Observasi Prosedur Bone Marrow Aspiration oleh Mahasiswa Magang D4 Teknologi Laboratorium Medik di RSPAL dr. Ramelan Surabaya

Observasi Prosedur Bone Marrow Aspiration oleh Mahasiswa Magang D4 Teknologi Laboratorium Medik di RSPAL dr. Ramelan Surabaya_Dokumen Istimewa

VOKASI NEWS – Mahasiswa D4 Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Vokasi UNAIR melakukan observasi prosedur Bone Marrow Aspiration di RSPAL dr. Ramelan Surabaya sebagai bagian pembelajaran klinis dan peningkatan kompetensi.

Program magang menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran mahasiswa pendidikan vokasi kesehatan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung di lingkungan pelayanan medis yang sesungguhnya. Mahasiswa D4 Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Vokasi Universitas Airlangga mengikuti kegiatan observasi prosedur Bone Marrow Aspiration (BMA) di Rumah Sakit Pusat Angkatan Laut (RSPAL) dr. Ramelan Surabaya.

RSPAL dr. Ramelan merupakan rumah sakit rujukan yang memiliki fasilitas layanan medis lengkap serta didukung tenaga kesehatan profesional. Dalam kegiatan magang tersebut, mahasiswa mendapatkan penjelasan awal mengenai indikasi klinis, tujuan pemeriksaan, dan prinsip dasar prosedur BMA. Pemeriksaan ini berfungsi sebagai metode diagnostik untuk memperoleh sampel sumsum tulang guna mendukung penegakan diagnosis berbagai kelainan hematologi, seperti gangguan pembentukan sel darah, leukemia, dan limfoma.

Pemahaman teoritis yang diperoleh di bangku kuliah diperkuat melalui pengamatan langsung terhadap praktik klinis. Kegiatan ini dirancang agar mahasiswa memahami peran laboratorium medik dalam proses diagnosis tanpa terlibat langsung dalam tindakan medis.

Tahapan Prosedur dan Peran Mahasiswa

Pelaksanaan observasi diawali dengan pengamatan tahapan persiapan pasien. Tenaga medis memberikan edukasi kepada pasien mengenai tujuan dan risiko tindakan, kemudian dilanjutkan dengan proses informed consent. Mahasiswa juga mengamati persiapan alat dan lingkungan tindakan yang disesuaikan dengan standar prosedur operasional rumah sakit.

Pada tahap tindakan, mahasiswa menyaksikan penerapan prinsip aseptik dan antiseptik oleh dokter penanggung jawab. Prosedur aspirasi dilakukan menggunakan alat khusus dengan pemberian anestesi lokal. Lokasi pengambilan sampel umumnya berada pada tulang iliaka posterior. Selama proses berlangsung, mahasiswa berperan sebagai pengamat pasif dan tidak terlibat dalam tindakan klinis. Seluruh tahapan dicatat secara sistematis untuk keperluan pembelajaran.

Setelah tindakan selesai, mahasiswa memperoleh penjelasan mengenai penanganan sampel aspirasi. Proses tersebut meliputi pembuatan sediaan apus, pelabelan spesimen, serta alur pengiriman ke laboratorium terkait. Penjelasan ini memberikan gambaran keterkaitan antara prosedur klinis dan pemeriksaan laboratorium dalam mendukung diagnosis yang akurat.

Nilai Edukatif dan Profesional

Kegiatan observasi Bone Marrow Aspiration memberikan pengalaman akademik yang relevan bagi mahasiswa D4 Teknologi Laboratorium Medik. Mahasiswa memahami pentingnya keselamatan pasien, etika profesi, dan kerja sama antar tenaga kesehatan. Pembelajaran ini juga menegaskan peran strategis tenaga laboratorium dalam sistem pelayanan kesehatan.

[BACA JUGA: Penanganan Delayed Ovulation Pada Sapi Potong Pasca Penyakit Mulut dan Kuku di Desa Kalirejo Kecamatan Lawang Kabupaten Malang]

Pengalaman lapangan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja. Selain keterampilan teknis, mahasiswa memperoleh pemahaman tentang tanggung jawab profesional dan standar mutu layanan kesehatan. Program magang di RSPAL dr. Ramelan Surabaya menjadi bagian dari upaya Fakultas Vokasi Universitas Airlangga dalam mencetak lulusan yang kompeten, berintegritas, dan siap berkontribusi di bidang kesehatan.

***

Penulis: Eva Feliana Maelani dan Lintang Ayu Larasati

Editor: Fatikah Rachmadianty