Pembuatan Fixed Bridge Metal Ceramic Pada Gigi 23, 24, dan 25 Dengan Kasus Resorpsi Tulang Alveolar Pada Pontik

Pembuatan Fixed Bridge Metal Ceramic Pada Gigi 23, 24, dan 25 Dengan Kasus Resorpsi Tulang Alveolar Pada Pontik

VOKASI NEWS – Resorpsi tulang alveolar, faktor penyebabnya, serta peran restorasi metal keramik sebagai solusi fungsional dan estetik pada kasus kehilangan tulang alveolar.

Resorpsi tulang alveolar merupakan kondisi yang sering dijumpai dalam praktik kedokteran gigi, terutama pada pasien dengan kehilangan gigi atau perubahan jaringan pendukung. Kondisi ini berdampak langsung pada perencanaan restorasi karena memengaruhi stabilitas, fungsi, dan estetika gigi tiruan. Pemahaman yang tepat mengenai resorpsi tulang alveolar serta pilihan restorasi yang sesuai menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan perawatan.

Resorpsi Tulang Alveolar: Definisi dan Faktor Penyebab

Resorpsi tulang alveolar adalah proses biologis yang ditandai dengan berkurangnya massa tulang akibat aktivitas osteoklas. Osteoklas merupakan sel multinukleat yang berasal dari jaringan hematopoietik dan berperan dalam proses perombakan tulang. Keseimbangan antara pembentukan tulang oleh osteoblas dan resorpsi oleh osteoklas menjaga ketinggian serta kepadatan tulang alveolar dalam kondisi normal.

Kerusakan tulang alveolar dapat terjadi dengan pola horizontal maupun vertikal. Pola ini berpengaruh terhadap tingkat keparahan kehilangan tulang serta pilihan desain restorasi. Faktor sistemik turut berperan dalam terjadinya resorpsi, salah satunya adalah proses penuaan. Penuaan dapat menurunkan kemampuan proliferasi osteoblas serta mengurangi sintesis matriks tulang. Selain itu, peningkatan radikal bebas dalam tubuh dapat menghambat pembentukan nodul tulang, sehingga mempercepat proses resorpsi.

Kondisi ini tidak hanya berdampak pada fungsi pengunyahan, tetapi juga memengaruhi estetika jaringan gingiva. Oleh karena itu, resorpsi tulang alveolar perlu dipertimbangkan secara menyeluruh dalam perencanaan restorasi gigi tiruan tetap.

Restorasi Metal Keramik sebagai Pilihan Perawatan

Restorasi metal keramik atau porcelain fused to metal (PFM) merupakan jenis restorasi yang mengombinasikan kekuatan logam dengan lapisan keramik di bagian luar. Proses ini telah lama digunakan dalam praktik klinis karena memiliki ketahanan mekanik yang baik serta biokompatibilitas yang memadai terhadap jaringan rongga mulut.

Keunggulan restorasi metal keramik terletak pada daya tahan terhadap beban mastikasi, stabilitas warna, serta kemampuan meniru bentuk dan warna gigi alami. Restorasi ini juga relatif stabil terhadap perubahan suhu di rongga mulut. Indikasi penggunaannya meliputi restorasi gigi dengan kerusakan luas, gigi pasca perawatan endodontik, serta penggantian gigi hilang menggunakan crown atau bridge.

Pada kasus resorpsi tulang alveolar, desain restorasi perlu disesuaikan dengan kondisi jaringan pendukung. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah fixed-fixed bridge dengan dua gigi penyangga. Penambahan pink gingiva pada area servikal pontik dilakukan untuk menggantikan jaringan gingiva yang hilang akibat resorpsi. Pendekatan ini bertujuan menjaga proporsi visual dan mendukung estetika senyum pasien.

[BACA JUGA: Student Outbound Fakultas Vokasi UNAIR Dorong Diplomasi Budaya di UniKL]

Prosedur Pembuatan Restorasi

Proses pembuatan restorasi diawali dengan penerimaan model rahang atas dan bawah dari dokter gigi. Pada kasus ini, restorasi direncanakan pada gigi 23, 24, dan 25 dengan bahan PFM serta panduan warna A3. Tahapan kerja meliputi persiapan model, pembuatan die, pemasangan pada artikulator, pembuatan wax-up, hingga proses casting dan aplikasi keramik. Tahap akhir mencakup penambahan pink gingiva, staining, glazing, serta finishing logam.

Seluruh prosedur dilakukan sesuai standar teknis laboratorium. Hasil restorasi diharapkan mampu menggantikan gigi yang hilang, mengembalikan kontur gingiva, serta memenuhi kebutuhan fungsi dan estetika pasien.

***

Penulis: Gilang Ardi Santoso

Dosen Pembimbing: Sri Wahjuni, drg., M.Kes. dan Sri Redjeki Indiani, drg., M.Kes.