VOKASI NEWS – Tren wellness tourism mengalami peningkatan yang signifikan setelah pandemi COVID-19. Masyarakat kini tidak lagi hanya mencari destinasi wisata untuk hiburan, tetapi juga pengalaman yang mampu memberikan ketenangan dan pemulihan mental. Selain itu, wisatawan semakin mengutamakan aktivitas yang dapat meningkatkan kualitas hidup dan mendukung kesejahteraan secara menyeluruh. Perubahan perilaku wisatawan tersebut mendorong lahirnya berbagai inovasi produk wisata. Salah satu inovasi tersebut adalah Moekti Diri, sebuah program forest wellness experience yang dikembangkan oleh Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) bekerja sama dengan PT Remen Jawi.
Moekti Diri menghadirkan pengalaman wisata yang menggabungkan suasana hutan pinus dengan nilai-nilai budaya Jawa. Berbeda dengan wisata alam pada umumnya, program ini dirancang sebagai perjalanan refleksi diri melalui berbagai aktivitas yang mendukung kesejahteraan fisik dan mental. Aktivitas tersebut meliputi meditasi, grounding, mindful eating, journaling, art healing, hingga sesi kontemplasi yang dipandu oleh fasilitator profesional. Seluruh rangkaian kegiatan diselenggarakan di kawasan DeLoano Glamping, Borobudur Highland. Lingkungan yang alami dan tenang di kawasan tersebut mendukung terciptanya pengalaman wellness secara menyeluruh bagi para peserta.
Mengapa Strategi Pemasaran Menjadi Penting?
Meskipun menawarkan konsep yang unik, Moekti Diri masih tergolong sebagai produk wisata baru. Akibatnya, informasi mengenai konsep forest wellness experience masih belum banyak dipahami oleh masyarakat. Sebagian orang masih menganggap kegiatan tersebut hanya sebagai aktivitas di kawasan hutan atau glamping. Padahal, Moekti Diri merupakan pengalaman wisata yang mengintegrasikan alam, kesehatan, dan budaya Jawa dalam satu paket wisata.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan suatu produk wisata tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh bagaimana produk tersebut dipasarkan. Oleh karena itu, penelitian ini menganalisis penerapan Marketing Mix (4P) yang meliputi product, price, place, dan promotion pada Moekti Diri sebagai produk forest wellness experience.
Penerapan Marketing Mix pada Moekti Diri
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat unsur Marketing Mix telah diterapkan secara terintegrasi dalam pengembangan Moekti Diri.
Pada aspek product, Moekti Diri tidak hanya menawarkan kegiatan wisata, tetapi menghadirkan pengalaman yang berfokus pada pemulihan fisik, mental, dan emosional. Paket wisata ini dirancang melalui kombinasi berbagai aktivitas yang mendukung kesejahteraan fisik, mental, dan spiritual peserta. Aktivitas tersebut meliputi meditasi, yoga, mindful eating, grounding, tree hugging, refleksi diri, hingga pengenalan budaya Jawa. Perpaduan tersebut menjadi nilai pembeda dibandingkan produk wisata alam lainnya.
Dari aspek price, harga ditetapkan berdasarkan kualitas fasilitas, layanan, serta pengalaman eksklusif yang diperoleh peserta. Konsep ini menunjukkan bahwa nilai utama yang dijual bukan hanya aktivitas wisata, melainkan pengalaman wellness yang dirancang secara menyeluruh.
Pada aspek place, lokasi penyelenggaraan menjadi salah satu kekuatan utama Moekti Diri. DeLoano Glamping berada di kawasan hutan pinus Borobudur Highland yang memiliki lingkungan alami dengan udara yang sejuk. Selain itu, suasana yang tenang dan jauh dari keramaian perkotaan menjadikan kawasan ini mendukung pelaksanaan kegiatan wellness tourism. Kondisi tersebut mendukung pelaksanaan berbagai aktivitas refleksi dan relaksasi sehingga memperkuat pengalaman forest wellness yang ditawarkan.
Sementara itu, pada aspek promotion, promosi dilakukan melalui media sosial, dokumentasi visual, kolaborasi dengan influencer, serta berbagai akun promosi pariwisata. Pemanfaatan pemasaran digital dinilai efektif untuk memperkenalkan konsep Moekti Diri kepada masyarakat. Selain itu, strategi tersebut juga berperan dalam membangun citra Moekti Diri sebagai produk wellness tourism yang berbeda dari produk wisata konvensional.
Forest Wellness Experience sebagai Inovasi Pariwisata
Penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan wellness tourism tidak hanya bergantung pada keindahan alam, tetapi juga pada kemampuan mengemas pengalaman yang bermakna bagi wisatawan. Integrasi antara lingkungan hutan dan budaya Jawa menjadikan Moekti Diri memiliki karakter yang kuat sebagai produk forest wellness experience.
Konsep tersebut sekaligus membuktikan bahwa potensi alam Indonesia dapat dikembangkan menjadi produk wisata yang memiliki nilai tambah melalui pendekatan budaya dan kesehatan. Dengan strategi pemasaran yang tepat, Moekti Diri berpeluang menjadi salah satu alternatif wisata yang relevan bagi masyarakat. Produk tersebut mampu menjawab kebutuhan wisatawan modern yang semakin memperhatikan kesehatan fisik maupun mental.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengelola destinasi wisata, pemerintah, maupun pelaku industri pariwisata dalam mengembangkan produk wellness tourism yang inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Selain itu, penelitian ini juga memperlihatkan bahwa penerapan Marketing Mix yang tepat dapat membantu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk wisata baru sehingga mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wellness tourism berbasis alam dan budaya.
[BACA JUGA: Rekening QQ Kurator Bukan Penghasilan Pribadi dalam Penyelesaian SP2DK]
Penulis: Allysia Trivianda Putri
Pembimbing: Upik Dyah Eka Noviyanti, S.Ant., M.A. dan Dr. Nuruddin, S.S., M.A
Editor: Aghnia Faizatus (Tim Branding Vokasi)



