Muhammad Levi Raih Gelar Mahasiswa Berprestasi dari Prodi D4 Perbankan dan Keuangan UNAIR

VOKASI NEWS – Mahasiswa Program Studi D4 Perbankan dan Keuangan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga, Muhammad Levi, berhasil meraih predikat Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) Tahun 2025 dengan portofolio capaian yang beragam dan berdampak nyata. Prestasi ini diraih bukan semata karena kemenangan kompetisi, tetapi melalui rekam jejak kontribusi di bidang akademik, pengabdian masyarakat, organisasi, hingga kewirausahaan yang menjadi tolak ukur utama dalam seleksi Mawapres.

Levi menjelaskan bahwa masih terdapat pandangan di kalangan mahasiswa yang menganggap gelar Mawapres hanya dapat diperoleh melalui kemenangan lomba. Pandangan tersebut diluruskan melalui mekanisme seleksi yang menilai aspek secara lebih luas, seperti kontribusi sosial di daerah tertinggal, kepemilikan sertifikasi internasional, serta keterlibatan dalam aktivitas kewirausahaan. Pengalaman Levi sebagai Co-Founder Grow Bareng yang bergerak di bidang social entrepreneurship menjadi salah satu nilai tambah dalam portofolio capaian. Prestasi dipahami sebagai hasil kontribusi nyata yang memberikan dampak bagi lingkungan sekitar.

Dukungan Akademik dan Proses Seleksi Mawapres

Perjalanan Levi tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak di lingkungan kampus. Elva Farihah S.E., M.SM., dosen sekaligus mentor, berperan penting dalam memberikan pendampingan dan motivasi, khususnya ketika Levi menghadapi kegagalan di awal masa studi. Selain itu, dukungan dari Kepala Program Studi D4 Perbankan dan Keuangan, Yossy Imam Candika, S.E., M.SM., selaku pembimbing akademik serta seluruh jajaran dosen turut menjadi faktor penting yang menjaga semangat dan konsistensi Levi selama proses seleksi.

Ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi dilaksanakan setiap semester ganjil melalui tahapan yang kompetitif. Seleksi diawali dengan pemaparan capaian unggulan melalui presentasi portofolio selama sepuluh menit. Tahap selanjutnya berupa presentasi produk inovatif yang dipertahankan dalam sesi tanya jawab selama dua puluh menit, kemudian dilanjutkan dengan Leaderless Group Discussion berbahasa Inggris. Rangkaian ini menunjukkan bahwa Mawapres tidak hanya menilai prestasi administratif, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan kepemimpinan.

Strategi Pengembangan Diri dan Makna Mawapres

Dalam menjaga pengembangan akademik dan nonakademik, Levi secara rutin melakukan konsultasi dengan dosen wali untuk menyusun peta karier serta aktif mengikuti berbagai kegiatan kemahasiswaan. Manajemen waktu diterapkan menggunakan Matriks Eisenhower untuk menentukan prioritas tugas berdasarkan tingkat urgensi dan dampak jangka panjang. Pendekatan tersebut mendukung produktivitas yang berkelanjutan tanpa mengabaikan keseimbangan kehidupan pribadi dan kesehatan mental.

Bagi Levi, gelar Mawapres bukan sekadar simbol prestasi, melainkan bentuk tanggung jawab terhadap kredibilitas akademik dan profesional. Pengakuan tersebut menjadi bekal penting dalam menghadapi dunia kerja, khususnya di sektor perbankan dan keuangan yang semakin kompetitif. Pencapaian ini sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain bahwa keberhasilan dapat diraih melalui keterlibatan aktif, perencanaan matang, serta kontribusi nyata di berbagai bidang.

[BACA JUGA: Peduli Kesehatan Lansia, FED-AIR Program 2026 Hadirkan Edukasi dan Pemeriksaan Gratis di Griya Wredha Surabaya]

***

Penulis: Tim Vokasi Branding