VOKASI NEWS – Sebanyak 100 anak dari berbagai kecamatan di Kabupaten Lamongan mengikuti khitanan massal gratis yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam rangka memperingati Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-457 dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Pendopo Lokatantra, Selasa, 23 Juni 2026.
Program Studi D-III Keperawatan Vokasi UNAIR turut berpartisipasi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut melalui pelayanan kesehatan dan pendampingan peserta. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kesehatan masyarakat sekaligus memberikan pengalaman praktik bagi calon tenaga kesehatan.
Kolaborasi untuk Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Khitanan massal tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Lamongan, TP PKK Kabupaten Lamongan, Dinas Kesehatan, RSUD, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).
Selain memperoleh layanan khitan secara gratis, peserta juga mendapatkan bingkisan sebagai bentuk perhatian kepada anak dan keluarga. Dukungan orang tua turut membantu menciptakan suasana yang lebih nyaman selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Program ini tidak hanya memberikan manfaat dari sisi kesehatan, tetapi juga membantu meringankan beban biaya keluarga, khususnya masyarakat yang membutuhkan. Tingginya antusiasme peserta terlihat sejak kegiatan dimulai pada pagi hari.
Mahasiswa Berperan dalam Skrining dan Pendampingan
Mahasiswa D-III Keperawatan berperan dalam beberapa tahapan pelayanan, mulai dari skrining kesehatan awal, pengukuran tanda-tanda vital, hingga pendampingan peserta sebelum menjalani tindakan sirkumsisi.
Pendampingan juga diberikan untuk membantu mengurangi kecemasan anak. Beberapa peserta sempat merasa tegang sebelum tindakan, sehingga komunikasi yang menenangkan menjadi bagian penting dalam menciptakan rasa aman.
Setelah tindakan dilakukan, mahasiswa turut memberikan edukasi kepada orang tua mengenai perawatan luka. Informasi yang disampaikan mencakup menjaga kebersihan area luka, mengenali tanda-tanda infeksi, serta memperhatikan jadwal kontrol sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Edukasi tersebut menjadi bagian penting karena perawatan pascasirkumsisi yang tepat dapat membantu mendukung proses pemulihan dan mengurangi risiko komplikasi.
Mengenal Sirkumsisi dan Perawatan Pascatindakan
Sirkumsisi merupakan prosedur medis berupa pengangkatan sebagian kulit yang menutupi kepala penis atau prepusium. Prosedur ini memiliki manfaat kesehatan tertentu, termasuk membantu menjaga kebersihan area genital.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa juga memperoleh kesempatan untuk mengenal penerapan berbagai teknik sirkumsisi yang digunakan dalam pelayanan kesehatan. Pengalaman ini menjadi bagian dari proses pembelajaran klinis sekaligus memperluas pemahaman mahasiswa mengenai prosedur dan perawatan pasien.
Keterlibatan langsung di lapangan juga melatih mahasiswa untuk menerapkan komunikasi terapeutik, bekerja dalam tim multidisiplin, serta memberikan edukasi kesehatan kepada pasien dan keluarga.
Membentuk Calon Tenaga Kesehatan yang Profesional
Partisipasi dalam khitanan massal memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan klinis sekaligus kemampuan berkomunikasi dengan anak dan keluarga. Pengalaman tersebut penting dalam membentuk tenaga kesehatan yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga mampu memberikan pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan pasien.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi antara institusi pendidikan, pemerintah daerah, dan tenaga kesehatan. Sinergi tersebut menjadi salah satu langkah untuk memperluas akses pelayanan kesehatan sekaligus mendukung terciptanya masyarakat yang sehat dan sejahtera.
Kegiatan ini turut mendukung SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui penyediaan layanan kesehatan dan edukasi bagi masyarakat.
[BACA JUGA: Airvorse Mengabdi 3.0, Mahasiswa Keperawatan UNAIR Tebarkan Kepedulian Kesehatan kepada Masyarakat]
Penulis: Eunike Novia Agatha
Editor: Inviana (Tim Vokasi Branding)


