratorium perlu mempertimbangkan kebutuhan pemeriksaan, jenis mikroorganisme, kualitas hasil identifikasi, dan ketersediaan fasilitas sebelum menentukan teknologi yang digunakan. Kecepatan analisis saja tidak cukup untuk menjadi satu-satunya dasar dalam menilai kinerja instrumen.

BACA JUGA: Langkah Nyata Mahasiswa UNAIR Tingkatkan Kesadaran Remaja terhadap Leukemia

Dua Teknologi, Saling Melengkapi Pemeriksaan Laboratorium

VITEK MS PRIME dan VITEK 2 Compact menunjukkan bahwa identifikasi mikroorganisme dapat dilakukan melalui pendekatan yang berbeda. Teknologi MALDI-TOF MS membantu mengenali mikroorganisme berdasarkan profil protein, sedangkan metode biokimia mengidentifikasi mikroorganisme melalui pola aktivitas metabolisme.

Keduanya memiliki peran dalam mendukung pemeriksaan mikrobiologi klinik. VITEK MS PRIME dapat membantu mempercepat proses identifikasi, sementara VITEK 2 Compact menyediakan informasi identifikasi sekaligus hasil pengujian kepekaan antimikroba melalui kartu yang sesuai.

Pemilihan teknologi perlu mempertimbangkan tujuan pemeriksaan dan kebutuhan laboratorium. Dengan memahami prinsip kerja serta karakteristik masing-masing instrumen, tenaga laboratorium dapat memanfaatkan teknologi secara lebih tepat untuk menghasilkan informasi diagnostik yang andal dan mendukung pengambilan keputusan klinis.

***

Editor: M Alkeshar (Tim Branding Vokasi)